Fakta Terungkap! Media Sosial jadi Pemicu 2.231 Pasutri Bercerai di Bekasi

RiauJOS.com, Bekasi - Pengadilan Agama Kota Bekasi mencatat, ada 2.231 (dua ribu dua ratus tiga puluh satu) pasangan suami istri bercerai selama kurun waktu Januari-Oktober 2017.

Terungkap fakta bahwa dalam persidangan sebagian besar dari 2.231 pasangan itu bercerai karena pengaruh media sosial.

"Fakta di persidangan kami pantau, perceraian itu diakibatkan karena pengaruh sosial media. Angkanya mencapai 2.231 dalam tahun 2017," kata Humas Pengadilan Negeri Agama Kota Bekasi, Jazilin, Selasa 3 Oktober 2017 dikutip Riau JOS dari laman Viva.

Menurut Jazilin, sebanyak 1.862 perceraian terjadi karena adanya pihak ketiga alias perselingkuhan melalui media sosial, sebanyak 111 pasangan diketahui menggugat cerai karena alasan ekonomi dan sisanya bercerai karena berbagai masalah rumah tangga.

Sementara, berdasarkan data Pengadilan Agama Kota Bekasi, angka perceraian tahun 2017 (Januari hingga Oktober) diprediksi naik tajam jika dibandingkan angka perceraian yang terjadi selama setahun di tahun 2016.

Tahun 2016 tercatat ada sebanyak 3.706 pasangan yang bercerai. "Padahal, tahun 2016 lalu jumlahnya cenderung menurun. Tapi tahun 2017 ini angkanya meningkat tajam. Kemungkinan akan terus bertambah kasus penceraian akibat pihak ketiga yang dipicu oleh sosial media tersebut," kata Jazilin.

Menurut Jazilin, ironisnya pasangan yang bercerai sebagian besar merupakan pasutri yang masih berusia remaja, sekitar 15 tahun atau pasangan yang melangsungkan pernikahan dini.

Fakta Terungkap! Media Sosial jadi Pemicu 2.231 Pasutri Bercerai di Bekasi

Fakta Terungkap! Media Sosial jadi Pemicu 2.231 Pasutri Bercerai di Bekasi

RiauJOS.com, Bekasi - Pengadilan Agama Kota Bekasi mencatat, ada 2.231 (dua ribu dua ratus tiga puluh satu) pasangan suami istri bercerai selama kurun waktu Januari-Oktober 2017.

Terungkap fakta bahwa dalam persidangan sebagian besar dari 2.231 pasangan itu bercerai karena pengaruh media sosial.

"Fakta di persidangan kami pantau, perceraian itu diakibatkan karena pengaruh sosial media. Angkanya mencapai 2.231 dalam tahun 2017," kata Humas Pengadilan Negeri Agama Kota Bekasi, Jazilin, Selasa 3 Oktober 2017 dikutip Riau JOS dari laman Viva.

Menurut Jazilin, sebanyak 1.862 perceraian terjadi karena adanya pihak ketiga alias perselingkuhan melalui media sosial, sebanyak 111 pasangan diketahui menggugat cerai karena alasan ekonomi dan sisanya bercerai karena berbagai masalah rumah tangga.

Sementara, berdasarkan data Pengadilan Agama Kota Bekasi, angka perceraian tahun 2017 (Januari hingga Oktober) diprediksi naik tajam jika dibandingkan angka perceraian yang terjadi selama setahun di tahun 2016.

Tahun 2016 tercatat ada sebanyak 3.706 pasangan yang bercerai. "Padahal, tahun 2016 lalu jumlahnya cenderung menurun. Tapi tahun 2017 ini angkanya meningkat tajam. Kemungkinan akan terus bertambah kasus penceraian akibat pihak ketiga yang dipicu oleh sosial media tersebut," kata Jazilin.

Menurut Jazilin, ironisnya pasangan yang bercerai sebagian besar merupakan pasutri yang masih berusia remaja, sekitar 15 tahun atau pasangan yang melangsungkan pernikahan dini.