Social Items


RiauJOS.com, Moskwa - Presiden Rusia, Vladimir Putin membilang,  Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memenangkan "ronde awal" dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Perkataannya itu diungkapkan di sela memimpin rapat di Moskwa.

Diwartakan Sky News, Kamis, 11 Januari 2018, Putin mengatakan, Kim telah membuat Trump dan seluruh pejabat di AS jadi kalang kabut. Alasannya, Kim punya senjata nuklir, dan juga punya rudal balistik antar-benua (ICBM) dengan jarak tempuh hingga 13.000 kilometer.

Menurut Putin, ICBM bernama Hwasong-15 bisa menghantam hampir berbagai belahan dunia mana pun.

Dilaporkan Sky News, sepanjang 2017 Korut telah melakukan 16 kali uji coba terhadap 23 rudal. Tiga di antaranya berstatus ICBM.

Pasca-uji coba Hwasong-15 29 November 2017, Kim dengan tegas mengatakan, Korut telah layak disebut sebagai "negara nuklir" bersanding dengan AS dan Rusia.

Jadi, bisa dikatakan Tuan Kim Jong Un telah memenangkan ronde pertama
Presiden Rusia, Vladimir Putin

"Jadi, bisa dikatakan Tuan Kim Jong Un telah memenangkan ronde pertama. Sebab, dia telah mencapai seluruh tujuan strategisnya," ujar Putin, dikutip Riau JOS dari laman Kompas.

Penjelasan Putin, apa yang dilakukan Kim tidak sekadar membuat Pyongyang dijatuhi sanksi baru dari AS dan PBB, namun juga memaksa Trump untuk mewacanakan dialog dengan Kim "jika waktunya tepat" ungkap Putin pada Rabu, 10 Januari 2018.

Menurut Putin, saat ini Kim berusaha untuk mendinginkan situasi dengan mengajak Korea Selatan (Korsel) berdialog dalam pidato Tahun Baru 1 Januari 2018.

Kim berusaha untuk mendinginkan situasi
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un

Wujud keseriusan Kim, dilakukan dengan bersedia mengirim kontingen mengikuti Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang pada 9-25 Februari mendatang. Korut juga memulihkan saluran komunikasi kedua negara yang terletak di zona demiliterisasi.

"Beliau telah menjadi pemimpin yang dewasa, matang, dan lihai," ujar Putin memuji Kim, seperti diwartakan CNBC News.

NgerihhHH..!! Putin Bilang 'Kim Jong Un Menang Ronde Awal dari Trump' Bisa Membuat Seluruh Pejabat AS jadi Kalang Kabut


RiauJOS.com, Moskwa - Presiden Rusia, Vladimir Putin membilang,  Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memenangkan "ronde awal" dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Perkataannya itu diungkapkan di sela memimpin rapat di Moskwa.

Diwartakan Sky News, Kamis, 11 Januari 2018, Putin mengatakan, Kim telah membuat Trump dan seluruh pejabat di AS jadi kalang kabut. Alasannya, Kim punya senjata nuklir, dan juga punya rudal balistik antar-benua (ICBM) dengan jarak tempuh hingga 13.000 kilometer.

Menurut Putin, ICBM bernama Hwasong-15 bisa menghantam hampir berbagai belahan dunia mana pun.

Dilaporkan Sky News, sepanjang 2017 Korut telah melakukan 16 kali uji coba terhadap 23 rudal. Tiga di antaranya berstatus ICBM.

Pasca-uji coba Hwasong-15 29 November 2017, Kim dengan tegas mengatakan, Korut telah layak disebut sebagai "negara nuklir" bersanding dengan AS dan Rusia.

Jadi, bisa dikatakan Tuan Kim Jong Un telah memenangkan ronde pertama
Presiden Rusia, Vladimir Putin

"Jadi, bisa dikatakan Tuan Kim Jong Un telah memenangkan ronde pertama. Sebab, dia telah mencapai seluruh tujuan strategisnya," ujar Putin, dikutip Riau JOS dari laman Kompas.

Penjelasan Putin, apa yang dilakukan Kim tidak sekadar membuat Pyongyang dijatuhi sanksi baru dari AS dan PBB, namun juga memaksa Trump untuk mewacanakan dialog dengan Kim "jika waktunya tepat" ungkap Putin pada Rabu, 10 Januari 2018.

Menurut Putin, saat ini Kim berusaha untuk mendinginkan situasi dengan mengajak Korea Selatan (Korsel) berdialog dalam pidato Tahun Baru 1 Januari 2018.

Kim berusaha untuk mendinginkan situasi
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un

Wujud keseriusan Kim, dilakukan dengan bersedia mengirim kontingen mengikuti Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang pada 9-25 Februari mendatang. Korut juga memulihkan saluran komunikasi kedua negara yang terletak di zona demiliterisasi.

"Beliau telah menjadi pemimpin yang dewasa, matang, dan lihai," ujar Putin memuji Kim, seperti diwartakan CNBC News.