RiauJOS.com, Pekanbaru - Jawani (51 tahun), seorang pengemis tua warga Jalan Cipta Karya ditangkap Satpol PP Kota Pekanbaru di persimpangan lampu merah Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Kamis, 7 September 2017. Wanita paruh baya ini tercyduk Satpol PP karena mengemis. Dia ditangkap bersama tiga orang lainnya.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru Nomor 12 Tahun 2008 tentang Ketertiban Sosial, kegiatan mengemis dilarang keras. Hal ini tertuang dalam pasal 3, ayat 1 yang berbunyi, "dilarang melakukan pengemisan di depan umum dan di tempat umum di jalan raya, jalur hijau, persimpangan lampu merah dan jembatan penyeberangan.".

"Sudah 20 tahun ngemis," kata Jawani saat tiba di kantor Satpol PP Kota Pekanbaru.

Jawani mengaku, saat mengemis bersama Iyus temannya, karena sudah tidak bisa melihat. Biasanya dia mengemis di depan rumah makan Pak Nurdin Jalan HR Subrantas.

Hasil mengemis yang didapat dibagi dua dengan Iyus. "Biasanya di rumah makan pak Nurdin. Tadi ramai (pengemis), makanya ke lampu merah," kata dia.

Di Jalan Cipta Karya, Jawani mengaku mengontrak rumah. Ia sebenarnya memiliki anak laki-laki yang sudah bekerja dan sudah bekeluarga. Biaya keperluan sehari-hari dari uang hasil mengemis, sedangkan untuk biaya listrik kontrkan dibantu anaknya. "Anak kerja cleaning service," ujarnya.

Dalam sehari mengemis, Jawani biasanya mendapat Rp.60 ribu. Jika akhir pekan, Sabtu dan Minggu bisa mendapatkan uang hingga Rp.100 ribu.

Sementara, Kepala Badan Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan, empat gelandangan dan pengemis itu sudah di data. Selanjutnya, instansi penegak Perda menyerahkan ke dinas sosial. "Kita melakukan pendataan, selanjutnya kita serahkan ke dinas sosial kota Pekanbaru," katanya.

Hallo Riau

Penghasilan Sehari Mencapai Rp.100 ribu, Pengemis Tua dan Buta di Pekanbaru Tercyduk Satpol PP


RiauJOS.com, Pekanbaru - Jawani (51 tahun), seorang pengemis tua warga Jalan Cipta Karya ditangkap Satpol PP Kota Pekanbaru di persimpangan lampu merah Pasar Pagi Arengka, Pekanbaru, Kamis, 7 September 2017. Wanita paruh baya ini tercyduk Satpol PP karena mengemis. Dia ditangkap bersama tiga orang lainnya.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru Nomor 12 Tahun 2008 tentang Ketertiban Sosial, kegiatan mengemis dilarang keras. Hal ini tertuang dalam pasal 3, ayat 1 yang berbunyi, "dilarang melakukan pengemisan di depan umum dan di tempat umum di jalan raya, jalur hijau, persimpangan lampu merah dan jembatan penyeberangan.".

"Sudah 20 tahun ngemis," kata Jawani saat tiba di kantor Satpol PP Kota Pekanbaru.

Jawani mengaku, saat mengemis bersama Iyus temannya, karena sudah tidak bisa melihat. Biasanya dia mengemis di depan rumah makan Pak Nurdin Jalan HR Subrantas.

Hasil mengemis yang didapat dibagi dua dengan Iyus. "Biasanya di rumah makan pak Nurdin. Tadi ramai (pengemis), makanya ke lampu merah," kata dia.

Di Jalan Cipta Karya, Jawani mengaku mengontrak rumah. Ia sebenarnya memiliki anak laki-laki yang sudah bekerja dan sudah bekeluarga. Biaya keperluan sehari-hari dari uang hasil mengemis, sedangkan untuk biaya listrik kontrkan dibantu anaknya. "Anak kerja cleaning service," ujarnya.

Dalam sehari mengemis, Jawani biasanya mendapat Rp.60 ribu. Jika akhir pekan, Sabtu dan Minggu bisa mendapatkan uang hingga Rp.100 ribu.

Sementara, Kepala Badan Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian mengatakan, empat gelandangan dan pengemis itu sudah di data. Selanjutnya, instansi penegak Perda menyerahkan ke dinas sosial. "Kita melakukan pendataan, selanjutnya kita serahkan ke dinas sosial kota Pekanbaru," katanya.

Hallo Riau