Duarrr!! Boiler Pengolahan Tahu Meledak, Tubuh Boniran Terpental Hancur Terpisah

RiauJOS.com, Medan Marelan - Sebuah pabrik tahu di Pasar 4 Barat, Gang Famili, Lingkungan 5, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan pada Kamis sore ini, 12 Oktober 2017 pukul 17.00 WIB meledak. Akibatnya, 1 orang tewas mengenaskan, sementara dua korban lainnya kritis dan luka ringan.

Boniran, 38 tahun, tewas di tempat dengan kondisi tubuh hancur lebur dan bagian-bagian tubuhnya berserakan di lokasi kejadian, sementara Warudi alias wak Udin, 55 tahun mengalami kritis dan Sodik, 54 tahun mengalami luka ringan.

Hingga kini peristiwa maut yang menghebohkan warga setempat itu masih ditangani petugas Polsek Medan Labuhan.

Boiler pengolahan tahu yang terlempar


Boiler pengolahan tahu yang terlempar


Peristiwa nahas itu terjadi usai waktu Sholat Ashar. Warudi, selaku pemilik usaha pabrik tahu bersama pekerja lainnya yang tak lain masih saudara dekatnya saat itu sedang beristirahat sambil menunggu proses pemasakan bahan dasar tahu.

Masing-masing dari mereka duduk secara terpisah, dimana Boniran duduk berjarak sekitar 2 meter dari tungku pemasak tahu, sedangkan Warudi dan Sodik duduk berjauhan dari lokasi tungku pemasak tahu tersebut.

Seketika, Duarrr!! Uap panas gas yang semakin tinggi mengakibatkan boiler pemasak tahu tiba-tiba meledak dengan kekuatan radius sekitar 50 meter. Ledakan dengan getaran keras menghancurkan seluruh areal pabrik seluas 20 x 30 meter itu.

Kondisi pabrik tahu hancur

Kondisi pabrik tahu hancur


Boniran yang saat itu berada di dekat tungku langsung terpental dengan tubuh hancur dan terpisah, begitu juga pemilik usaha tahu, Warudi yang ikut menjadi korban ledakan mengalami luka serius di sekujur tubuh. Sedangkan, Sodik hanya mengalami luka ringan.

Kejadian itu sontak menghebohkan warga sekitar. Warudi dan Sodik yang saat itu terkapar langsung dibawa warga ke rumah sakit Wulan Windy Marelan. Suasana pabrik tahu yang sudah porak poranda itu pun langsung dikerumuni warga sekitar yang penasaran menyaksikan peristiwa tersebut.

“Tadi suara ledakannya kuat kali bang, seperti suara bom gitu la, ada satu orang yang tewas badan nya hancur dan warga juga masih mencari tangannya yang hilang, dan wak udin pemilik pabrik itu kritis langsung di bawa ke RS,” Ucap satria (20) warga setempat.

Salah satu korban yang selamat, Sugianto mengaku, sebelum kejadian itu terjadi, dirinya sedang membeli gorengan untuk mereka makan, sepulangnya membeli gorengan peristiwa itu pun terjadi.



Potongan tubuh korban


“Yang meninggal ini adik kandung pemilik usaha, kami disini bekerja saudara semua,” kata Sugianto.

Sementara menurut keterangan warga lainnya, terjadinya ledakan akibat boiler atau tungku yang terbuat dari besi kekurangan air.

“Itu mungkin akibat tungku nya terlalu panas dan kekurangan air makanya langsung meledak,” cetus Halimah, 32 tahun, warga sekitar.

Petugas Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP di pabrik tahu yang telah beroperasi selama bertahun tahun. Kondisi tubuh korban yang tewas dengan terpisah di cari pihak kepolisian dengan dibantu oleh warga.

Dengan kondisi lokasi yang masih dikerumuni warga, petugas mengumpulkan potongan-potongan tubuh korban. Sayangnya, hingga kini salah satu bagian tangan korban belum berhasil ditemukan. Cuaca yang mulai gelap ditambah minimnya penerangan membuat tim identifikasi kesulitan mencari potongan tubuh lainnya.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon saat berada di TKP mengatakan, pihaknya masih meminta keterangan dari seluruh pekerja dan melakukan olah TKP, untuk penyebab ledakan masih mereka selidiki.

“Kita masih selidiki penyebab dan meminta keterangan saksi, untuk korban yang tewas 1 orang dan yang mengalami luka serius ada 1 orang, Tim dari Labfor juga akan turun kelokasi untuk menguatkan penyelidikan, namun saat ini belum dapat disimpulkan siapa segabai tersangka,” ungkap Hendris di lokasi.

Facebook/yuni.rusmini

Duarrr!! Boiler Pengolahan Tahu Meledak, Tubuh Boniran Terpental Hancur Terpisah

Duarrr!! Boiler Pengolahan Tahu Meledak, Tubuh Boniran Terpental Hancur Terpisah

RiauJOS.com, Medan Marelan - Sebuah pabrik tahu di Pasar 4 Barat, Gang Famili, Lingkungan 5, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan pada Kamis sore ini, 12 Oktober 2017 pukul 17.00 WIB meledak. Akibatnya, 1 orang tewas mengenaskan, sementara dua korban lainnya kritis dan luka ringan.

Boniran, 38 tahun, tewas di tempat dengan kondisi tubuh hancur lebur dan bagian-bagian tubuhnya berserakan di lokasi kejadian, sementara Warudi alias wak Udin, 55 tahun mengalami kritis dan Sodik, 54 tahun mengalami luka ringan.

Hingga kini peristiwa maut yang menghebohkan warga setempat itu masih ditangani petugas Polsek Medan Labuhan.

Boiler pengolahan tahu yang terlempar


Boiler pengolahan tahu yang terlempar


Peristiwa nahas itu terjadi usai waktu Sholat Ashar. Warudi, selaku pemilik usaha pabrik tahu bersama pekerja lainnya yang tak lain masih saudara dekatnya saat itu sedang beristirahat sambil menunggu proses pemasakan bahan dasar tahu.

Masing-masing dari mereka duduk secara terpisah, dimana Boniran duduk berjarak sekitar 2 meter dari tungku pemasak tahu, sedangkan Warudi dan Sodik duduk berjauhan dari lokasi tungku pemasak tahu tersebut.

Seketika, Duarrr!! Uap panas gas yang semakin tinggi mengakibatkan boiler pemasak tahu tiba-tiba meledak dengan kekuatan radius sekitar 50 meter. Ledakan dengan getaran keras menghancurkan seluruh areal pabrik seluas 20 x 30 meter itu.

Kondisi pabrik tahu hancur

Kondisi pabrik tahu hancur


Boniran yang saat itu berada di dekat tungku langsung terpental dengan tubuh hancur dan terpisah, begitu juga pemilik usaha tahu, Warudi yang ikut menjadi korban ledakan mengalami luka serius di sekujur tubuh. Sedangkan, Sodik hanya mengalami luka ringan.

Kejadian itu sontak menghebohkan warga sekitar. Warudi dan Sodik yang saat itu terkapar langsung dibawa warga ke rumah sakit Wulan Windy Marelan. Suasana pabrik tahu yang sudah porak poranda itu pun langsung dikerumuni warga sekitar yang penasaran menyaksikan peristiwa tersebut.

“Tadi suara ledakannya kuat kali bang, seperti suara bom gitu la, ada satu orang yang tewas badan nya hancur dan warga juga masih mencari tangannya yang hilang, dan wak udin pemilik pabrik itu kritis langsung di bawa ke RS,” Ucap satria (20) warga setempat.

Salah satu korban yang selamat, Sugianto mengaku, sebelum kejadian itu terjadi, dirinya sedang membeli gorengan untuk mereka makan, sepulangnya membeli gorengan peristiwa itu pun terjadi.



Potongan tubuh korban


“Yang meninggal ini adik kandung pemilik usaha, kami disini bekerja saudara semua,” kata Sugianto.

Sementara menurut keterangan warga lainnya, terjadinya ledakan akibat boiler atau tungku yang terbuat dari besi kekurangan air.

“Itu mungkin akibat tungku nya terlalu panas dan kekurangan air makanya langsung meledak,” cetus Halimah, 32 tahun, warga sekitar.

Petugas Polsek Medan Labuhan datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP di pabrik tahu yang telah beroperasi selama bertahun tahun. Kondisi tubuh korban yang tewas dengan terpisah di cari pihak kepolisian dengan dibantu oleh warga.

Dengan kondisi lokasi yang masih dikerumuni warga, petugas mengumpulkan potongan-potongan tubuh korban. Sayangnya, hingga kini salah satu bagian tangan korban belum berhasil ditemukan. Cuaca yang mulai gelap ditambah minimnya penerangan membuat tim identifikasi kesulitan mencari potongan tubuh lainnya.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Hendris Tampubolon saat berada di TKP mengatakan, pihaknya masih meminta keterangan dari seluruh pekerja dan melakukan olah TKP, untuk penyebab ledakan masih mereka selidiki.

“Kita masih selidiki penyebab dan meminta keterangan saksi, untuk korban yang tewas 1 orang dan yang mengalami luka serius ada 1 orang, Tim dari Labfor juga akan turun kelokasi untuk menguatkan penyelidikan, namun saat ini belum dapat disimpulkan siapa segabai tersangka,” ungkap Hendris di lokasi.

Facebook/yuni.rusmini