Social Items

Mobil Mogok, Setelah Isi BBM Campur Tercampur Air, Ini Kata Pertamina

RiauJOS.com, Ambarawa - Heboh kasus pertamax yang tercampur air di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 44.506.02, Jalan Raya Ambarawa-Jambu, Kabupaten Semarang, Minggu malam, 5 November 2017.

Area Manager Communication and Relations Jawa Bagian Tengah (JBT) PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari, dalam keterangan persnya, Senin, 6 November 2017 mengatakan, adanya kandungan air dalam pertamax di SPBU Jambu ini disebabkan oleh genangan air di sekitar tangki timbun SPBU setempat. Hal itu sebagai dampak dari hujan deras yang mengguyur wilayah Jambu dan sekitarnya.

"Setelah kami cek, penyebabnya adalah drainase yang tidak dapat membendung debit air sehingga air membanjiri area sekitar tangki timbun pertamax,” kata Andar Titi Lestari.

Andar memastikan bahwa dari hasil investigasinya, hanya tangki timbun BBK jenis pertamax ini saja yang sempat tercampur air di SPBU tersebut. Letak tangki timbun jenis BBK di SPBU Jambu ini memang terpisah dengan tangki timbun produk lainnya.

Pihaknya mengakui, insiden tercampurnya pertamax dengan air ini mengakibatkan sekitar 20 sepeda motor dan sebuah mobil mogok beberapa saat setelah melakukan pengisian bahan bakar di SPBU ini.

"Kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB," imbuhnya.

Namun pihaknya memuji kesigapan dari manajemen SPBU Jambu yang segera mengambil tanggung jawab atas insiden ini.

Pihak pengelola SPBU medatangkan petugas teknisi khusus untuk memperbaiki kendaraan-kendaraan yang mogok tersebut.

Tak hanya itu, setiap kendaraan yang terdampak ini mendapatkan ganti BBM jenis pertalite hingga penuh.

"Sementara penjualan produk Pertamax di SPBU 44.506.02 Jambu kami hentikan guna proses pengurasan air," jelasnya.

Pengurasan tangki timbun pertamax, lanjutnya, dilakukan agar operasional SPBU ini dapat berjalan normal kembali. Karena Pertamina selalu memperhatikan kepuasan dan kualitas produk yang diberikan kepada pelanggannya.

"Kami sudah meminta pengelola SPBU untuk memperhatikan masalah drainase dan keamanan tangki timbun, sehingga kejadian ini tidak terulang kembali," tuntasnya.

Dilaporkan, sebanyak 20 sepeda motor dan sebuah mobil mogok bersamaan setelah diisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax di SPBU Jambu, Kabupaten Semarang, Minggu malam, 5 November 2017. Kerusakan serentak kendaraan-kendaraan itu diduga disebabkan pertamax yang tercampur air.
PT Pertamina (Persero) mengakui adanya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tercampur air di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). BBM yang bercampur dengan air itu telah merugikan konsumen, karena membuat kendaraan mogok.

Dilansir Liputan6, Areal Manager Communication and Relation Pertamina Jawa Bagian Barat Yudi Nugraha mengatakan, tak semua BBM milik Pertamina yang tercampur air. Hanya BBM jenis Biosolar saja, sedangkan BBM jenis lainnya seperti Premium, Pertamax dan Pertalite tidak mengalami hal serupa.

"Itu memang betul tercampur air, yang tercampur air itu hanya Biosolar‎,‎" kata Yudi, di Jakarta, Minggu, 13 November 201.

Lalu bagaimana nasib kendaraan yang rusak akibat mengisi Biosolar bercampur air tersebut?

Yudi menerangkan, jika memang kendaraan terbukti rusak karena mengkonsumsi BBM bercampur air, pemilik kendaraan boleh menghubungi SPBU tempat mengisi BBM yang tercampur air tersebut untuk meminta ganti rugi.

"Jadi semua mobil yang mengalami kerusakan akan diganti. Urusannya ke SPBU dia beli dimana," ucap Yudi.

Untuk kerugian SPBU yang telah menanggung perbaikan mobil yang rusak karena mengkonsumsi BBM bercampur air, Pertamina yang akan menyelesaikan. "Kalau dari SPBU nanti ke Pertamina, itu nanti akan diselesaikan dengan internal," tutur dia.

Yudi mengungkapkan, dugaan awal penyebab adanya kandungan air pada BBM jenis Biosolar, berasal dari biodiesel yang dicampur pada Solar tersebut. Namun untuk mengetahui penyebab lebih pasti saat ini sedang dilakukan penyelidikan.

"Kami melakukan penyelidikan tercampur airnya dimana, kemungkinan dari fame. Tapi tetap yang resmi masih dalam penyelidikan," terangnya.

Tag: exxon mobil oil, mobilpriser, mobil website

Mobil Mogok, Setelah Isi BBM Campur Tercampur Air, Ini Kata Pertamina

Mobil Mogok, Setelah Isi BBM Campur Tercampur Air, Ini Kata Pertamina

RiauJOS.com, Ambarawa - Heboh kasus pertamax yang tercampur air di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 44.506.02, Jalan Raya Ambarawa-Jambu, Kabupaten Semarang, Minggu malam, 5 November 2017.

Area Manager Communication and Relations Jawa Bagian Tengah (JBT) PT Pertamina (Persero), Andar Titi Lestari, dalam keterangan persnya, Senin, 6 November 2017 mengatakan, adanya kandungan air dalam pertamax di SPBU Jambu ini disebabkan oleh genangan air di sekitar tangki timbun SPBU setempat. Hal itu sebagai dampak dari hujan deras yang mengguyur wilayah Jambu dan sekitarnya.

"Setelah kami cek, penyebabnya adalah drainase yang tidak dapat membendung debit air sehingga air membanjiri area sekitar tangki timbun pertamax,” kata Andar Titi Lestari.

Andar memastikan bahwa dari hasil investigasinya, hanya tangki timbun BBK jenis pertamax ini saja yang sempat tercampur air di SPBU tersebut. Letak tangki timbun jenis BBK di SPBU Jambu ini memang terpisah dengan tangki timbun produk lainnya.

Pihaknya mengakui, insiden tercampurnya pertamax dengan air ini mengakibatkan sekitar 20 sepeda motor dan sebuah mobil mogok beberapa saat setelah melakukan pengisian bahan bakar di SPBU ini.

"Kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB," imbuhnya.

Namun pihaknya memuji kesigapan dari manajemen SPBU Jambu yang segera mengambil tanggung jawab atas insiden ini.

Pihak pengelola SPBU medatangkan petugas teknisi khusus untuk memperbaiki kendaraan-kendaraan yang mogok tersebut.

Tak hanya itu, setiap kendaraan yang terdampak ini mendapatkan ganti BBM jenis pertalite hingga penuh.

"Sementara penjualan produk Pertamax di SPBU 44.506.02 Jambu kami hentikan guna proses pengurasan air," jelasnya.

Pengurasan tangki timbun pertamax, lanjutnya, dilakukan agar operasional SPBU ini dapat berjalan normal kembali. Karena Pertamina selalu memperhatikan kepuasan dan kualitas produk yang diberikan kepada pelanggannya.

"Kami sudah meminta pengelola SPBU untuk memperhatikan masalah drainase dan keamanan tangki timbun, sehingga kejadian ini tidak terulang kembali," tuntasnya.

Dilaporkan, sebanyak 20 sepeda motor dan sebuah mobil mogok bersamaan setelah diisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax di SPBU Jambu, Kabupaten Semarang, Minggu malam, 5 November 2017. Kerusakan serentak kendaraan-kendaraan itu diduga disebabkan pertamax yang tercampur air.
PT Pertamina (Persero) mengakui adanya Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tercampur air di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). BBM yang bercampur dengan air itu telah merugikan konsumen, karena membuat kendaraan mogok.

Dilansir Liputan6, Areal Manager Communication and Relation Pertamina Jawa Bagian Barat Yudi Nugraha mengatakan, tak semua BBM milik Pertamina yang tercampur air. Hanya BBM jenis Biosolar saja, sedangkan BBM jenis lainnya seperti Premium, Pertamax dan Pertalite tidak mengalami hal serupa.

"Itu memang betul tercampur air, yang tercampur air itu hanya Biosolar‎,‎" kata Yudi, di Jakarta, Minggu, 13 November 201.

Lalu bagaimana nasib kendaraan yang rusak akibat mengisi Biosolar bercampur air tersebut?

Yudi menerangkan, jika memang kendaraan terbukti rusak karena mengkonsumsi BBM bercampur air, pemilik kendaraan boleh menghubungi SPBU tempat mengisi BBM yang tercampur air tersebut untuk meminta ganti rugi.

"Jadi semua mobil yang mengalami kerusakan akan diganti. Urusannya ke SPBU dia beli dimana," ucap Yudi.

Untuk kerugian SPBU yang telah menanggung perbaikan mobil yang rusak karena mengkonsumsi BBM bercampur air, Pertamina yang akan menyelesaikan. "Kalau dari SPBU nanti ke Pertamina, itu nanti akan diselesaikan dengan internal," tutur dia.

Yudi mengungkapkan, dugaan awal penyebab adanya kandungan air pada BBM jenis Biosolar, berasal dari biodiesel yang dicampur pada Solar tersebut. Namun untuk mengetahui penyebab lebih pasti saat ini sedang dilakukan penyelidikan.

"Kami melakukan penyelidikan tercampur airnya dimana, kemungkinan dari fame. Tapi tetap yang resmi masih dalam penyelidikan," terangnya.

Tag: exxon mobil oil, mobilpriser, mobil website