Social Items

Sungguh, Memilukan..!! Baru Dua Malam Melahirkan, Seorang Ibu dan Bayinya Meninggal Bersamaan

RiauJOS.com, Sumatera Utara - Memilukan.. Seorang ibu dan bayinya meninggal bersamaan, pasca melahirkan dua hari yang lalu. Mereka meninggal di duga karena menghirup asap arang, pada Sabtu 18 November 2017, di dekat SMKN 2 Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra utara (Sumut).

Ibunya, bernama Rosida Ambarita sedangkan bayinya, Butet Manullang. Dikabarkan Bupati Facebook, Yuni Rusmini, diketahui asap arang biasa digunakan dalam upacara adat setiap kali ada seseorang yang baru saja melahirkan, yang berguna untuk menghangatkan ibu dan bayinya. Diduga, ibu dan buah hatinya meninggal bersaman karena keracunan asap arang.


Salah seorang warga berujar, "Sedih lah, kalau karena asap arang, yah ini berarti pentilasi (red: ventilasi) kamar tertutup. Karena asap banyak dari pembakaran arang yang tidak sempurna kurang oksigen.


"Sementara ibu dan anak tidur lemas karena kurang oksigen. Yah pelajaran lah ini. Memang kalau di kampung menggunakan arang biar kamar hangat, tapi harusnya pentilasi baik.," pungkasnya seperti di postingan Bupati Facebook.



Peristiwa kelahiran bayi yang seharusnya manjadikan tangis bahagia, namun atas peristiwa itu menjadi tangis pilu keluarga yang menantikan kelahiran si bayi yang baru keluar dari perut ibu si bayi baru melahirkan itu, dan suara bayi nangis baru lahir pun, kini tidak lagi bisa didengar.

Sungguh, Memilukan..!! Baru Dua Malam Melahirkan, Seorang Ibu dan Bayinya Meninggal Bersamaan

Sungguh, Memilukan..!! Baru Dua Malam Melahirkan, Seorang Ibu dan Bayinya Meninggal Bersamaan

RiauJOS.com, Sumatera Utara - Memilukan.. Seorang ibu dan bayinya meninggal bersamaan, pasca melahirkan dua hari yang lalu. Mereka meninggal di duga karena menghirup asap arang, pada Sabtu 18 November 2017, di dekat SMKN 2 Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra utara (Sumut).

Ibunya, bernama Rosida Ambarita sedangkan bayinya, Butet Manullang. Dikabarkan Bupati Facebook, Yuni Rusmini, diketahui asap arang biasa digunakan dalam upacara adat setiap kali ada seseorang yang baru saja melahirkan, yang berguna untuk menghangatkan ibu dan bayinya. Diduga, ibu dan buah hatinya meninggal bersaman karena keracunan asap arang.


Salah seorang warga berujar, "Sedih lah, kalau karena asap arang, yah ini berarti pentilasi (red: ventilasi) kamar tertutup. Karena asap banyak dari pembakaran arang yang tidak sempurna kurang oksigen.


"Sementara ibu dan anak tidur lemas karena kurang oksigen. Yah pelajaran lah ini. Memang kalau di kampung menggunakan arang biar kamar hangat, tapi harusnya pentilasi baik.," pungkasnya seperti di postingan Bupati Facebook.



Peristiwa kelahiran bayi yang seharusnya manjadikan tangis bahagia, namun atas peristiwa itu menjadi tangis pilu keluarga yang menantikan kelahiran si bayi yang baru keluar dari perut ibu si bayi baru melahirkan itu, dan suara bayi nangis baru lahir pun, kini tidak lagi bisa didengar.