Social Items

WASAPADALAH..!! Senjata Ampuh Kemkominfo Mulai Berburu Konten Negatif dan Mencyduk Jutaan Situs dengan Satu Keyword


RiauJOS.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mulai aktif memburu konten negatif di dunia maya. Perburuan kal ini akan berbeda karena mereka punya mesin sebagai senjata ampuh melumpuhkan konten negatif.

Mulai Rabu ini, 3 Januari 2018, mesin sensor Kominfo  mulai beroperasi penuh. Mesin pemburu ini akan merayapi segala konten negatif yang tersebar di internet.

Pengadaan mesin ini sendiri telah dilakukan Agustus lalu dengan menelan biaya hingga Rp.194 milar. Dana sebesar itu digunakan untuk membeli teknologi penapisan, dan juga  untuk membiayai tim yang akan mengoperasikan mesin sensor ini.

Tim yang mengelola mesin sensor ini beranggotakan sekitar 50 orang. Tahun depan Kominfo menganggarkan Rp.72 miliar untuk operasional mesin.

Dengan adanya mesin pemburu ini, Kominfo bisa melakukan sensor dalam skala yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Penyensoran sebelumnya, dilakukan manual dengan tenaga manusia dan laporan masyarakat.

Mesin sensor Kominfo ini ditempatkan di lantai delapan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tim siber yang menangani operasional mesin dinamakan tim Cyber Drone 9.

Kepala Sub Direktorat Penyidikan Kemenkominfo, Teguh Arifiyadi, menjelaskan, mesin crawling yang mereka pakai bisa menciduk jutaan situs dan konten media sosial hanya dengan satu kata kunci (keyword). Kecepatan pengumpulan datanya pun terbilang sangat cepat.

"Mesin ini mempercepat waktu, meningkatkan volume, dan penindakan oleh penegak hukum," kata Teguh saat ditemui di lantai 8 Kemenkominfo yang jadi markas operasional mesin sensor itu, Jumat, 29 Desember 2017, dikutip Riau JOS dari laman CNN Indonesia.

Kemenkominfo, Teguh mengepalai tim Cyber Drone 9, tim yang bertanggung jawab atas operasional mesin pemburu itu.

Senjata Ampuh Kemkominfo Mulai Berburu Konten Negatif dan Mencyduk Jutaan Situs dengan Satu Keyword

WASAPADALAH..!! Senjata Ampuh Kemkominfo Mulai Berburu Konten Negatif dan Mencyduk Jutaan Situs dengan Satu Keyword


RiauJOS.com, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mulai aktif memburu konten negatif di dunia maya. Perburuan kal ini akan berbeda karena mereka punya mesin sebagai senjata ampuh melumpuhkan konten negatif.

Mulai Rabu ini, 3 Januari 2018, mesin sensor Kominfo  mulai beroperasi penuh. Mesin pemburu ini akan merayapi segala konten negatif yang tersebar di internet.

Pengadaan mesin ini sendiri telah dilakukan Agustus lalu dengan menelan biaya hingga Rp.194 milar. Dana sebesar itu digunakan untuk membeli teknologi penapisan, dan juga  untuk membiayai tim yang akan mengoperasikan mesin sensor ini.

Tim yang mengelola mesin sensor ini beranggotakan sekitar 50 orang. Tahun depan Kominfo menganggarkan Rp.72 miliar untuk operasional mesin.

Dengan adanya mesin pemburu ini, Kominfo bisa melakukan sensor dalam skala yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Penyensoran sebelumnya, dilakukan manual dengan tenaga manusia dan laporan masyarakat.

Mesin sensor Kominfo ini ditempatkan di lantai delapan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Tim siber yang menangani operasional mesin dinamakan tim Cyber Drone 9.

Kepala Sub Direktorat Penyidikan Kemenkominfo, Teguh Arifiyadi, menjelaskan, mesin crawling yang mereka pakai bisa menciduk jutaan situs dan konten media sosial hanya dengan satu kata kunci (keyword). Kecepatan pengumpulan datanya pun terbilang sangat cepat.

"Mesin ini mempercepat waktu, meningkatkan volume, dan penindakan oleh penegak hukum," kata Teguh saat ditemui di lantai 8 Kemenkominfo yang jadi markas operasional mesin sensor itu, Jumat, 29 Desember 2017, dikutip Riau JOS dari laman CNN Indonesia.

Kemenkominfo, Teguh mengepalai tim Cyber Drone 9, tim yang bertanggung jawab atas operasional mesin pemburu itu.