Lagi Heboh! Protes Kebijakan Registrasi SIM Card, Pemuda Ini Bakar Ribuan Kartu Perdana

RiauJOS.com, Malang - Kebijakan pemerintah tentang Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menuai penolakan sebagian masyatakat.

Bahkan pemilik counter-counter yang menjual kartu perdana melakukan aksi nekat dengan membakar ribuan kartu perdana miliknya.

Seperti yang sedang viral di youtube saat ini. Tampak seorang pemuda membakar habis ribuan kartu perdana di tepi jalan.

Dalam video yang diunggah Iley Qaaley Cahannel tampak seorang pemuda dengan mengatakan akan membakar ribuan perdana miliknya sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah tentang pemberlakuan kewajiban registrasi ulang kartu perdana.

"Saya Alfanani, alamat saya Jalan Kiai Haji Wchid Hasyim, Pagelaran Malang, Bah ditrimo bak gak sing penting demo disik (mau diterima mau enggak yang penting demo dulu),"serunya dalam video yang berdurasi kurang lebih 19 menit itu.

Video yang diunggah pada Kamis, 2 November 2017 lalu ini telah ditonton lebih dari 165 ribu pasang mata. Pria bernama Alfanani tersebut tampak membakar habis kartu-kartu perdana miliknya yang kemungkinan sudah tidak laku.

Terdapat ribuan perdana dari berbagai provider seperti Telkomsel, Indosat, Axis, Tri dan lainnya. Perdana tersebut dibakar dengan disiram menggunakan bensin di tepi jalan yang diperkirakan tepat di depan rumah si empunya kartu.

Khawatir disangka hanya membakar bungkus kartu provider, Alfanani mencoba menunjukkan bungkusan kartu yang masih terisi perdana yang dibakarnya.

"Ada isinya semua. Maaf ya, engko dikiro gak ono isine (maaf ya, nanti dikira nggak ada isinya),"ujar Alfanani.

Pria yang berusia sekitar 30 tahunan ini juga meluapkan kekecewaannya dengan membantah teguran orang-orang di sekitarnya.

"Lha lapo wedi ambek pemerintah, wong iki kartu-kartuku dewe kok (kenapa harus takut pemerintah, orang ini kartuku sendiri kok),"serunya membantah.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Grobokan Jawa Tengah. Seorang pebisnis kartu perdana prabayar membakar 3.000 lebih kartu perdana miliknya tanda kemarahan atas kebijakan pemerintah tersebut.

Dalam Peraturan Menteri Kominfo No 21 Tahun 2017 disebutkan setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) hanya bisa digunakan untuk maksimal tiga operator seluler.

Peraturan tersebut juga menjelaskan apabila pelanggan membutuhkan nomor lebib dari tiga maka untuk kartu ke empat pelanggan diharuskan melakukan registrasi ke operator seluler tersebut.

MalangTimes

Lagi Heboh! Protes Kebijakan Registrasi SIM Card, Pemuda Ini Bakar Ribuan Kartu Perdana

Lagi Heboh! Protes Kebijakan Registrasi SIM Card, Pemuda Ini Bakar Ribuan Kartu Perdana

RiauJOS.com, Malang - Kebijakan pemerintah tentang Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) menuai penolakan sebagian masyatakat.

Bahkan pemilik counter-counter yang menjual kartu perdana melakukan aksi nekat dengan membakar ribuan kartu perdana miliknya.

Seperti yang sedang viral di youtube saat ini. Tampak seorang pemuda membakar habis ribuan kartu perdana di tepi jalan.

Dalam video yang diunggah Iley Qaaley Cahannel tampak seorang pemuda dengan mengatakan akan membakar ribuan perdana miliknya sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah tentang pemberlakuan kewajiban registrasi ulang kartu perdana.

"Saya Alfanani, alamat saya Jalan Kiai Haji Wchid Hasyim, Pagelaran Malang, Bah ditrimo bak gak sing penting demo disik (mau diterima mau enggak yang penting demo dulu),"serunya dalam video yang berdurasi kurang lebih 19 menit itu.

Video yang diunggah pada Kamis, 2 November 2017 lalu ini telah ditonton lebih dari 165 ribu pasang mata. Pria bernama Alfanani tersebut tampak membakar habis kartu-kartu perdana miliknya yang kemungkinan sudah tidak laku.

Terdapat ribuan perdana dari berbagai provider seperti Telkomsel, Indosat, Axis, Tri dan lainnya. Perdana tersebut dibakar dengan disiram menggunakan bensin di tepi jalan yang diperkirakan tepat di depan rumah si empunya kartu.

Khawatir disangka hanya membakar bungkus kartu provider, Alfanani mencoba menunjukkan bungkusan kartu yang masih terisi perdana yang dibakarnya.

"Ada isinya semua. Maaf ya, engko dikiro gak ono isine (maaf ya, nanti dikira nggak ada isinya),"ujar Alfanani.

Pria yang berusia sekitar 30 tahunan ini juga meluapkan kekecewaannya dengan membantah teguran orang-orang di sekitarnya.

"Lha lapo wedi ambek pemerintah, wong iki kartu-kartuku dewe kok (kenapa harus takut pemerintah, orang ini kartuku sendiri kok),"serunya membantah.

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Grobokan Jawa Tengah. Seorang pebisnis kartu perdana prabayar membakar 3.000 lebih kartu perdana miliknya tanda kemarahan atas kebijakan pemerintah tersebut.

Dalam Peraturan Menteri Kominfo No 21 Tahun 2017 disebutkan setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) hanya bisa digunakan untuk maksimal tiga operator seluler.

Peraturan tersebut juga menjelaskan apabila pelanggan membutuhkan nomor lebib dari tiga maka untuk kartu ke empat pelanggan diharuskan melakukan registrasi ke operator seluler tersebut.

MalangTimes
Comments
0 Comments