Wiranto Banjarnahor, Penghina Nabi Muhammad SAW di Facebook, Dipenjara 1 tahun 4 bulan

RiauJOS.com, Medan - Wiranto Banjarnahor harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dilakukan di media sosial. Setelah diberhentikan sebagai mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), dia juga dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan penjara, karena menistakan agama Islam. Hukuman penjara dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Sabarulina Ginting di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu, 13 September 2013.

Inilah Akhir Hidup Para Penghina Nabi Muhammad SAW

Diwartakan Merdeka, Wiranto Banjarnahor dinyatakan telah terbukti melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 156 a KUHP. 

"Menyatakan terdakwaWiranto Banjarnahor telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia," kata Sabarulina. 

Putusan majelis hakim telah mempertimbangkan pembelaan tertulis Wiranto. Di antaranya dia telah meminta maaf kepada seluruh umat Islam. "Terdakwa memohon keringanan dan ingin melanjutkan kuliah," ucap Sabarulina. 

Majelis hakim juga sepakat dengan jaksa mengenai hal yang memberatkan. Perbuatan Wiranto dinyatakan dapat menimbulkan konflik antarumat beragama di Indonesia. Hukuman 1 tahun 4 bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa. 

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Hutomo meminta agar Wiranto dijatuhi pidana 2 tahun penjara. Menyikapi putusan majelis hakim, Sindu menyatakan masih pikir-pikir. 

Wiranto juga menyampaikan hal yang sama. Perkara yang menjerat Wiranto bermula dari postingannya pada akun Facebok Bangun Prima Eka Persada miliknya. Pemuda yang saat itu kuliah disemester II di Fakultas Teknik Unimed itu menuliskan kalimat yang menghina Nabi Muhammad SAW. 

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Medan melakukan penyelidikan. Wiranto kemudiandiciduk dari tempat kosnya di Jalan Pancing, Medan Estate, Medan, Selasa, 16 Mei 2017. 

Dia pun menjalani proses hukum hingga kasusnya dilimpahkan ke pengadilan, dan juga dipecat dari kampusnya.

Wiranto Banjarnahor, Penghina Nabi Muhammad SAW di Facebook, Dipenjara 1 tahun 4 bulan

Wiranto Banjarnahor, Penghina Nabi Muhammad SAW di Facebook, Dipenjara 1 tahun 4 bulan

RiauJOS.com, Medan - Wiranto Banjarnahor harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dilakukan di media sosial. Setelah diberhentikan sebagai mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), dia juga dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan penjara, karena menistakan agama Islam. Hukuman penjara dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Sabarulina Ginting di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu, 13 September 2013.

Inilah Akhir Hidup Para Penghina Nabi Muhammad SAW

Diwartakan Merdeka, Wiranto Banjarnahor dinyatakan telah terbukti melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 156 a KUHP. 

"Menyatakan terdakwaWiranto Banjarnahor telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia," kata Sabarulina. 

Putusan majelis hakim telah mempertimbangkan pembelaan tertulis Wiranto. Di antaranya dia telah meminta maaf kepada seluruh umat Islam. "Terdakwa memohon keringanan dan ingin melanjutkan kuliah," ucap Sabarulina. 

Majelis hakim juga sepakat dengan jaksa mengenai hal yang memberatkan. Perbuatan Wiranto dinyatakan dapat menimbulkan konflik antarumat beragama di Indonesia. Hukuman 1 tahun 4 bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa. 

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sindu Hutomo meminta agar Wiranto dijatuhi pidana 2 tahun penjara. Menyikapi putusan majelis hakim, Sindu menyatakan masih pikir-pikir. 

Wiranto juga menyampaikan hal yang sama. Perkara yang menjerat Wiranto bermula dari postingannya pada akun Facebok Bangun Prima Eka Persada miliknya. Pemuda yang saat itu kuliah disemester II di Fakultas Teknik Unimed itu menuliskan kalimat yang menghina Nabi Muhammad SAW. 

Setelah mendapat laporan dari masyarakat, personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polrestabes Medan melakukan penyelidikan. Wiranto kemudiandiciduk dari tempat kosnya di Jalan Pancing, Medan Estate, Medan, Selasa, 16 Mei 2017. 

Dia pun menjalani proses hukum hingga kasusnya dilimpahkan ke pengadilan, dan juga dipecat dari kampusnya.