Melonggok Kondisi Terkini Alexis 'Surga Dunia'

RiauJOS.com, Jakarta - Sebelum izin usaha Hotel Alexis tak diperpanjang Pemprov DKI, wartawan susah sekali menginjakkan kaki di lobi hotel, apalagi ke lantai 7 yang terkenal itu.

Biasanya, satpam akan langsung mengenali wartawan dan menyapa. Sapaan itu bukan untuk mempersilakan masuk, melainkan mempersilakan meninggalkan lingkungan hotel tersebut.

Namun, pada Selasa siang, 31 Rabu 2017, Legal Corporate Hotel Alexis Lina Novita mempersilakan jurnalis untuk melihat lantai 7 alias Griya Pijat Alexis.

Seorang jurnalis  Kompas, yang bisa menyaksikan langsung kondisi di lantai yang terkenal tersebut.

Berikut video stremaing langsung, kondisi terkini Alexis yang dilaporkan Kompas:



Kondisi Alexis Terkini


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan tidak memperpanjang izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis.

Dilaporkan Kompas, yang menyambangi Alexis di Jalan R.E Martadinata, Jakarta Utara tersebut, Rabu, 1 November 2017. Area hotel tertutup oleh pembatas dari besi berwarna merah dan putih. Tak ada mobil maupun kendaraan bermotor lainnya yang keluar masuk area Alexis. Selain itu, tak terlihat petugas yang berjaga di bagian lobi hotel. Hanya terlihat dua pria berseragam berwarna hitam yang berjaga di sana.

"(Di sini) hanya ada security dan housekeeping saja (yang bekerja). (pekerja) yang lainnya sudah tidak ada, kosong," kata salah seorang pria berseragam hitam kepada Kompas.com di lokasi.

Tak ada lagi nama Alexis di bagian depan hotel. Kemudian di bagian lobi hotel terdapat sebuah pengumuman, "Annoucement: Alexis Hotel and Spa is not in operation until further notice".

"(logo Alexis) sudah dicabut setelah konferensi pers kemarin," kata pria yang enggan disebutkan identitasnya tersebut.


Adapun penutupan Alexis merupakan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Anies-Sandiaga sudah menggaungkan rencananya ini sejak kampanye sebagai cagub dan cawagub pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Anies-Sandi menginginkan tak ada lagi kegiatan prostitusi di Jakarta.
Alexis seharusnya sudah tidak bisa beroperasi sejak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta menerbitkan surat pada Jumat, 27 Oktober 2017.

Surat itu menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta belum dapat memproses permohonan tanda daftar usaha pariwisata Alexis. Sementara itu, Manajemen Hotel Alexis sebelumnya menyatakan selalu taat membayar pajak. Besar pajak yang mereka bayarkan per tahun mencapai Rp 30 miliar.

Angka itu merupakan akumulasi dari semua unit usaha yang ada di Hotel Alexis, mulai dari restoran, griya pijat, hingga spa.

Kompas

Melonggok Kondisi Terkini 'Surga Dunia' Alexis

Melonggok Kondisi Terkini Alexis 'Surga Dunia'

RiauJOS.com, Jakarta - Sebelum izin usaha Hotel Alexis tak diperpanjang Pemprov DKI, wartawan susah sekali menginjakkan kaki di lobi hotel, apalagi ke lantai 7 yang terkenal itu.

Biasanya, satpam akan langsung mengenali wartawan dan menyapa. Sapaan itu bukan untuk mempersilakan masuk, melainkan mempersilakan meninggalkan lingkungan hotel tersebut.

Namun, pada Selasa siang, 31 Rabu 2017, Legal Corporate Hotel Alexis Lina Novita mempersilakan jurnalis untuk melihat lantai 7 alias Griya Pijat Alexis.

Seorang jurnalis  Kompas, yang bisa menyaksikan langsung kondisi di lantai yang terkenal tersebut.

Berikut video stremaing langsung, kondisi terkini Alexis yang dilaporkan Kompas:



Kondisi Alexis Terkini


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan tidak memperpanjang izin usaha Hotel dan Griya Pijat Alexis.

Dilaporkan Kompas, yang menyambangi Alexis di Jalan R.E Martadinata, Jakarta Utara tersebut, Rabu, 1 November 2017. Area hotel tertutup oleh pembatas dari besi berwarna merah dan putih. Tak ada mobil maupun kendaraan bermotor lainnya yang keluar masuk area Alexis. Selain itu, tak terlihat petugas yang berjaga di bagian lobi hotel. Hanya terlihat dua pria berseragam berwarna hitam yang berjaga di sana.

"(Di sini) hanya ada security dan housekeeping saja (yang bekerja). (pekerja) yang lainnya sudah tidak ada, kosong," kata salah seorang pria berseragam hitam kepada Kompas.com di lokasi.

Tak ada lagi nama Alexis di bagian depan hotel. Kemudian di bagian lobi hotel terdapat sebuah pengumuman, "Annoucement: Alexis Hotel and Spa is not in operation until further notice".

"(logo Alexis) sudah dicabut setelah konferensi pers kemarin," kata pria yang enggan disebutkan identitasnya tersebut.


Adapun penutupan Alexis merupakan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Anies-Sandiaga sudah menggaungkan rencananya ini sejak kampanye sebagai cagub dan cawagub pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Anies-Sandi menginginkan tak ada lagi kegiatan prostitusi di Jakarta.
Alexis seharusnya sudah tidak bisa beroperasi sejak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DKI Jakarta menerbitkan surat pada Jumat, 27 Oktober 2017.

Surat itu menyatakan bahwa Pemprov DKI Jakarta belum dapat memproses permohonan tanda daftar usaha pariwisata Alexis. Sementara itu, Manajemen Hotel Alexis sebelumnya menyatakan selalu taat membayar pajak. Besar pajak yang mereka bayarkan per tahun mencapai Rp 30 miliar.

Angka itu merupakan akumulasi dari semua unit usaha yang ada di Hotel Alexis, mulai dari restoran, griya pijat, hingga spa.

Kompas
Comments
0 Comments