RiauJOS.com, Pekalongan - Kabar memiriskan hati ini, membuat siapa saja kelu, dan tidak akan tega dengan kondisi si Balita.

Bupati Facebook, Yuni Rusmini melaporkan, bahwa kondisi anak yang ditusuk perutnya oleh Ibunya sendiri, dalam keadaan selamat. Berikut laporan Yuni.



Bismillahhirohmanirrohim......

Buat sahabatku dimanapun berada , terkait postingan saya tadi pagi, seorang ibu yg menusuk Anak balitanya Ini....

https://m.facebook.com/story.php… , Alhamdulillah ,kondisi Anak selamat, yg Mana td pagi sungguh miris , ususnya sampek keluar, lgsg di operasi, Dan skrg kondisi membaik. (Lihat foto).

Namun disisi lain , sy Akan cb menceritakan dari info yg sy dpt , yaitu teman ibu tsb sesama wali murid di sklh anaknya yg SD(maaf tdk sy sebut namanya) maupun tetangganya.

Ibu tersangka Ini bernama syarini , berasal dari Bandung. Dan mempunyai 2 Anak , Dengan suaminya berasal dari padang ( Sy BLM Tau namanya ),. Mereka merantau di pekalongan tsb , dgn mengontrqk rumah Dan sebuah kios untuk usahanya di pasar bojong tsb. Namun prahara rumah tangganya datang, Sekitar setahun yg lalu.

Sang suami punya selingkuhan. Setelah ketahuan , justru nekad minggat dgn selingkuhannya membawa kabur dagangan isi toko Dan uang. Ibu Ini hrs berjuang sendiri dgn usahanya dari nol sambil merawat 2 anaknya ,yg satu SD (yg td pg menyelamatkan ketika dia mau bunuh diri ,setelah menusuk anaknya).Dan yg satu masih balita yg tadi di tusuk. Perjuangan Hidup di tanah rantau,tanpa saudara, kerabat , Mgkn tdk lah ringan , ditambahi Sakit hati pd pasangannya.

Hari berjalan , tdk terasa kontrakan rumah Dan kios ternyata jg habis. Untuk kios , kontrakannya 20 juta per tahun, sdg rumah yg ditinggali jg ngontrak (BLM Tau berapa kontrakan nya pertahun). Berkali yg punya kios menagih, ibu Ini gk bisa berbuat APA", cm jwb nunggu kiriman dari keluarganya di Bandung. Akhirnya ibu Ini berangkat ke Bandung menemui ibunya bernama syareni.

Dan kmrn mlm sdh pulang di pekalongan Sekitar pukul 22:00 wib. Tiba " pagi tadi terjadilah kejadian tsb. Dia nekat menusuk anaknya Dan stlh Itu mau bunuh diri.



Alhamdulillah , anaknya selamat, ibu Ini jg slmt dari bunuh dirinya krn digagalkan Anak pertamanya.

Kini ibu Ini harus terpisah dgn anaknya yg dlm kondisi Sakit, Krn hrs menjalani pemeriksaan di kantor polisi, Dan ditahan .

Ya Allah , sy berharap dgn postingan ini, keluarga ibu Ini yg dr Bandung , ortu, saudara maupun sanak famili, baca postingan sy , Tlg dtg Dan dampingi kedua anaknya, dr syock Dan trauma. Jg support ibunya ,utk kondisi mental Dan hatinya dlm menjalani proses hukum.

Juga sy berharap dgn postingan ini, suami YG tlh Meninggalkan Anak Dan Istrinya dgn selingkuhannya (Mgkn skrg Istrinya ) dgn rumah tangga barunya, ortu suami, saudara suami ,kerabat semua dari PADANG....Tlg lihat Dan datangilah Anak" nya ....didalam Hidup tdk Ada kata bekas Anak , Anak ttp lah Anak hingga Meninggal dunia Dan Hidup di akhirat .

#viralkan demi peduli kemanusiaan agar info tersampaikan.

#yunirismini fb

#tags KPAI , YPPAI



Balita yang Ditusuk Perutnya oleh Ibunya hingga Ususnya Keluar, Alhamdulillah Selamat..


RiauJOS.com, Pekalongan - Kabar memiriskan hati ini, membuat siapa saja kelu, dan tidak akan tega dengan kondisi si Balita.

Bupati Facebook, Yuni Rusmini melaporkan, bahwa kondisi anak yang ditusuk perutnya oleh Ibunya sendiri, dalam keadaan selamat. Berikut laporan Yuni.



Bismillahhirohmanirrohim......

Buat sahabatku dimanapun berada , terkait postingan saya tadi pagi, seorang ibu yg menusuk Anak balitanya Ini....

https://m.facebook.com/story.php… , Alhamdulillah ,kondisi Anak selamat, yg Mana td pagi sungguh miris , ususnya sampek keluar, lgsg di operasi, Dan skrg kondisi membaik. (Lihat foto).

Namun disisi lain , sy Akan cb menceritakan dari info yg sy dpt , yaitu teman ibu tsb sesama wali murid di sklh anaknya yg SD(maaf tdk sy sebut namanya) maupun tetangganya.

Ibu tersangka Ini bernama syarini , berasal dari Bandung. Dan mempunyai 2 Anak , Dengan suaminya berasal dari padang ( Sy BLM Tau namanya ),. Mereka merantau di pekalongan tsb , dgn mengontrqk rumah Dan sebuah kios untuk usahanya di pasar bojong tsb. Namun prahara rumah tangganya datang, Sekitar setahun yg lalu.

Sang suami punya selingkuhan. Setelah ketahuan , justru nekad minggat dgn selingkuhannya membawa kabur dagangan isi toko Dan uang. Ibu Ini hrs berjuang sendiri dgn usahanya dari nol sambil merawat 2 anaknya ,yg satu SD (yg td pg menyelamatkan ketika dia mau bunuh diri ,setelah menusuk anaknya).Dan yg satu masih balita yg tadi di tusuk. Perjuangan Hidup di tanah rantau,tanpa saudara, kerabat , Mgkn tdk lah ringan , ditambahi Sakit hati pd pasangannya.

Hari berjalan , tdk terasa kontrakan rumah Dan kios ternyata jg habis. Untuk kios , kontrakannya 20 juta per tahun, sdg rumah yg ditinggali jg ngontrak (BLM Tau berapa kontrakan nya pertahun). Berkali yg punya kios menagih, ibu Ini gk bisa berbuat APA", cm jwb nunggu kiriman dari keluarganya di Bandung. Akhirnya ibu Ini berangkat ke Bandung menemui ibunya bernama syareni.

Dan kmrn mlm sdh pulang di pekalongan Sekitar pukul 22:00 wib. Tiba " pagi tadi terjadilah kejadian tsb. Dia nekat menusuk anaknya Dan stlh Itu mau bunuh diri.



Alhamdulillah , anaknya selamat, ibu Ini jg slmt dari bunuh dirinya krn digagalkan Anak pertamanya.

Kini ibu Ini harus terpisah dgn anaknya yg dlm kondisi Sakit, Krn hrs menjalani pemeriksaan di kantor polisi, Dan ditahan .

Ya Allah , sy berharap dgn postingan ini, keluarga ibu Ini yg dr Bandung , ortu, saudara maupun sanak famili, baca postingan sy , Tlg dtg Dan dampingi kedua anaknya, dr syock Dan trauma. Jg support ibunya ,utk kondisi mental Dan hatinya dlm menjalani proses hukum.

Juga sy berharap dgn postingan ini, suami YG tlh Meninggalkan Anak Dan Istrinya dgn selingkuhannya (Mgkn skrg Istrinya ) dgn rumah tangga barunya, ortu suami, saudara suami ,kerabat semua dari PADANG....Tlg lihat Dan datangilah Anak" nya ....didalam Hidup tdk Ada kata bekas Anak , Anak ttp lah Anak hingga Meninggal dunia Dan Hidup di akhirat .

#viralkan demi peduli kemanusiaan agar info tersampaikan.

#yunirismini fb

#tags KPAI , YPPAI



Comments
0 Comments