Social Items

Bang Napi 'Waspadalah' Meninggal.. Selalu Tampil Garang di TV, Dikenyataan Pendiam, Lembut dan Baik Hati

RiauJOS.com, Depok - Kini, sudah tidak ada lagi ungkapan seorang Bang Napi, yang sering mengingatkan siapa saja melalui tayangan televisi untuk tetap waspada terhadap kejahatan, "Waspadalah.. waspadalah.. waspadalah!!", kata-kata itu menjadi peninggalan Bang Napi yang terus dikenang warga Indonesia dan dunia hiburan televisi Indonesia.

Penampilannya yang sangar dan garang di televisi menjadi branding dari Bang Napi alias Ari Hendrosaputro. Namun, keluarganya menilai sifat itu jauh berbeda dengan sehari-harinya.

Dilansir Okezone, Bang Ari tidak pernah memarahi kedua anaknya, Arta dan Abela, dan selalu memberikan apa yang mereka inginkan, seperti terlihat dalam tayangan Go Spot RCTI, Rabu, 4 Oktober 2017, Abela mengungkap ayahnya adalah sosok yang sangat baik hati.


“Papi tuh enggak pernah marah, terus baik banget. Nganterin ke mana-mana, kita mau apapun dikasih,” ucap Abela.

Bang Ari diketahui meninggal dunia pada Selasa 3 Oktober 2017 karena penyumbatan akut di salah satu pembuluh yang menuju jantungnya. Meski begitu, ia tidak pernah mengeluhkan gangguan itu di depan keluarga. Maka dari itu, kematiannya yang tiba-tiba membuat keluarganya, termasuk sang istri, Ponti Yestika, sangat terpukul.

“Dia orangnya pendiem sih, jadi sakit apa tuh dia enggak pernah ngomong kalau enggak parah,” ucap Abela.

“Kayak tadi pagi tuh dia telefon “Bisa anterin aku enggak?” Aku udah kerasa gitu kalo dia kayaknya parah nih,” timpal Ponti.

Sementara, Arta terlihat hampir menangis ketika diwawancara. Dengan pakaian serba hitam yang dikenakannya, putra Bang Ari itu menahan-nahan air mata sembari Abela menjelaskan tentang sifat sang ayah. Dirinya sangat kehilangan ayahnya yang lembut dan juga sabar itu. Namun, akhirnya ia bisa menggambarkan sosok Bang Ari yang begitu melekat dihatinya.

“Sangat sabar. Saat mendidik kita sangat sabar banget, dengan lembut, jadi merasa kehilangan beliau,” ucap Arta.

Akhirnya, keluarga menginginkan Bang Ari meninggal dengan tenang. Jenazah Bang Ari telah dikuburkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Pusat setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka di kawasan Graha Cinere, Depok, Jawa Barat.

“Semoga tenang di sana, udah enggak ngerasa sakit lagi. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” kata Abela memungkasi.

Bang Napi 'Waspadalah' Meninggal.. Selalu Tampil Garang di TV, Dikenyataan Pendiam, Lembut dan Baik Hati

Bang Napi 'Waspadalah' Meninggal.. Selalu Tampil Garang di TV, Dikenyataan Pendiam, Lembut dan Baik Hati

RiauJOS.com, Depok - Kini, sudah tidak ada lagi ungkapan seorang Bang Napi, yang sering mengingatkan siapa saja melalui tayangan televisi untuk tetap waspada terhadap kejahatan, "Waspadalah.. waspadalah.. waspadalah!!", kata-kata itu menjadi peninggalan Bang Napi yang terus dikenang warga Indonesia dan dunia hiburan televisi Indonesia.

Penampilannya yang sangar dan garang di televisi menjadi branding dari Bang Napi alias Ari Hendrosaputro. Namun, keluarganya menilai sifat itu jauh berbeda dengan sehari-harinya.

Dilansir Okezone, Bang Ari tidak pernah memarahi kedua anaknya, Arta dan Abela, dan selalu memberikan apa yang mereka inginkan, seperti terlihat dalam tayangan Go Spot RCTI, Rabu, 4 Oktober 2017, Abela mengungkap ayahnya adalah sosok yang sangat baik hati.


“Papi tuh enggak pernah marah, terus baik banget. Nganterin ke mana-mana, kita mau apapun dikasih,” ucap Abela.

Bang Ari diketahui meninggal dunia pada Selasa 3 Oktober 2017 karena penyumbatan akut di salah satu pembuluh yang menuju jantungnya. Meski begitu, ia tidak pernah mengeluhkan gangguan itu di depan keluarga. Maka dari itu, kematiannya yang tiba-tiba membuat keluarganya, termasuk sang istri, Ponti Yestika, sangat terpukul.

“Dia orangnya pendiem sih, jadi sakit apa tuh dia enggak pernah ngomong kalau enggak parah,” ucap Abela.

“Kayak tadi pagi tuh dia telefon “Bisa anterin aku enggak?” Aku udah kerasa gitu kalo dia kayaknya parah nih,” timpal Ponti.

Sementara, Arta terlihat hampir menangis ketika diwawancara. Dengan pakaian serba hitam yang dikenakannya, putra Bang Ari itu menahan-nahan air mata sembari Abela menjelaskan tentang sifat sang ayah. Dirinya sangat kehilangan ayahnya yang lembut dan juga sabar itu. Namun, akhirnya ia bisa menggambarkan sosok Bang Ari yang begitu melekat dihatinya.

“Sangat sabar. Saat mendidik kita sangat sabar banget, dengan lembut, jadi merasa kehilangan beliau,” ucap Arta.

Akhirnya, keluarga menginginkan Bang Ari meninggal dengan tenang. Jenazah Bang Ari telah dikuburkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Pusat setelah sebelumnya disemayamkan di rumah duka di kawasan Graha Cinere, Depok, Jawa Barat.

“Semoga tenang di sana, udah enggak ngerasa sakit lagi. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,” kata Abela memungkasi.