RiauJOS.com, Pekanbaru - Motif pelaku pembunuhan terhadap Ibu tiri vokalis The Rain, Cici Anisa 33 tahun ahkirnya terungkap. Polresta Pekanbaru meringkus pelaku pembunuh Ibu tiri vokalis The Rain, Indra Prasta. Motifnya, pelaku sakit hati karena sehabis kencan dimintai bayaran Rp.500 ribu. Pelaku kesal, kiranya bisa kencan gratis karena atas dasar suka sama suka, tapi ternyata korban minta sejumlah uang.

Dilaporkan Detik, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto kepada wartawan, Selasa, 10 Oktober 2017 Bimo menjelaskan tersangkanya Ahmad Faisal Hanafi, 20 tahun, warga Mojokerto, Jawa Timur.

"Tersangka telah mengakui perbuatannya membunuh korban dengan cara memukul kepala korban dengan meja yang ada di dalam kamar hotel. Setelah itu, dibekap dengan bantal," kata Bimo.

Menurut keterangan tersangka, kata Bimo, perbuatan itu dilakukannya karena merasa sakit hati. Selama ini, keduanya berkenalan lewat medsos Beetalk. Dalam percakapan, keduanya sepakat bertemu di Hotel Parmas Paus, Jl Paus, Pekanbaru, pada 17 September lalu.

Setelah bertemu, keduanya berkencan di kamar hotel. Setelah berkencan, keduanya terlibat adu mulut.

"Tersangka merasa sakit hati, karena korban usai kencan minta bayaran. Tersangka mengaku dikira kencan itu suka sama suka. Karena kesal, makanya dibunuh. Korban dia bunuh saat lagi tidur," kata Bimo.

Kini tersangka sudah diamankan pihak Polresta Pekanbaru setelah ditangkap di kampung halamannya, Mojokerto, Jatim.

Pengakuan Suami Cici dan Hasil Penyelidikan Polisi


Cici Anisa ditemukan tewas mengenaskan di kamar hotel di Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Minggu, 17 September 2017.

Cici Anisa alias Nisa merupakan warga Jalan Wijaya, RT 004 RW 003 Kelurahan Kedung Sari, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.

Diketahui ternyata Cici adalah ibu tiri dari vokalis The Rain, Indra Prasta. Hal itu diungkapkan langsung oleh suami korban, Sudarman, 70 tahun, Senin, 18 September 2017.

Sudarman sendiri adalah ayah kandung dari Indra Prasta sementara Cici merupakan istri kedua Sudarman.

"Iya benar, Almarhumah merupakan ibu tiri dari Indra," ungkap Sudarman ditemui di kediamannnya di Jalan Wijaya, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.

Sudarman mengatakan, dari korban ia juga memiliki seorang anak bernama Erlangga yang kini berusia 9 tahun.

"Saya sudah sampaikan kepada Indra perihal almarhumah. Indra tentunya sedih. Namun tidak bisa ke Pekanbaru karena masih terikat kontrak show dengan bandnya," ungkap Sudarman.



Saat itu jasad korban ditemukan pada pukul 12.30 WIB. Cici Tewas di hotel. Hal itu diketahui bermula dari penjaga hotel, Fandi yang ingin melakukan pemeriksaan kamar hotel untuk memastikan penghuni yang akan check out atau yang akan memperpanjang sewa kamar.

Saat saksi memeriksa kamar 137 tempat korban menginap, ia tidak mendapatkan jawaban ketika menggedor pintu beberapa kali.

Namun, di dalam kamar terdengar suara televisi. Hal itulah yang membuat saksi curiga dan kemudian melaporkan kejadian ini kepada manager hotel.

Selanjutnya, manager hotel menyuruh saksi untuk membuka kamar 137 dengan kunci cadangan. Saat itu, korban ditemukan dengan posisi terlentang hanya dengan mengenakan celana dalam.

Wajah korban ditutupi bantal dan ada bercak darah. Fandi langsung melaporkan ke manager hotel dan langsung melaporkan polisi setempat.

Menurut pihak kepolisian, Cici Anisa Wahab dipastikan menjadi korban pembunuhan. Hal ini diketahuhi dari hasil pemeriksaan jasad korban.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya AKP, Sihol Sitinjak saat dikonfirmasi menjelaskan penyebab kematian sang korban.

"Diduga korban dianiaya dengan cara dipukul dengan benda tumpul di bagian kepala hingga korban tewas," terangnya.



Selang sebulan melakukan penyelidikan dan pengejaran, aparat kepolisian dari Satreskrim Polresta Pekanbaru akhirnya sukses meringkus pelaku pembunuhan terhadap Cici.

Pelaku berinisial AFH, 20 tahun. Ia ditangkap petugas di daerah Mojokerto, Jawa Timur, Jumat, 6 Oktober 2017.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto mengatakan, pelaku dapat ditangkap setelah pihaknya berhasil mengumpulkan informasi dan melakukan analisa mendalam terhadap kasus pembunuhan ini.

"Tim berangkat ke Mojokerto pada Kamis, 5 Oktober 2017. Selanjutnya dengan di back up personel Sateskrim Polresta Mojokerto, tim mendapatkan informasi keberadaan pelaku," sebut dia, Senin, 9 Oktober 2017 seperti dilansir Tribun Pekanbaru.

keesokan harinya sekitar pukul 23.00 WIB, tim berhasil menangkap dan mengamankan diduga pelaku pembunuhan terhadap Cici.

"Ia ditangkap di Dusun Kangkungan Desa Kemantren RT 15 RW 04 Kabupaten Mojokerto Jawa Timur," sambung Bimo.

AFH ini merasa kesal dan sakit hati lantaran korban meminta bayaran kepadanya usai begituan di kamar hotel.

"Iya benar, pengakuannya seperti itu," ujar Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi membenarkan saat dikonfirmasi.

Pengakuan pelaku, korbanlah yang mengajak ia ke hotel. Sebelum bertemu, ia sudah beberapa kali berkomunikasi dengan korban melalui sebuah aplikasi media sosial (medsos).

Pelaku awalnya memang kenal dengan korban lewat aplikasi medsos tersebut. Hingga akhirnya, peristiwa mengerikan itu terjadi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku terungkap, AFH mengakui melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara memukul kepala korban dengan meja kecil bulat sebanyak 3 kali.

"Setelah memukul kepala korban, ia lalu membekap korban menggunakan bantal dan selimut hingga korban tidak bergerak lagi," terang Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto

Bimo menambahkan, saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, jasad cici langsung dikebumikan pada Senin, 18 September 2017. Hal ini diungkapkan salah satu kerabat almarhumah di rumah duka yang terletak di Jalan Wijaya Kecamatan Sukajadi.

Detik/TribunPekanbaru/TribunJambi

Terungkap! Motif Pelaku Pembunuh Ibu Tiri Vokalis The Rain.. Mau Kencan Gratisan di Hotel


RiauJOS.com, Pekanbaru - Motif pelaku pembunuhan terhadap Ibu tiri vokalis The Rain, Cici Anisa 33 tahun ahkirnya terungkap. Polresta Pekanbaru meringkus pelaku pembunuh Ibu tiri vokalis The Rain, Indra Prasta. Motifnya, pelaku sakit hati karena sehabis kencan dimintai bayaran Rp.500 ribu. Pelaku kesal, kiranya bisa kencan gratis karena atas dasar suka sama suka, tapi ternyata korban minta sejumlah uang.

Dilaporkan Detik, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto kepada wartawan, Selasa, 10 Oktober 2017 Bimo menjelaskan tersangkanya Ahmad Faisal Hanafi, 20 tahun, warga Mojokerto, Jawa Timur.

"Tersangka telah mengakui perbuatannya membunuh korban dengan cara memukul kepala korban dengan meja yang ada di dalam kamar hotel. Setelah itu, dibekap dengan bantal," kata Bimo.

Menurut keterangan tersangka, kata Bimo, perbuatan itu dilakukannya karena merasa sakit hati. Selama ini, keduanya berkenalan lewat medsos Beetalk. Dalam percakapan, keduanya sepakat bertemu di Hotel Parmas Paus, Jl Paus, Pekanbaru, pada 17 September lalu.

Setelah bertemu, keduanya berkencan di kamar hotel. Setelah berkencan, keduanya terlibat adu mulut.

"Tersangka merasa sakit hati, karena korban usai kencan minta bayaran. Tersangka mengaku dikira kencan itu suka sama suka. Karena kesal, makanya dibunuh. Korban dia bunuh saat lagi tidur," kata Bimo.

Kini tersangka sudah diamankan pihak Polresta Pekanbaru setelah ditangkap di kampung halamannya, Mojokerto, Jatim.

Pengakuan Suami Cici dan Hasil Penyelidikan Polisi


Cici Anisa ditemukan tewas mengenaskan di kamar hotel di Jalan Paus, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Minggu, 17 September 2017.

Cici Anisa alias Nisa merupakan warga Jalan Wijaya, RT 004 RW 003 Kelurahan Kedung Sari, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.

Diketahui ternyata Cici adalah ibu tiri dari vokalis The Rain, Indra Prasta. Hal itu diungkapkan langsung oleh suami korban, Sudarman, 70 tahun, Senin, 18 September 2017.

Sudarman sendiri adalah ayah kandung dari Indra Prasta sementara Cici merupakan istri kedua Sudarman.

"Iya benar, Almarhumah merupakan ibu tiri dari Indra," ungkap Sudarman ditemui di kediamannnya di Jalan Wijaya, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru.

Sudarman mengatakan, dari korban ia juga memiliki seorang anak bernama Erlangga yang kini berusia 9 tahun.

"Saya sudah sampaikan kepada Indra perihal almarhumah. Indra tentunya sedih. Namun tidak bisa ke Pekanbaru karena masih terikat kontrak show dengan bandnya," ungkap Sudarman.



Saat itu jasad korban ditemukan pada pukul 12.30 WIB. Cici Tewas di hotel. Hal itu diketahui bermula dari penjaga hotel, Fandi yang ingin melakukan pemeriksaan kamar hotel untuk memastikan penghuni yang akan check out atau yang akan memperpanjang sewa kamar.

Saat saksi memeriksa kamar 137 tempat korban menginap, ia tidak mendapatkan jawaban ketika menggedor pintu beberapa kali.

Namun, di dalam kamar terdengar suara televisi. Hal itulah yang membuat saksi curiga dan kemudian melaporkan kejadian ini kepada manager hotel.

Selanjutnya, manager hotel menyuruh saksi untuk membuka kamar 137 dengan kunci cadangan. Saat itu, korban ditemukan dengan posisi terlentang hanya dengan mengenakan celana dalam.

Wajah korban ditutupi bantal dan ada bercak darah. Fandi langsung melaporkan ke manager hotel dan langsung melaporkan polisi setempat.

Menurut pihak kepolisian, Cici Anisa Wahab dipastikan menjadi korban pembunuhan. Hal ini diketahuhi dari hasil pemeriksaan jasad korban.

Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya AKP, Sihol Sitinjak saat dikonfirmasi menjelaskan penyebab kematian sang korban.

"Diduga korban dianiaya dengan cara dipukul dengan benda tumpul di bagian kepala hingga korban tewas," terangnya.



Selang sebulan melakukan penyelidikan dan pengejaran, aparat kepolisian dari Satreskrim Polresta Pekanbaru akhirnya sukses meringkus pelaku pembunuhan terhadap Cici.

Pelaku berinisial AFH, 20 tahun. Ia ditangkap petugas di daerah Mojokerto, Jawa Timur, Jumat, 6 Oktober 2017.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto mengatakan, pelaku dapat ditangkap setelah pihaknya berhasil mengumpulkan informasi dan melakukan analisa mendalam terhadap kasus pembunuhan ini.

"Tim berangkat ke Mojokerto pada Kamis, 5 Oktober 2017. Selanjutnya dengan di back up personel Sateskrim Polresta Mojokerto, tim mendapatkan informasi keberadaan pelaku," sebut dia, Senin, 9 Oktober 2017 seperti dilansir Tribun Pekanbaru.

keesokan harinya sekitar pukul 23.00 WIB, tim berhasil menangkap dan mengamankan diduga pelaku pembunuhan terhadap Cici.

"Ia ditangkap di Dusun Kangkungan Desa Kemantren RT 15 RW 04 Kabupaten Mojokerto Jawa Timur," sambung Bimo.

AFH ini merasa kesal dan sakit hati lantaran korban meminta bayaran kepadanya usai begituan di kamar hotel.

"Iya benar, pengakuannya seperti itu," ujar Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi membenarkan saat dikonfirmasi.

Pengakuan pelaku, korbanlah yang mengajak ia ke hotel. Sebelum bertemu, ia sudah beberapa kali berkomunikasi dengan korban melalui sebuah aplikasi media sosial (medsos).

Pelaku awalnya memang kenal dengan korban lewat aplikasi medsos tersebut. Hingga akhirnya, peristiwa mengerikan itu terjadi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku terungkap, AFH mengakui melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara memukul kepala korban dengan meja kecil bulat sebanyak 3 kali.

"Setelah memukul kepala korban, ia lalu membekap korban menggunakan bantal dan selimut hingga korban tidak bergerak lagi," terang Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto

Bimo menambahkan, saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, jasad cici langsung dikebumikan pada Senin, 18 September 2017. Hal ini diungkapkan salah satu kerabat almarhumah di rumah duka yang terletak di Jalan Wijaya Kecamatan Sukajadi.

Detik/TribunPekanbaru/TribunJambi