Netizen Puji Langkah Bawaslu Riau Memanggil Para Kadis yang Diduga Terlibat Politik Praktis

RiauJOS.com, Pekanbaru - Langkah Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau yang bersikap terhadap kabar viral di media sosial soal para Kepala Dinas yang diduga terlibat politik praktis dengan cara dipanggil melalui surat undangan klarifikasi mendapat respon positif para netizen.

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan melalui akun Facebooknya, menyampaikan hasil klarifikasi terhadap 5 kadis yang berlangsung pada Senin, 9 Oktober 2017 di kantor sekretariat Bawaslu Riau, Jalan Sultan Syarif Kasim, nomor 119, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Berikut hasil klarifikasi yang diposting Ketua Bawaslu Riau sekitar 4 jam yang lalu, saat warta ini diketik pada pukul 10.35 WIB, Selasa, 10 Oktober 2017.

HASIL KLARIFIKASI

Inilah hasil klarifikasi terhadap 4 Kepala Dinas dari 5 orang yg diundang, Bawaslu Riau berkesimpulan sbb:

1. Terkait 5 Kepala Dinas yg hadir di acara Rakerda partai golkar di hotel Sapadia Pasir pengaraian-Rokan Hulu tanggal 22 september 2017, Bawaslu telah memperoleh informasi langsung dari yang bersangkutan bhw mereka hadir berdasarkan undangan yang meminta menjadi narasumber dari partai golkar. Mereka diundang secara resmi sbg narasumber utk mempresentasikan capaian pembangunan dan rencana kerja ke depan masing2 dinas. Terdapat bukti foto saat presentasi, undangan dan materi presentasi. Mengenai foto bersama, kronoliginya adalah setelah mereka tampil panel sbg narasumber ada panitia yg meminta foto bersama dan mereka mengikuti saja ajakan tsb. Dan foto inilah kemudian yg menjadi viral di media dan menjadi polemik.

2. Mengenai surat dari Rudiyanto Kadis Pendidikm yg mengintstruksikan pemasangan spanduk di sekolah SMA/SMK sederajat yg di dlmnya memuat kata "lanjutkan", Bawaslu Riau telah menyarankan agar pemasangan spanduk dihentikan dan diturunkan. Terhadap saran Bawaslu Kadisdik menyambut baik dan menyatakan akan menurunkan spanduk tsb sesegera mungkin dan jika masyarakat atau Panwaslu kab/kota melihat ada spanduk yg masih terpasang agar berkoordinasi dgn kepsek utk menurunkan spanduk tsb.

3.Bawaslu Riau meminta agar keempat kadis yg telah memenuhi undangan utk mensosialisasikan netralitas ASN dan sanksi pelanggarannya kpd instansi masing2, sebab kedepan sanksi terhadap ASN yang terbukti terlibat politik prakti dapat diberhentikan sbg ASN.

Terima kasih




Menanggapi postingan hasil klarifikasi Bawaslu Riau soal 5 Kadis itu, warga internet (netizen) menyambut positif sikap dan langkah Bawaslu Riau melakukan pencegahan terhadap dugaan politik praktis para Kadis di Riau.





Netizen Puji Langkah Bawaslu Riau Panggil Para Kadis yang Diduga Terlibat Politik Praktis

Netizen Puji Langkah Bawaslu Riau Memanggil Para Kadis yang Diduga Terlibat Politik Praktis

RiauJOS.com, Pekanbaru - Langkah Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau yang bersikap terhadap kabar viral di media sosial soal para Kepala Dinas yang diduga terlibat politik praktis dengan cara dipanggil melalui surat undangan klarifikasi mendapat respon positif para netizen.

Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan melalui akun Facebooknya, menyampaikan hasil klarifikasi terhadap 5 kadis yang berlangsung pada Senin, 9 Oktober 2017 di kantor sekretariat Bawaslu Riau, Jalan Sultan Syarif Kasim, nomor 119, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Berikut hasil klarifikasi yang diposting Ketua Bawaslu Riau sekitar 4 jam yang lalu, saat warta ini diketik pada pukul 10.35 WIB, Selasa, 10 Oktober 2017.

HASIL KLARIFIKASI

Inilah hasil klarifikasi terhadap 4 Kepala Dinas dari 5 orang yg diundang, Bawaslu Riau berkesimpulan sbb:

1. Terkait 5 Kepala Dinas yg hadir di acara Rakerda partai golkar di hotel Sapadia Pasir pengaraian-Rokan Hulu tanggal 22 september 2017, Bawaslu telah memperoleh informasi langsung dari yang bersangkutan bhw mereka hadir berdasarkan undangan yang meminta menjadi narasumber dari partai golkar. Mereka diundang secara resmi sbg narasumber utk mempresentasikan capaian pembangunan dan rencana kerja ke depan masing2 dinas. Terdapat bukti foto saat presentasi, undangan dan materi presentasi. Mengenai foto bersama, kronoliginya adalah setelah mereka tampil panel sbg narasumber ada panitia yg meminta foto bersama dan mereka mengikuti saja ajakan tsb. Dan foto inilah kemudian yg menjadi viral di media dan menjadi polemik.

2. Mengenai surat dari Rudiyanto Kadis Pendidikm yg mengintstruksikan pemasangan spanduk di sekolah SMA/SMK sederajat yg di dlmnya memuat kata "lanjutkan", Bawaslu Riau telah menyarankan agar pemasangan spanduk dihentikan dan diturunkan. Terhadap saran Bawaslu Kadisdik menyambut baik dan menyatakan akan menurunkan spanduk tsb sesegera mungkin dan jika masyarakat atau Panwaslu kab/kota melihat ada spanduk yg masih terpasang agar berkoordinasi dgn kepsek utk menurunkan spanduk tsb.

3.Bawaslu Riau meminta agar keempat kadis yg telah memenuhi undangan utk mensosialisasikan netralitas ASN dan sanksi pelanggarannya kpd instansi masing2, sebab kedepan sanksi terhadap ASN yang terbukti terlibat politik prakti dapat diberhentikan sbg ASN.

Terima kasih




Menanggapi postingan hasil klarifikasi Bawaslu Riau soal 5 Kadis itu, warga internet (netizen) menyambut positif sikap dan langkah Bawaslu Riau melakukan pencegahan terhadap dugaan politik praktis para Kadis di Riau.