ads Aneh.. Ada Maling Komputer, Pakai Izin di Secarik Kertas - Riau Jos
Aneh.. Ada Maling Komputer, Pakai Izin di Secarik Kertas

RiauJOS.com, Sragen - Seperangkat komputer di Balai Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen, hilang diambil pencuri antara Sabtu, 21 s.d. Minggu, 22 Oktober 2017. Anehnya, si pencuri minta izin membawa komputer dengan meninggalkan pesan di secarik kertas dan menyebutkan identitasnya.

Kejadian itu kali pertama diketahui pada Minggu pukul 05.30 WIB. Akibat pencurian tersebut Pemdes Kalimacan mengalami kerugian materiil sekitar Rp.20 juta.

Lokasi balai desa yang berada di pinggir perkampungan dan dekat persawahan membuat komplotan pencuri bisa leluasa menjalankan aksinya.

Sementara, Kasi Trantib Kecamatan Kalijambe, Agus Subagyo mengatakan, pencuri diduga kuat masuk melalui pintu depan kantor, seperti diwartakan Solo Pos.

Pada Minggu pagi pintu utama kantor sudah dalam kondisi rusak dan terbuka. Setelah berhasil masuk kantor, pencuri menyasar ruang komputer. Pintu ruang komputer yang terbuat dari jeruji besi dirusak.

“Aksi pencuri tidak mengalami gangguan karena situasinya sepi,” tutur Agus.

Dia menduga pencuri komputer di balai desa itu lebih dari satu orang. Di lokasi pencurian ditemukan secarik kertas bertuliskan pesan yang diduga dari pencuri itu. Kertas itu diletakkan di tempat semula komputer berada.

Kertas itu berisi tulisan, “Pak/Ibu barange kulo sambut riyin, mados kodok angel seputen mawon damel maem keluarga kula. Maturnuwun, Tukijo-Sukiman Grobogan” (Pak, Bu, barangnya saya ambil dulu, cari kodok susah, maaf saja, buat makan keluarga saya. Terima kasih, Tukijo-Sukiman Grobogan). Secarik kertas itu ditulis dengan spidol hitam. 

“Minggu pukul 05.30 WIB penjaga balai desa, Dono Hasan, seperti biasa datang dan mengecek kondisi kantor. Saat itu dia mendapati pintu kantor sudah rusak dan seperangkat komputer sudah raib,” ujar Agus.

Dia menjelaskan, Dono Hasan hanya lah penjaga balai desa pada siang hari. Sudah beberapa bulan terakhir tidak ada penjaga malam di Balai Desa Kalimacan. Dia mengaku sudah pernah mengingatkan pemdes setempat.

“Rata-rata memang tidak ada petugas piket atau jaga malam. Dulu pernah ada petugas piket tapi sudah lama mandek. Kejadian pencurian ini sudah kami laporkan kepada petugas Polsek Kalijambe,” imbuh Agus.

Dia mengimbau pemdes lain di Kalijambe meningkatkan kewaspadaan terkait pengamanan internal balai desa. Bila diperlukan pemdes bisa memasang petugas jaga malam agar kejadian yang sama tak terulang.

Terpisah, Kapolsek Kalijambe, AKP Marsidi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, saat dihubungi Solopos.com melalui telepon seluler (ponsel) Minggu siang, mengaku belum mendapat laporan kejadian tersebut.

“Saya malah belum dapat laporan. Coba saya cek petugas saya dulu,” ujar dia.

Kapolsek mengatakan bila memang terjadi tindak pidana pencurian, dia akan menindaklanjutinya dengan penyelidikan. Berdasarkan catatan Solopos.com tindak pencurian dengan meninggalkan secarik kertas berisi pesan pernah terjadi di rumah seorang guru bernama Johan Wahyudi di Jalan Raya Karangjati Km 3, Niten, Donoyudan, Kalijambe.

Peristiwa tersebut diketahui Johan pada Rabu, 28 Juni 2017 pagi. Johan menemukan kertas bertuliskan, “Pak barang njenengan kulo sambut riyin. Pados kodok mpun angel Maturnuwun Ttd Yadi S, Grobokan, Purwodadi.”

Aneh.. Ada Maling Komputer, Pakai Izin di Secarik Kertas

GA
Aneh.. Ada Maling Komputer, Pakai Izin di Secarik Kertas

RiauJOS.com, Sragen - Seperangkat komputer di Balai Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen, hilang diambil pencuri antara Sabtu, 21 s.d. Minggu, 22 Oktober 2017. Anehnya, si pencuri minta izin membawa komputer dengan meninggalkan pesan di secarik kertas dan menyebutkan identitasnya.

Kejadian itu kali pertama diketahui pada Minggu pukul 05.30 WIB. Akibat pencurian tersebut Pemdes Kalimacan mengalami kerugian materiil sekitar Rp.20 juta.

Lokasi balai desa yang berada di pinggir perkampungan dan dekat persawahan membuat komplotan pencuri bisa leluasa menjalankan aksinya.

Sementara, Kasi Trantib Kecamatan Kalijambe, Agus Subagyo mengatakan, pencuri diduga kuat masuk melalui pintu depan kantor, seperti diwartakan Solo Pos.

Pada Minggu pagi pintu utama kantor sudah dalam kondisi rusak dan terbuka. Setelah berhasil masuk kantor, pencuri menyasar ruang komputer. Pintu ruang komputer yang terbuat dari jeruji besi dirusak.

“Aksi pencuri tidak mengalami gangguan karena situasinya sepi,” tutur Agus.

Dia menduga pencuri komputer di balai desa itu lebih dari satu orang. Di lokasi pencurian ditemukan secarik kertas bertuliskan pesan yang diduga dari pencuri itu. Kertas itu diletakkan di tempat semula komputer berada.

Kertas itu berisi tulisan, “Pak/Ibu barange kulo sambut riyin, mados kodok angel seputen mawon damel maem keluarga kula. Maturnuwun, Tukijo-Sukiman Grobogan” (Pak, Bu, barangnya saya ambil dulu, cari kodok susah, maaf saja, buat makan keluarga saya. Terima kasih, Tukijo-Sukiman Grobogan). Secarik kertas itu ditulis dengan spidol hitam. 

“Minggu pukul 05.30 WIB penjaga balai desa, Dono Hasan, seperti biasa datang dan mengecek kondisi kantor. Saat itu dia mendapati pintu kantor sudah rusak dan seperangkat komputer sudah raib,” ujar Agus.

Dia menjelaskan, Dono Hasan hanya lah penjaga balai desa pada siang hari. Sudah beberapa bulan terakhir tidak ada penjaga malam di Balai Desa Kalimacan. Dia mengaku sudah pernah mengingatkan pemdes setempat.

“Rata-rata memang tidak ada petugas piket atau jaga malam. Dulu pernah ada petugas piket tapi sudah lama mandek. Kejadian pencurian ini sudah kami laporkan kepada petugas Polsek Kalijambe,” imbuh Agus.

Dia mengimbau pemdes lain di Kalijambe meningkatkan kewaspadaan terkait pengamanan internal balai desa. Bila diperlukan pemdes bisa memasang petugas jaga malam agar kejadian yang sama tak terulang.

Terpisah, Kapolsek Kalijambe, AKP Marsidi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, saat dihubungi Solopos.com melalui telepon seluler (ponsel) Minggu siang, mengaku belum mendapat laporan kejadian tersebut.

“Saya malah belum dapat laporan. Coba saya cek petugas saya dulu,” ujar dia.

Kapolsek mengatakan bila memang terjadi tindak pidana pencurian, dia akan menindaklanjutinya dengan penyelidikan. Berdasarkan catatan Solopos.com tindak pencurian dengan meninggalkan secarik kertas berisi pesan pernah terjadi di rumah seorang guru bernama Johan Wahyudi di Jalan Raya Karangjati Km 3, Niten, Donoyudan, Kalijambe.

Peristiwa tersebut diketahui Johan pada Rabu, 28 Juni 2017 pagi. Johan menemukan kertas bertuliskan, “Pak barang njenengan kulo sambut riyin. Pados kodok mpun angel Maturnuwun Ttd Yadi S, Grobokan, Purwodadi.”

GA
Comments
0 Comments