RiauJOS.com, Viral - Pada 5  Juni 2017, Presiden Joko Widodo melalui akun Facebook terverifikasi memposting status, sebagai berikut:

Saya baru berumur empat tahun ketika PKI dibubarkan. Orang tua saya juga jelas, tinggal di desa mana, kampung mana. Begitu juga kakek dan nenek saya. Semua bisa dicek.

Sebetulnya saya malas menanggapi soal PKI ini, tapi sekarang mumpung ada kesempatan, saya bicara.

Dalam acara Kajian Ramadan di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu lalu, saya menantang siapa pun yang mengetahui adanya PKI atau penganut paham komunis di negeri ini.

Pertanyaannya, di mana? Di mana? Kalau ada tunjukkan kepada kita. Kepada saya. Saya gebuk detik itu juga!

Soal PKI itu, hukumnya jelas sudah dilarang. Apalagi sampai disorong-sorongkan ke saya, seolah-olah saya melindungi.

Sekali lagi, saya menegaskan bahwa tak ada ruang bagi komunisme di Indonesia. Sebab, PKI telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Tanah Air. Di konstitusi kita jelas, ada Tap MPRS-nya bahwa komunis dilarang di negara kita, Indonesia.

Sedangkan Jonru Ginting, pada 20 September 2017 melalui halaman facebook yang terverifikasi, menulis sebagai berikut:

Dari acara #ILCPKI tadi malam, saya makin sadar bahwa salah satu kebiasaan orang PKI adalah BERBOHONG.

Kenapa? Karena mereka tidak bertuhan. Jadi tak ada yang namanya takut dosa.
Tidak bertuhan itu sama dengan anti Pancasila. Jadi bagi yang selama ini berkoar-koar #SayaPancasila tapi membela PKI, maka ya gitu deh. Namanya juga TUKANG BOHONG.

Ingat: PKI sebagai organisasi boleh bubar. Namun ideologi komunis adalah BAHAYA LATEN yang bisa kembali mengancam kedamaian di Indonesia sewaktu-waktu. WASPADALAH!!!

Pada 19 September 2017, Jonru menulis ini:

Jika membahas PKI dituduh sebagai upaya untuk menyerang pemerintah, maka tanpa sadar para IQ 200 Sekolam ini berpendapat bahwa pemerintah RI itu PKI.
Itu pendapat mereka lho ya, bukan pendapat saya.

Postingan Presiden Jokowi dan Jonru soal PKI, sampai warta ini diterbitkan pada Selasa malam, 3 Oktober masih bisa diakses, hingga Jonru ditahan pihak kepolisian beberapa waktu yang lalu, postingan masih bisa dibaca kembali.

Persoalannya, sampai kapan Indonesia terus begini, menguras energi untuk curiga mencurigai, ditambah lagi isu hidup lagi organisasi terlarang di Indonesia, PKI.


Heboh soal PKI Hidup Lagi, Ini Perbandingan Postingan Presiden Jokowi dan Jonru di Medsos


RiauJOS.com, Viral - Pada 5  Juni 2017, Presiden Joko Widodo melalui akun Facebook terverifikasi memposting status, sebagai berikut:

Saya baru berumur empat tahun ketika PKI dibubarkan. Orang tua saya juga jelas, tinggal di desa mana, kampung mana. Begitu juga kakek dan nenek saya. Semua bisa dicek.

Sebetulnya saya malas menanggapi soal PKI ini, tapi sekarang mumpung ada kesempatan, saya bicara.

Dalam acara Kajian Ramadan di Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu lalu, saya menantang siapa pun yang mengetahui adanya PKI atau penganut paham komunis di negeri ini.

Pertanyaannya, di mana? Di mana? Kalau ada tunjukkan kepada kita. Kepada saya. Saya gebuk detik itu juga!

Soal PKI itu, hukumnya jelas sudah dilarang. Apalagi sampai disorong-sorongkan ke saya, seolah-olah saya melindungi.

Sekali lagi, saya menegaskan bahwa tak ada ruang bagi komunisme di Indonesia. Sebab, PKI telah dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Tanah Air. Di konstitusi kita jelas, ada Tap MPRS-nya bahwa komunis dilarang di negara kita, Indonesia.

Sedangkan Jonru Ginting, pada 20 September 2017 melalui halaman facebook yang terverifikasi, menulis sebagai berikut:

Dari acara #ILCPKI tadi malam, saya makin sadar bahwa salah satu kebiasaan orang PKI adalah BERBOHONG.

Kenapa? Karena mereka tidak bertuhan. Jadi tak ada yang namanya takut dosa.
Tidak bertuhan itu sama dengan anti Pancasila. Jadi bagi yang selama ini berkoar-koar #SayaPancasila tapi membela PKI, maka ya gitu deh. Namanya juga TUKANG BOHONG.

Ingat: PKI sebagai organisasi boleh bubar. Namun ideologi komunis adalah BAHAYA LATEN yang bisa kembali mengancam kedamaian di Indonesia sewaktu-waktu. WASPADALAH!!!

Pada 19 September 2017, Jonru menulis ini:

Jika membahas PKI dituduh sebagai upaya untuk menyerang pemerintah, maka tanpa sadar para IQ 200 Sekolam ini berpendapat bahwa pemerintah RI itu PKI.
Itu pendapat mereka lho ya, bukan pendapat saya.

Postingan Presiden Jokowi dan Jonru soal PKI, sampai warta ini diterbitkan pada Selasa malam, 3 Oktober masih bisa diakses, hingga Jonru ditahan pihak kepolisian beberapa waktu yang lalu, postingan masih bisa dibaca kembali.

Persoalannya, sampai kapan Indonesia terus begini, menguras energi untuk curiga mencurigai, ditambah lagi isu hidup lagi organisasi terlarang di Indonesia, PKI.