Social Items

Yuk, Liburan ke Banyuwangi, Ada Destinasi Wisata Ala Primitif

RiauJOS.com, Banyuwangi - Banyuwangi terus menambah destinasi wisatanya. Tak hanya wisata alam, Banyuwangi juga menawarkan destinasi wisata buatan. Satu lagi, karya masyarakat desa menumbuhkan potensi wilayahnya di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Kali ini, warga desa ini menyulap lahan menjadi kampung primitif.

Kehidupan primitif biasanya kita jumpai di daerah Kalimantan ataupun Papua. Namun di Banyuwangi ada destinasi wisata baru yang menawarkan konsep alam primitif dengan nuansa kembali ke alam. Selain berwisata, pengunjung juga bisa belajar tentang budaya-budaya nusantara yang ada di Indonesia.

Di kampung primitif ini terdapat rumah yang berbentuk bulat dengan dinding yang terbuat dari kayu serta beratapkan jerami. Tak hanya itu, ada beberapa warga berdandan ala suku pedalaman. Lengkap dengan baju dan wajah yang digambar sesuai dengan adat suku pedalaman. Ditambah lagi aksesoris penutup kepala dan koteka.

Kampung Primitif merupakan singkatan dari kata Prima dan Inovatif. Gagasan ide tersebut muncul dari anak muda Desa Purwodadi guna mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar.

Kampung Primitif merupakan singkatan dari kata Prima dan Inovatif.

"Wisata ini sengaja mengambil satu tema kampung primitif yang identik dengan pedalaman yang selama ini diidamkan oleh orang kota yang penuh dengan keramaian. Anak-anak muda disini mempunyai ide membuat kampung primitif untuk mengembangkan bakat mereka dalam bidang taman dan ide kreatif lainnya," ujar Subandi Winoto, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Purwodadi, Minggu, 24 Desember 2017.

Menurut Subandi, kampung primitif ini menggambarkan kampung yang apa adanya. Tak hanya itu, kampung ini juga memperkenalkan budaya nusantara.

"Kami mengidolakan orang primitif, masih antara hati dan perkataan itu satu, jadi kampung primitif yang patut di contoh yaitu persatuannya, gotong royongnya, perdamaiannya, edukasinya memperkenalkan budaya-budaya nusantara," tambahnya.

Suasana sejuk alam pedesaan dengan nuansa kembali ke alam, membuat para pengunjung sangat menikmati dan betah seakan-akan berada di jaman peradaban kuno. selain berwisata pengujung juga bisa belajar tentang budaya serta suku-suku di Indonesia.

 Suasana sejuk alam pedesaan dengan nuansa kembali ke alam

"Ya disini dapat banyak pelajaran, di Indonesia ya banyak suku-suku la ini salah satunya dari suku papua dapat dipelajari dari anak ke anak, sudah sering kesini, keunikannya ada di adat rumah papua, dan tempatnya sejuk, senang," ujar Putri Ananda, salah satunya pengunjung seperti dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Tak jarang, pengunjung mengabadikan moment unik ini untuk berselfie bersama warga ala pedalaman dengan latar belakang rumah adat honai khas Papua. Sebelumnya mereka juga bisa menyewa kostum ala primitif, yang sudah disediakan oleh pengelola.

Tak ada tiket masuk untuk berwisata di Kampung Primitif. Namun biasanya pengunjung yang datang hanya memberikan uang kas untuk pembenahan wisata kampung primitif tersebut.

Wisata kampung primitif juga dilengkapi denah wisata, agar para wisatawan bisa menikmati wahana serta berkeliling sepuasnya. Selain itu, wisata kampung primitif juga terdapat sungai yang diatasnya terdapat kayu untuk tempat bermain warga kampung primitif.

Detik

Yuk, Liburan ke Banyuwangi, Ada Destinasi Wisata Ala Primitif

Yuk, Liburan ke Banyuwangi, Ada Destinasi Wisata Ala Primitif

RiauJOS.com, Banyuwangi - Banyuwangi terus menambah destinasi wisatanya. Tak hanya wisata alam, Banyuwangi juga menawarkan destinasi wisata buatan. Satu lagi, karya masyarakat desa menumbuhkan potensi wilayahnya di Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran Banyuwangi. Kali ini, warga desa ini menyulap lahan menjadi kampung primitif.

Kehidupan primitif biasanya kita jumpai di daerah Kalimantan ataupun Papua. Namun di Banyuwangi ada destinasi wisata baru yang menawarkan konsep alam primitif dengan nuansa kembali ke alam. Selain berwisata, pengunjung juga bisa belajar tentang budaya-budaya nusantara yang ada di Indonesia.

Di kampung primitif ini terdapat rumah yang berbentuk bulat dengan dinding yang terbuat dari kayu serta beratapkan jerami. Tak hanya itu, ada beberapa warga berdandan ala suku pedalaman. Lengkap dengan baju dan wajah yang digambar sesuai dengan adat suku pedalaman. Ditambah lagi aksesoris penutup kepala dan koteka.

Kampung Primitif merupakan singkatan dari kata Prima dan Inovatif. Gagasan ide tersebut muncul dari anak muda Desa Purwodadi guna mengembangkan perekonomian masyarakat sekitar.

Kampung Primitif merupakan singkatan dari kata Prima dan Inovatif.

"Wisata ini sengaja mengambil satu tema kampung primitif yang identik dengan pedalaman yang selama ini diidamkan oleh orang kota yang penuh dengan keramaian. Anak-anak muda disini mempunyai ide membuat kampung primitif untuk mengembangkan bakat mereka dalam bidang taman dan ide kreatif lainnya," ujar Subandi Winoto, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Purwodadi, Minggu, 24 Desember 2017.

Menurut Subandi, kampung primitif ini menggambarkan kampung yang apa adanya. Tak hanya itu, kampung ini juga memperkenalkan budaya nusantara.

"Kami mengidolakan orang primitif, masih antara hati dan perkataan itu satu, jadi kampung primitif yang patut di contoh yaitu persatuannya, gotong royongnya, perdamaiannya, edukasinya memperkenalkan budaya-budaya nusantara," tambahnya.

Suasana sejuk alam pedesaan dengan nuansa kembali ke alam, membuat para pengunjung sangat menikmati dan betah seakan-akan berada di jaman peradaban kuno. selain berwisata pengujung juga bisa belajar tentang budaya serta suku-suku di Indonesia.

 Suasana sejuk alam pedesaan dengan nuansa kembali ke alam

"Ya disini dapat banyak pelajaran, di Indonesia ya banyak suku-suku la ini salah satunya dari suku papua dapat dipelajari dari anak ke anak, sudah sering kesini, keunikannya ada di adat rumah papua, dan tempatnya sejuk, senang," ujar Putri Ananda, salah satunya pengunjung seperti dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Tak jarang, pengunjung mengabadikan moment unik ini untuk berselfie bersama warga ala pedalaman dengan latar belakang rumah adat honai khas Papua. Sebelumnya mereka juga bisa menyewa kostum ala primitif, yang sudah disediakan oleh pengelola.

Tak ada tiket masuk untuk berwisata di Kampung Primitif. Namun biasanya pengunjung yang datang hanya memberikan uang kas untuk pembenahan wisata kampung primitif tersebut.

Wisata kampung primitif juga dilengkapi denah wisata, agar para wisatawan bisa menikmati wahana serta berkeliling sepuasnya. Selain itu, wisata kampung primitif juga terdapat sungai yang diatasnya terdapat kayu untuk tempat bermain warga kampung primitif.

Detik