Mengenaskan! Satu Keluarga Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan

RiauJOS.com, Bogor - Warga Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor digegerkan dengan penemuan satu keluarga yang tewas membusuk di dalam rumah kontrakannya, Selasa, 3 Oktober 2017.

Ketiga korban yang terdiri dari Ayah, Ibu dan satu anak itu diduga sudah tewas dua hari lalu. Jasad satu keluarga korban di rumah kontrakannya, di Perumahan Grand Kahuripan Cluster Bromo V Blok BD 07 RT 02/08, Desa Klapnunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Sampai warta ini diterbitkan, Selasa malam, 23.30 WIB, kini jasad sekeluarga sudah berhasil dievakuasi oleh petugas.

Sementara, Kanit Reskrim Poksek Klapanunggal, Ipda Yayan Sofyan menyampaikan, pihaknya saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara dirumah kontrakan korban.

Kami masih melakukan olah TKP dan menunggu team identifikasi dari Polres Bogor

"Kami masih melakukan olah TKP dan menunggu team identifikasi dari Polres Bogor," ujarnya, Selasa malam ini.

Korban ditemukan sekitar pukul 16.15 WIB oleh pemilik kontrakan yang curiga karena banyak lalat hijau berterbangan disekitar rumah kontrakan korban.

Dari hasil pendataan aparat kepolisian, korban merupakan satu keluarga, terdiri dari suami, istri dan seorang anak yang masih berusia 4 tahun, mereka berasal dari daerah Ciamis, Jawa Barat. Berikut identitas korban; Sariun (34 tahun tahun), Istrinya Rika Liswati (32 tahun), dan anaknya, Rabil (4 tahun). Saat ini, Polisi sudah membawa 3 jasad korban ke Rumah Sakit Kramatjati Polri.

Warga melihat petugas saat mengevakuasi empat jenazah yang meninggal saat banjir menggenangi rumahnya di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, Empat jenazah tersebut diduga meninggal karena keracunan gas Genset. (TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat).

Diduga Keracunan Asap Genset

Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Dicy mengatakan, ketiga korban tewas merupakan satu keluarga yang terdiri suami bernama Sariun, 34 tahun, istrinya bernama Rika Liswati, 30 tahun dan anaknya bernama Rabil, 4 tahun. "Ketiga korban ditemukan dalam kondisi tubuh hitam dan mengeluarkan bau," kata dia, Selasa 3 Oktober 2017.

Ketiga korban diduga tewas karena keracunan asap dari mesin genset pada saat listrik di perumahan tersebut padam. Keluarga tersebut diketahui menyalakan mesin genset pada hari Minggu, 1 Oktober 2017, sekitar pukul 17.00.

"Menurut keterangan dari Yani, tetangganya. Dia mengatakan dua hari lalu pada saat listrik di perumahan ini padam terdengar suara genset yang dinyalakan oleh korban," kata dia.

Sekitar pukul 23:30 malam, saksi Yani sempat memberi tahu korban melalui pesan singkat bahwa listrik sudah menyala kembali. Namun tidak ada balasan dari korban.

"Dari saat kejadian listrik padam dan keluarga itu menyalakan mesin genset, mereka tidak pernah terlihat lagi," kata dia.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Klapanunggal Inspektur Dua Yayan Sofyana Suri mengatakan, korban tewas keracunan gas itu ditemukan pertama kali oleh Enni, kerabat korban yang hendak bertamu. "Saat itu rumah korban dalam kondisi terkunci, namun saksi mencium bau tidak sedap dari dalam rumah tersebut," kata dia.

Karena curiga, saksi memanggil tetangga dan ketua RT setempat. Info tersebut dilaporkan kepada petugas Polsek Klapanunggal. "Petugas kami langsung ke lokasi, setelah mendapat izin dari pemilk rumah kami pun menjebol pintu rumah," kata dia.

Korban merupakan warga Dusun Pancalana RT 02/10 Desa Puwajawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, tinggal mengontrak di rumah tersebut, ditemukan tewas dengan kondisi sekujur tubuh sudah menghitam di dalam kamar,

"Ketiga korban diperkirakan sudah meninggal sekitar dua hari lalu karena tubuhnya sudah mulai mengeluarkan bau," kata Yayan.

Berdasarkan olah TKP sementara, petugas di menemukan mesin genset merek Zenhn dalam keadaan sudah mati karena kehabisan bahan bakar. "Ketiga korban diduga tewas karena keracunan asap dari mesin genset. Ketiga korban langsung dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi," kata dia.

Mengenaskan! Satu Keluarga Tewas Membusuk di Rumah Kontrakannya

Mengenaskan! Satu Keluarga Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan

RiauJOS.com, Bogor - Warga Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal Kabupaten Bogor digegerkan dengan penemuan satu keluarga yang tewas membusuk di dalam rumah kontrakannya, Selasa, 3 Oktober 2017.

Ketiga korban yang terdiri dari Ayah, Ibu dan satu anak itu diduga sudah tewas dua hari lalu. Jasad satu keluarga korban di rumah kontrakannya, di Perumahan Grand Kahuripan Cluster Bromo V Blok BD 07 RT 02/08, Desa Klapnunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Sampai warta ini diterbitkan, Selasa malam, 23.30 WIB, kini jasad sekeluarga sudah berhasil dievakuasi oleh petugas.

Sementara, Kanit Reskrim Poksek Klapanunggal, Ipda Yayan Sofyan menyampaikan, pihaknya saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara dirumah kontrakan korban.

Kami masih melakukan olah TKP dan menunggu team identifikasi dari Polres Bogor

"Kami masih melakukan olah TKP dan menunggu team identifikasi dari Polres Bogor," ujarnya, Selasa malam ini.

Korban ditemukan sekitar pukul 16.15 WIB oleh pemilik kontrakan yang curiga karena banyak lalat hijau berterbangan disekitar rumah kontrakan korban.

Dari hasil pendataan aparat kepolisian, korban merupakan satu keluarga, terdiri dari suami, istri dan seorang anak yang masih berusia 4 tahun, mereka berasal dari daerah Ciamis, Jawa Barat. Berikut identitas korban; Sariun (34 tahun tahun), Istrinya Rika Liswati (32 tahun), dan anaknya, Rabil (4 tahun). Saat ini, Polisi sudah membawa 3 jasad korban ke Rumah Sakit Kramatjati Polri.

Warga melihat petugas saat mengevakuasi empat jenazah yang meninggal saat banjir menggenangi rumahnya di kawasan Teluk Gong, Jakarta Utara, Empat jenazah tersebut diduga meninggal karena keracunan gas Genset. (TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat).

Diduga Keracunan Asap Genset

Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Muhammad Dicy mengatakan, ketiga korban tewas merupakan satu keluarga yang terdiri suami bernama Sariun, 34 tahun, istrinya bernama Rika Liswati, 30 tahun dan anaknya bernama Rabil, 4 tahun. "Ketiga korban ditemukan dalam kondisi tubuh hitam dan mengeluarkan bau," kata dia, Selasa 3 Oktober 2017.

Ketiga korban diduga tewas karena keracunan asap dari mesin genset pada saat listrik di perumahan tersebut padam. Keluarga tersebut diketahui menyalakan mesin genset pada hari Minggu, 1 Oktober 2017, sekitar pukul 17.00.

"Menurut keterangan dari Yani, tetangganya. Dia mengatakan dua hari lalu pada saat listrik di perumahan ini padam terdengar suara genset yang dinyalakan oleh korban," kata dia.

Sekitar pukul 23:30 malam, saksi Yani sempat memberi tahu korban melalui pesan singkat bahwa listrik sudah menyala kembali. Namun tidak ada balasan dari korban.

"Dari saat kejadian listrik padam dan keluarga itu menyalakan mesin genset, mereka tidak pernah terlihat lagi," kata dia.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Klapanunggal Inspektur Dua Yayan Sofyana Suri mengatakan, korban tewas keracunan gas itu ditemukan pertama kali oleh Enni, kerabat korban yang hendak bertamu. "Saat itu rumah korban dalam kondisi terkunci, namun saksi mencium bau tidak sedap dari dalam rumah tersebut," kata dia.

Karena curiga, saksi memanggil tetangga dan ketua RT setempat. Info tersebut dilaporkan kepada petugas Polsek Klapanunggal. "Petugas kami langsung ke lokasi, setelah mendapat izin dari pemilk rumah kami pun menjebol pintu rumah," kata dia.

Korban merupakan warga Dusun Pancalana RT 02/10 Desa Puwajawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, tinggal mengontrak di rumah tersebut, ditemukan tewas dengan kondisi sekujur tubuh sudah menghitam di dalam kamar,

"Ketiga korban diperkirakan sudah meninggal sekitar dua hari lalu karena tubuhnya sudah mulai mengeluarkan bau," kata Yayan.

Berdasarkan olah TKP sementara, petugas di menemukan mesin genset merek Zenhn dalam keadaan sudah mati karena kehabisan bahan bakar. "Ketiga korban diduga tewas karena keracunan asap dari mesin genset. Ketiga korban langsung dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk diautopsi," kata dia.