Social Items

Mobil Tersambar Kereta Api diperlintasan tanpa Palang di Cirebon, Seorang Remaja Tewas

RiauJOS.com, Cirebon - Seorang warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tewas setelah mobil yang ditumpanginnya tersambar Kereta Api Tegal Bahari diperlintasan tanpa palang pintu.

"Untuk korban wanita atas nama Meli Santika, 16 tahun dinyatakan meninggal dunia di UGD RSUD Waled," kata Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Krisbiyantoro, Jumat, 6 Oktober 2017 di Cirebon,

Kris mengatakan kejadian tersebut berawal pada saat KA Tegal Bahari akan melintasi jalan perlintasan tidak terjaga di Pabedilan tepatnya di Km 193+4 terlihat oleh masinis ada mobil yang memaksakan diri melintas.

Kata Kris, Masinis sudah memberi peringatan semboyan 35 yaitu suling lokomotif, namun pengendara mobil memaksakan melaju, sehingga menemper kereta.

"Ada dua orang dalam mobil, yaitu Rival yang mengemudikan beralamatkan di Dusun Marga Mulya RT 007 RW 002 Pabedilan Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon, mengalami luka-luka," tuturnya.

"Sementara untuk penumpang yang tewas atas nama Meli Santika beralamat di Desa Cikakak, Banjarharjo Brebes Jawa Tengah," ujarnya.

Kris menambahkan masinis Ka Tegal Bahari tujuan Tegal-Gambir berhenti luar biasa di KM guna cek loko dan rangkaian kereta setelah tersambar mobil.

"Kita berusaha mendorong pemkab/pemda untuk menutup perlintasan sebidang tidak terjaga, masih saja kurang tanggap padahal nyawa tidak bisa diganti," kata Kris.

Mobil Tersambar Kereta Api diperlintasan tanpa Palang di Cirebon, Seorang Remaja Tewas

Mobil Tersambar Kereta Api diperlintasan tanpa Palang di Cirebon, Seorang Remaja Tewas

RiauJOS.com, Cirebon - Seorang warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tewas setelah mobil yang ditumpanginnya tersambar Kereta Api Tegal Bahari diperlintasan tanpa palang pintu.

"Untuk korban wanita atas nama Meli Santika, 16 tahun dinyatakan meninggal dunia di UGD RSUD Waled," kata Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Krisbiyantoro, Jumat, 6 Oktober 2017 di Cirebon,

Kris mengatakan kejadian tersebut berawal pada saat KA Tegal Bahari akan melintasi jalan perlintasan tidak terjaga di Pabedilan tepatnya di Km 193+4 terlihat oleh masinis ada mobil yang memaksakan diri melintas.

Kata Kris, Masinis sudah memberi peringatan semboyan 35 yaitu suling lokomotif, namun pengendara mobil memaksakan melaju, sehingga menemper kereta.

"Ada dua orang dalam mobil, yaitu Rival yang mengemudikan beralamatkan di Dusun Marga Mulya RT 007 RW 002 Pabedilan Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon, mengalami luka-luka," tuturnya.

"Sementara untuk penumpang yang tewas atas nama Meli Santika beralamat di Desa Cikakak, Banjarharjo Brebes Jawa Tengah," ujarnya.

Kris menambahkan masinis Ka Tegal Bahari tujuan Tegal-Gambir berhenti luar biasa di KM guna cek loko dan rangkaian kereta setelah tersambar mobil.

"Kita berusaha mendorong pemkab/pemda untuk menutup perlintasan sebidang tidak terjaga, masih saja kurang tanggap padahal nyawa tidak bisa diganti," kata Kris.