RiauJOS.com, Kaltim - Seekor Orangutan Kalimantan Timur (Pongo Pygmaeus Morio) dilaporkan tersesat di pemukiman warga, di Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kalimantan Timur. Berbagai cara dilakukan warga untuk menangkap Orangutan malang itu, hingga ada yang menembaknya menggunakan senapan angin.

Orangutan merupakan satwa yang dilindung itu terlihat di permukiman warga sejak Rabu, 18 Oktober 2017. Warga pun berusaha menangkapnya, dan belum jelas apa tujuan warga berbondong-bondong untuk menangkap Orangutan malang itu.


"Sudah dari kemarin mas, terlihat di sekitar permukiman. Awalnya sedikit orang yang tahu," kata warga Sebulu Modern, Joko, Kamis malam, 19 Oktober 2017 dikutip Riau JOS dari laman Merdeka.

Belakangan, semakin banyak warga yang mengetahui keberadaan Orangutan malang yang usianya sudah dewasa itu. Siang ini, warga pun beramai-ramai berupaya menangkapnya, Orangutan itu terlihat panik, dan tidak bisa tenang.

Awalnya ada yang pakai tali. Tapi lama-lama ada yang pakai senapan angin

"Awalnya ada yang pakai tali. Tapi lama-lama ada yang pakai senapan angin, ada juga yang pakai parang,".

"Ya, senapan angin itu, ditembakkan ke orangutan itu. Juga ada yang pakai parang, tapi sepertinya mental. Khawatirnya warga sini, orangutan itu masuk rumah karena ada yang rumahnya sempat dimasuki orangutan itu," ujar Joko.

Joko berharap, pihak terkait bisa segera turun tangan, mengamankan orangutan dengan cara lebih persuasif, agar tidak melukai bahkan mematikan satwa primata itu.

"Menurut saya harus cepat ditangani ya. Kalau nggak kasihan. Siang tadi sebelum ramai-ramai mau ditangkap, orangutan itu sempat naik pohon kelapa makan batang pohon kelapa," ungkap Joko.

Sepertinya memang dia lagi lapar

"Sepertinya memang dia lagi lapar, kelaparan, karena dikejar buat ditangkap, seperti sedang stres. Sekarang, setelah tadi siang orangutannya ada di sebulu dekat Sungai, sekarang ada di daerah Sebulu Modern," tambah Sofyan, warga Sebulu.

Wartawan Merdeka sudah berupaya mengonfirmasi Kepala BKSDA Kalimantan Timur Sunandar Trigunajasa berulang kali. Namun sayang, belum mendapatkan respon.

Penelusuran RiauJOS, Sabtu malam, 21 Oktober 2017 Saat ini Tim BKSDA sedang memonitoring keberadaan orangutan itu, dilaporkan melalui fans page Facebook, Profauna. berikut keterangan yang dipostingnya.

Kasihan orangutan yang masuk ke pemukiman ini yang kemudian dianggap 'pengganggu' sehingga berusaha diusir penduduk dengan senapan dan parang. PROFAUNA sudah koordinasi dengan Kepala BKSDA Kaltim agar orangutan tersebut bisa dievakuasi dengan cara yang baik. Saat ini tim BKSDA sedang monitoring kebeadaan orangutan tersebut.

Miris! Orangutan Kelaparan Tersesat di Pemukiman, Ditembak dan Disabet Parang


RiauJOS.com, Kaltim - Seekor Orangutan Kalimantan Timur (Pongo Pygmaeus Morio) dilaporkan tersesat di pemukiman warga, di Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kalimantan Timur. Berbagai cara dilakukan warga untuk menangkap Orangutan malang itu, hingga ada yang menembaknya menggunakan senapan angin.

Orangutan merupakan satwa yang dilindung itu terlihat di permukiman warga sejak Rabu, 18 Oktober 2017. Warga pun berusaha menangkapnya, dan belum jelas apa tujuan warga berbondong-bondong untuk menangkap Orangutan malang itu.


"Sudah dari kemarin mas, terlihat di sekitar permukiman. Awalnya sedikit orang yang tahu," kata warga Sebulu Modern, Joko, Kamis malam, 19 Oktober 2017 dikutip Riau JOS dari laman Merdeka.

Belakangan, semakin banyak warga yang mengetahui keberadaan Orangutan malang yang usianya sudah dewasa itu. Siang ini, warga pun beramai-ramai berupaya menangkapnya, Orangutan itu terlihat panik, dan tidak bisa tenang.

Awalnya ada yang pakai tali. Tapi lama-lama ada yang pakai senapan angin

"Awalnya ada yang pakai tali. Tapi lama-lama ada yang pakai senapan angin, ada juga yang pakai parang,".

"Ya, senapan angin itu, ditembakkan ke orangutan itu. Juga ada yang pakai parang, tapi sepertinya mental. Khawatirnya warga sini, orangutan itu masuk rumah karena ada yang rumahnya sempat dimasuki orangutan itu," ujar Joko.

Joko berharap, pihak terkait bisa segera turun tangan, mengamankan orangutan dengan cara lebih persuasif, agar tidak melukai bahkan mematikan satwa primata itu.

"Menurut saya harus cepat ditangani ya. Kalau nggak kasihan. Siang tadi sebelum ramai-ramai mau ditangkap, orangutan itu sempat naik pohon kelapa makan batang pohon kelapa," ungkap Joko.

Sepertinya memang dia lagi lapar

"Sepertinya memang dia lagi lapar, kelaparan, karena dikejar buat ditangkap, seperti sedang stres. Sekarang, setelah tadi siang orangutannya ada di sebulu dekat Sungai, sekarang ada di daerah Sebulu Modern," tambah Sofyan, warga Sebulu.

Wartawan Merdeka sudah berupaya mengonfirmasi Kepala BKSDA Kalimantan Timur Sunandar Trigunajasa berulang kali. Namun sayang, belum mendapatkan respon.

Penelusuran RiauJOS, Sabtu malam, 21 Oktober 2017 Saat ini Tim BKSDA sedang memonitoring keberadaan orangutan itu, dilaporkan melalui fans page Facebook, Profauna. berikut keterangan yang dipostingnya.

Kasihan orangutan yang masuk ke pemukiman ini yang kemudian dianggap 'pengganggu' sehingga berusaha diusir penduduk dengan senapan dan parang. PROFAUNA sudah koordinasi dengan Kepala BKSDA Kaltim agar orangutan tersebut bisa dievakuasi dengan cara yang baik. Saat ini tim BKSDA sedang monitoring kebeadaan orangutan tersebut.

Comments
0 Comments