Logo Bawaslu yang Baru Picu Kontroversi: Tidak Ada Garuda, Merah Putih dan Hilangnya Tulisan Republik Indonesia

RiauJOS.com, Jakarta - Peluncuran logo baru Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menuai kontroversi, pasalnya dalam logo yang di desain oleh pemenang sayembara logo Bawaslu, Aditya Wardani yang berasal dari lampung itu, tidak mencantumkan gambar Garuda, merah putih yang menjadi simbol bendera Indonesia, dan juga tulisan Republik Indonesia.

Logo Sebelumnya, berbentuk bulat, ada Garuda, merah putih dan juga bertuliskan Bawaslu Republik Indonesia.

Diwartakan RMOL, Kamis, 21 September 2017 logo baru Bawaslu sedikit berbau kontroversi menurut pandangan pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.

Adi mempertanyakan, urgensi peluncuran dibalik kinerja Bawaslu yang kerap dianggap tidak optimal.

"Selama ini kan Bawaslu ini La Yamutu Wala Yahya (tak hidup dan tak mati). Ada, tapi tiada, perannya nyaris tak terasa. Dibalik kinerja yang dianggap Layamutu Wala Yahya itu, Bawaslu malah sibuk ngurus soal pergantian logo," timpal Adi, Selasa lalu, 19 September 2017.

Menurut Adi, Bawaslu seharusnya fokus terhadap persiapan Pilkada Serentak 2018. Termasuk Pilpres 2019. Terutama dalam menyiapkan petugas pengawas guna menghadapi Pilpres 2019.

"Mestinya Bawaslu lebih fokus bagaimana meningkatkatkan kapasitas pernonelnya, guna menghadapi pemilu serentak 2019. Bukan malah sibuk mengurus hal tehnis yang tak substansial," sesal Adi.

Pergantian Logo Bawaslu, kata Adi, tidak terlalu mendesak. Selain itu, pergantian logo juga bisa dilakukan kapan saja. Sementara itu, ada hal lain yang lebih mendesak dan seharusnya jadi skala prioritas Bawaslu.

"Yang paling mendesak adalah bagaimana Bawaslu mempersiapkan diri menghadapi pemilu serentak 2019. Karena cukup njlimet dan butuh persiapan serius. Kita ingin Bawaslu ini keliatan taring dan bunyinya. Bukan sebatas seremonial saja tanpa eksekusi," ujarnya memungkasi.

Pemenang lomba logo Bawaslu, Aditya Wardani


Pantauan Riau JOS, di lokasi peluncuran logo Bawaslu yang baru, di Crowne Hotel, Jakarta pada Rabu malam, 20 September 2017 pihak Bawaslu menyatakan, logo yang baru sebagai wujud semangat baru Bawaslu dalam menegakkan keadilan Pemilu, sama seperti tag line yang baru, "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu" sedangkan tag line sebelumnya, "Dari Bawaslu, Kita Selamatkan Pemilu Indonesia".

Picu Kontroversi, Peluncuran Logo Bawaslu yang Baru: Tidak Ada Garuda, Merah Putih dan Hilangnya Tulisan Republik Indonesia

Logo Bawaslu yang Baru Picu Kontroversi: Tidak Ada Garuda, Merah Putih dan Hilangnya Tulisan Republik Indonesia

RiauJOS.com, Jakarta - Peluncuran logo baru Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menuai kontroversi, pasalnya dalam logo yang di desain oleh pemenang sayembara logo Bawaslu, Aditya Wardani yang berasal dari lampung itu, tidak mencantumkan gambar Garuda, merah putih yang menjadi simbol bendera Indonesia, dan juga tulisan Republik Indonesia.

Logo Sebelumnya, berbentuk bulat, ada Garuda, merah putih dan juga bertuliskan Bawaslu Republik Indonesia.

Diwartakan RMOL, Kamis, 21 September 2017 logo baru Bawaslu sedikit berbau kontroversi menurut pandangan pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.

Adi mempertanyakan, urgensi peluncuran dibalik kinerja Bawaslu yang kerap dianggap tidak optimal.

"Selama ini kan Bawaslu ini La Yamutu Wala Yahya (tak hidup dan tak mati). Ada, tapi tiada, perannya nyaris tak terasa. Dibalik kinerja yang dianggap Layamutu Wala Yahya itu, Bawaslu malah sibuk ngurus soal pergantian logo," timpal Adi, Selasa lalu, 19 September 2017.

Menurut Adi, Bawaslu seharusnya fokus terhadap persiapan Pilkada Serentak 2018. Termasuk Pilpres 2019. Terutama dalam menyiapkan petugas pengawas guna menghadapi Pilpres 2019.

"Mestinya Bawaslu lebih fokus bagaimana meningkatkatkan kapasitas pernonelnya, guna menghadapi pemilu serentak 2019. Bukan malah sibuk mengurus hal tehnis yang tak substansial," sesal Adi.

Pergantian Logo Bawaslu, kata Adi, tidak terlalu mendesak. Selain itu, pergantian logo juga bisa dilakukan kapan saja. Sementara itu, ada hal lain yang lebih mendesak dan seharusnya jadi skala prioritas Bawaslu.

"Yang paling mendesak adalah bagaimana Bawaslu mempersiapkan diri menghadapi pemilu serentak 2019. Karena cukup njlimet dan butuh persiapan serius. Kita ingin Bawaslu ini keliatan taring dan bunyinya. Bukan sebatas seremonial saja tanpa eksekusi," ujarnya memungkasi.

Pemenang lomba logo Bawaslu, Aditya Wardani


Pantauan Riau JOS, di lokasi peluncuran logo Bawaslu yang baru, di Crowne Hotel, Jakarta pada Rabu malam, 20 September 2017 pihak Bawaslu menyatakan, logo yang baru sebagai wujud semangat baru Bawaslu dalam menegakkan keadilan Pemilu, sama seperti tag line yang baru, "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu" sedangkan tag line sebelumnya, "Dari Bawaslu, Kita Selamatkan Pemilu Indonesia".