Cemburu Buta, Suami Kapak Kepala Istri hingga Berdarah-darah dan akhirnya Mati

RiauJOS.com, Kampar - Sarmi 35 tahun, seorang perempuan warga Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau tewas ditangan suaminya sendiri, berinisial Sp, akibat terluka di bagian kepala terkena sabetan kapak.

Peristiwa sadis dan memilukan itu, terjadi pada Kamis siang, 19 Oktober 2017. Menurut pihak kepolisian, Sp nekat mengkampak istrinya sendiri, karena cemburu buta, pria 41 tahun ini menduga kalau istrinya sudah berselingkuh, meski ia mengaku tidak pernah melihatnya secara langsung.

"Saat kita interogasi, katanya karena cemburu dengan sang istri. Namun hal tersebut akan kita dalami lagi, soalnya yang bersangkutan masih belum stabil jawabannya, dan ngelantur," jawab Kapolsek XIII Koto Kampar AKP Handoko Sujaryanto, Kamis sore.

Handoko menjelaskan, beberapa saat setelah aksi itu, keluarga korban sempat dihubungi supaya datang ke rumah untuk melihat kondisi Sarmi.  "Ditelpon adik iparnya dan diminta datang, katanya korban sudah dikapak kepalanya," katanya seperti diwartakan GoRiau.

Pihak keluarga bergegas ke rumah korban untuk memastikannya. Begitu sampai, Sarmi sudah berdarah-darah dan langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat pertolongan medis. Nahas, nyawa perempuan itu tak berhasil terselamatkan.

Lantas, keluarga mendatangi Mapolsek untuk melaporkan kejadian tersebut. Tak butuh waktu lama bagi aparat berwajib meringkus Sp. Beberapa jam kemudian, pelaku diciduk tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke kantor polisi.

"Saat itu yang bersangkutan sudah diamankan oleh sekuriti perusahaan tempat pelaku bekerja (Sebagai buruh panen sawit, red). Dua orang saksi sudah kita mintai keterangannya terkait kejadian tersebut," yakin AKP Handoko Sujaryanto.

Selain mengamankan pria tersebut, aparat kepolisian turut menyita barang bukti, diantaranya sebilah Kapak yang digunakan untuk menghabisi korban serta pakaian yang sudah berlumuran darah. Selain itu, aparat juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (Olah TKP).

Cemburu Buta, Suami Kapak Kepala Istri hingga Berdarah-darah dan akhirnya Mati

Cemburu Buta, Suami Kapak Kepala Istri hingga Berdarah-darah dan akhirnya Mati

RiauJOS.com, Kampar - Sarmi 35 tahun, seorang perempuan warga Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar Provinsi Riau tewas ditangan suaminya sendiri, berinisial Sp, akibat terluka di bagian kepala terkena sabetan kapak.

Peristiwa sadis dan memilukan itu, terjadi pada Kamis siang, 19 Oktober 2017. Menurut pihak kepolisian, Sp nekat mengkampak istrinya sendiri, karena cemburu buta, pria 41 tahun ini menduga kalau istrinya sudah berselingkuh, meski ia mengaku tidak pernah melihatnya secara langsung.

"Saat kita interogasi, katanya karena cemburu dengan sang istri. Namun hal tersebut akan kita dalami lagi, soalnya yang bersangkutan masih belum stabil jawabannya, dan ngelantur," jawab Kapolsek XIII Koto Kampar AKP Handoko Sujaryanto, Kamis sore.

Handoko menjelaskan, beberapa saat setelah aksi itu, keluarga korban sempat dihubungi supaya datang ke rumah untuk melihat kondisi Sarmi.  "Ditelpon adik iparnya dan diminta datang, katanya korban sudah dikapak kepalanya," katanya seperti diwartakan GoRiau.

Pihak keluarga bergegas ke rumah korban untuk memastikannya. Begitu sampai, Sarmi sudah berdarah-darah dan langsung dibawa ke klinik terdekat untuk mendapat pertolongan medis. Nahas, nyawa perempuan itu tak berhasil terselamatkan.

Lantas, keluarga mendatangi Mapolsek untuk melaporkan kejadian tersebut. Tak butuh waktu lama bagi aparat berwajib meringkus Sp. Beberapa jam kemudian, pelaku diciduk tanpa perlawanan dan langsung dibawa ke kantor polisi.

"Saat itu yang bersangkutan sudah diamankan oleh sekuriti perusahaan tempat pelaku bekerja (Sebagai buruh panen sawit, red). Dua orang saksi sudah kita mintai keterangannya terkait kejadian tersebut," yakin AKP Handoko Sujaryanto.

Selain mengamankan pria tersebut, aparat kepolisian turut menyita barang bukti, diantaranya sebilah Kapak yang digunakan untuk menghabisi korban serta pakaian yang sudah berlumuran darah. Selain itu, aparat juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (Olah TKP).

Comments
0 Comments