RiauJOS.com, Jayapura - Seorang gadis, 7 tahun diduga menjadi korban pemerkosaan. Dia berjalan gontai kemudian terjatuh di depan rumah warga. Terlihat celananya terdapat noda darah.

Penelusuran Riau JOS di media sosial, tersebar rekaman video kondisi anak Papua yang diduga korban pemerkosaan itu.

Akun Facebook, Yuni Rusmini pada Minggu, 8 Oktober 2017 memposting peristiwa memilukan itu. dalam postingannya, Yuni mengupload foto dan video kondisi gadis papua itu, dan terlihat gadis kecil itu tergolek lemas di jalanan.

"Buat sahabatku dimanapun berada khususnya di Papua ( jayapura) , tolong Anak perempuan Ini di dampingi , di Bantu , Dan di support. Anak perempuan Ini , dlm kondisi mengenaskan jadi KoRban pemerkosaan , yg Mana , keluarga tdk mampu ,hanya tinggal bersama neneknya yg sdh tua dlm kemiskinan. 

Tolong instansi terkait, kepolisian, KPAI, pemda , usut tuntas pelaku pemerkosaan ini Dan hukum seberat beratnya...sungguh tdk manusiawi Dan biadap."
tulis Yuni di postingan Facebooknya.

Sampai warta ini diterbitkan, Senin malam, 9 Oktober 2017 foto dan video kejadian naas yang menimpa gadis kecil itu menjadi viral. Postingan Yuni sudah dibagikan sebanyak 1,3 ribu kali saat warta ini diketik pada pukul 18.42 WIB, dan ada 442 komentar yang mengutuk pelaku pemerkosaan gadis kecil itu.




Diketahui melalui pemberitaan media online, kejadian itu membuat geger warga Abepura, Jayapura Pada Sabtu siang, 7 Oktober 2017.

Sementara, media online Antara dan Kumparan mengabarkan, pada Senin, 9 Oktober 2017, Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura Kota, kini menyeldiki kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur yang terjadi di Kompleks BTN Walikota, Kelurahan Asano, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua ini.

Dikutip dari laman Kumparan yang dilansir Antara, Kabid humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, mengatakan kasus dugaan pemerkosaan itu diduga terjadi pada Sabtu siang, 7 Oktober 2017 sekitar pukul 12.00 WIT.

"Korban merupakan anak kecil yang tinggal di Jalan Garuda Kampkey, Distrik Abepura," katanya.

Menurut dia, kasus itu bisa diketahui setelah Abner, salah satu saksi sedang melaksanakan ibadah di rumahnya, kemudian melihat korban yang sedang berjalan dari arah bukit belakang kompleks.

"Sesampainya di samping rumah Abner, kira-kira 10 meter korban terjatuh dan pingsan. Saksi Abner memanggil rekannya Benyamin dan Uslina agar bersama-sama melihat keadaan korban yang pada bagian belakang tubuh korban penuh dengan darah," katanya.

Melihat hal itu, saksi Abner memanggil warga sekitar TKP untuk membawa korban ke rumah Abdul Hafid, kemudian dibawa RSUD Abepura guna mendapatkan pertolongan.

"Sekitar pukul 12.20 WIT, korban tiba di RSUD Abepura selanjutnya mendapatkan perawatan medis oleh dokter jaga," katanya.

Kasus ini dilaporkan ke Mapolsek Abepura sehingga Kepala SPK Polsek Abepura Aiptu M Daud bersama lima anggotanya mendatangi TKP guna meminta keterangan dari para saksi dan mengecek keberadaan korban.

"Sementara ini keluarga korban belum bisa dimintai keterangan, dan korban masih di rawat di RSUD Abepura. Jajaran kami di lapangan sedang menyelidiki kasus ini, terkait siapa pelakunya," Kombes Kamal.


Antara/Kumparan/Facebook/yuni.rusmini

Memilukan.. Gadis 7 Tahun jadi Korban Pemerkosaan di Jayapura, Netizen Mengutuk Pelaku


RiauJOS.com, Jayapura - Seorang gadis, 7 tahun diduga menjadi korban pemerkosaan. Dia berjalan gontai kemudian terjatuh di depan rumah warga. Terlihat celananya terdapat noda darah.

Penelusuran Riau JOS di media sosial, tersebar rekaman video kondisi anak Papua yang diduga korban pemerkosaan itu.

Akun Facebook, Yuni Rusmini pada Minggu, 8 Oktober 2017 memposting peristiwa memilukan itu. dalam postingannya, Yuni mengupload foto dan video kondisi gadis papua itu, dan terlihat gadis kecil itu tergolek lemas di jalanan.

"Buat sahabatku dimanapun berada khususnya di Papua ( jayapura) , tolong Anak perempuan Ini di dampingi , di Bantu , Dan di support. Anak perempuan Ini , dlm kondisi mengenaskan jadi KoRban pemerkosaan , yg Mana , keluarga tdk mampu ,hanya tinggal bersama neneknya yg sdh tua dlm kemiskinan. 

Tolong instansi terkait, kepolisian, KPAI, pemda , usut tuntas pelaku pemerkosaan ini Dan hukum seberat beratnya...sungguh tdk manusiawi Dan biadap."
tulis Yuni di postingan Facebooknya.

Sampai warta ini diterbitkan, Senin malam, 9 Oktober 2017 foto dan video kejadian naas yang menimpa gadis kecil itu menjadi viral. Postingan Yuni sudah dibagikan sebanyak 1,3 ribu kali saat warta ini diketik pada pukul 18.42 WIB, dan ada 442 komentar yang mengutuk pelaku pemerkosaan gadis kecil itu.




Diketahui melalui pemberitaan media online, kejadian itu membuat geger warga Abepura, Jayapura Pada Sabtu siang, 7 Oktober 2017.

Sementara, media online Antara dan Kumparan mengabarkan, pada Senin, 9 Oktober 2017, Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura Kota, kini menyeldiki kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur yang terjadi di Kompleks BTN Walikota, Kelurahan Asano, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua ini.

Dikutip dari laman Kumparan yang dilansir Antara, Kabid humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal di Kota Jayapura, mengatakan kasus dugaan pemerkosaan itu diduga terjadi pada Sabtu siang, 7 Oktober 2017 sekitar pukul 12.00 WIT.

"Korban merupakan anak kecil yang tinggal di Jalan Garuda Kampkey, Distrik Abepura," katanya.

Menurut dia, kasus itu bisa diketahui setelah Abner, salah satu saksi sedang melaksanakan ibadah di rumahnya, kemudian melihat korban yang sedang berjalan dari arah bukit belakang kompleks.

"Sesampainya di samping rumah Abner, kira-kira 10 meter korban terjatuh dan pingsan. Saksi Abner memanggil rekannya Benyamin dan Uslina agar bersama-sama melihat keadaan korban yang pada bagian belakang tubuh korban penuh dengan darah," katanya.

Melihat hal itu, saksi Abner memanggil warga sekitar TKP untuk membawa korban ke rumah Abdul Hafid, kemudian dibawa RSUD Abepura guna mendapatkan pertolongan.

"Sekitar pukul 12.20 WIT, korban tiba di RSUD Abepura selanjutnya mendapatkan perawatan medis oleh dokter jaga," katanya.

Kasus ini dilaporkan ke Mapolsek Abepura sehingga Kepala SPK Polsek Abepura Aiptu M Daud bersama lima anggotanya mendatangi TKP guna meminta keterangan dari para saksi dan mengecek keberadaan korban.

"Sementara ini keluarga korban belum bisa dimintai keterangan, dan korban masih di rawat di RSUD Abepura. Jajaran kami di lapangan sedang menyelidiki kasus ini, terkait siapa pelakunya," Kombes Kamal.


Antara/Kumparan/Facebook/yuni.rusmini