Merinding!! Mendengar Doa Ustad saat Walikota Pekalongan Menyegel Masjid, dan Akhirnya Tewas

RiauJOS.com, Pekalongan - Peristiwa wafatnya Walikota Pekalongan, Achmad Alf Arslan Djunaid menggegerkan warga dan menjadi viral setelah video doa Ustad yang terzalimi saat Masjid sebagai rumah Allah disegel satpol PP atas kebijakan Walikota Pekalongan.

Diwartakan Serujambi[dot]com, saat ini di media sosial Youtube sedang heboh dengan rekaman video detik-detik penyegelan Masjid Al-Arqom di Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan yang masih dalam tahap renovasi.

Rencana renovasi Masjid, mendapat penolakan hampir 100 persen warga karena dianggap tidak berizin dan berpotensi mengganggu kerukunan warga setempat, karena diketahui berpaham wahabi.

Setelah melalui rapat koordinasi, Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid, akhirnya memutuskan untuk menyegel Masjid tersebut pada 25 Agustus 2017.

Usai Menyegel Masjid, seminggu kemudian, pada 7 September 2017 Walikota Pekalongan meninggal dunia.


“Saya ingatkan kepada saudra-saudara saya, siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberikannya hidayah. Siapapun orang yang menghalangi untuk membangun masjid, maka ia adalah orang yang paling dzolim. Ujarnya seraya mengutip sebuah ayat di Surat Al Baqarah… Orang-orang yang berusaha merobohkan masjid Allah, dia akan ditimpa siksa di dunia. Ini orang nantinya mati kayak apa..…” ujarnya sambil terisak-isak, dan terekam dalam video yang beredar masif di YouTube.

Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid diketahui meninggal dunia pada Kamis siang, 7 September 2017

Sementara, Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid meninggal dunia pada Kamis siang, 7 September 2017. Kabar wafatnya Achmad sempat membuat sebagian pegawai di kantor Wali Kota Pekalongan panik. 

Sekitar pukul 13.30, Kamis 7 September 2017 di kantor Wali Kota Pekalongan, seorang pegawai perempuan berlari kecil sambil menempelkan telepon genggam di telinganya. Wajahnya tampak cemas dan panik. Beberapa kali dia menyebut nama Pak Alex (Sapaan akrab Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid) dengan seseorang di sambungan telepon.

Dua jam setelahnya, tersiar kabar jika Wali Kota yang baru menjabat 1,5 tahun itu meninggal. Dia menghembuskan napas terakhir di RSUD Bendan Kota Pekalongan sekitar pukul 15.30 WIB. 

“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun telah meninggal dunia Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid,” tulis sebuah pesan di sejumlah grup whatsapp.

Klarifikasi Pemkot Pekalongan soal Penyegelan Masjid

Diwartakan Tribun, Kamis, 14 September 2017, Walikota Pekalongan, Alf Arslan Junaid, wafat beberapa saat setelah menghadiri kegiatan di Makassar beberapa waktu lalu.

Duka mendalam masih dirasakan oleh seluruh jajaran Pemkot Pekalongan. Belum kering tanah makam sang walikota, masyarakat Kota Pekalongan dibuat geram oleh beredarnya meme yang memojokkan almarhum pria yang akrab disapa Alex itu.

Meme yang berlatar foto Alex itu diberi tulisan keterangan almarhum wafat setelah menyegel sebuah masjid di Kota Pekalongan.

Hal ini membuat Pemkot Pekalongan angkat bicara. Kabag Humas Setda Kota Pekalongan, Arif Karyadi, mengatakan, isu tersebut adalah fitnah yang kejam.

Arif mengatakan, Masjid yang diisukan disegel itu berada di Kelurahan Krapyak. "Itu fitnah, yang disegel itu adalah gedung serba guna yang tidak memiliki IMB. Bukan pembangunan masjid," kata Arif, Kamis, 14 September 2017.

"Justru Pemkot Pekalongan selama ini sangat fokus terhadap pembangunan masjid. Memakmurkan masjid, masyarakat sekitar Masjid. Isu ini sangat kejam dan menyesatkan," katanya.

Arif menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing isu sesat yang sengaja dihembuskan untuk memecah belah persatuan.

Pembangunan dan rehabilitasi Masjid Al-Arqom, di Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan
Pembangunan dan rehabilitasi Masjid Al-Arqom, di Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan (ngelmu[dot]id)
Segel Masjid

Sementar, delikpantura[dot]com melaporkan, dua pekan sebelum meninggal, Pemerintah Kota Pekalongan melalui dinas Pekerjaan Umum ( PU ) akhirnya mengeluarkan surat peringatan (SP) sampai Surat Penyatan resmi Pemberhentian Pembangunan agar yayasan menghentikan pembangunan masjid karena tidak memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB).

Ironisnya pihak yayasan tetap melanjutkan pembangunan masjid tersebut, dan sama sekali tidak mengindahkan Surat pemberhentian dari pihak Pemerintah Kota Pekalongan.

Maka pihak Pemerintah kota Pekalongan, melalui Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) melakukan tindakan penyegelan penghentian pembangunan Masjid Al-Arqom (25/8)

Nasrullah ketua Yayasan Al – Iman selaku penyelenggara Pembangunan Masjid Al-Arqom , ketika ditemui tidak memberikan jawaban


Komentar Netizen Soal Video Viral Penyegelan Masjid

Beberapa saat setelah warta ini diterbitkan, bermunculan komentar netizen yang mengklarifikasi soal isu penyegelan Masjid. Berikut screenshot komentar netizen di grup Facebook, Dr. Zakir Naik Fans Indonesia.

Berita HOAX


Hati Seribu Masjid



Video Penyegelan di YouTube



Abadikini/Serujambi/Tribun/DelikPantura

Merinding!! Mendengar Doa Ustad saat Walikota Pekalongan Menyegel Masjid, dan Akhirnya Walikota Mendadak Tewas

Merinding!! Mendengar Doa Ustad saat Walikota Pekalongan Menyegel Masjid, dan Akhirnya Tewas

RiauJOS.com, Pekalongan - Peristiwa wafatnya Walikota Pekalongan, Achmad Alf Arslan Djunaid menggegerkan warga dan menjadi viral setelah video doa Ustad yang terzalimi saat Masjid sebagai rumah Allah disegel satpol PP atas kebijakan Walikota Pekalongan.

Diwartakan Serujambi[dot]com, saat ini di media sosial Youtube sedang heboh dengan rekaman video detik-detik penyegelan Masjid Al-Arqom di Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan yang masih dalam tahap renovasi.

Rencana renovasi Masjid, mendapat penolakan hampir 100 persen warga karena dianggap tidak berizin dan berpotensi mengganggu kerukunan warga setempat, karena diketahui berpaham wahabi.

Setelah melalui rapat koordinasi, Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid, akhirnya memutuskan untuk menyegel Masjid tersebut pada 25 Agustus 2017.

Usai Menyegel Masjid, seminggu kemudian, pada 7 September 2017 Walikota Pekalongan meninggal dunia.


“Saya ingatkan kepada saudra-saudara saya, siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang dapat memberikannya hidayah. Siapapun orang yang menghalangi untuk membangun masjid, maka ia adalah orang yang paling dzolim. Ujarnya seraya mengutip sebuah ayat di Surat Al Baqarah… Orang-orang yang berusaha merobohkan masjid Allah, dia akan ditimpa siksa di dunia. Ini orang nantinya mati kayak apa..…” ujarnya sambil terisak-isak, dan terekam dalam video yang beredar masif di YouTube.

Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid diketahui meninggal dunia pada Kamis siang, 7 September 2017

Sementara, Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid meninggal dunia pada Kamis siang, 7 September 2017. Kabar wafatnya Achmad sempat membuat sebagian pegawai di kantor Wali Kota Pekalongan panik. 

Sekitar pukul 13.30, Kamis 7 September 2017 di kantor Wali Kota Pekalongan, seorang pegawai perempuan berlari kecil sambil menempelkan telepon genggam di telinganya. Wajahnya tampak cemas dan panik. Beberapa kali dia menyebut nama Pak Alex (Sapaan akrab Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid) dengan seseorang di sambungan telepon.

Dua jam setelahnya, tersiar kabar jika Wali Kota yang baru menjabat 1,5 tahun itu meninggal. Dia menghembuskan napas terakhir di RSUD Bendan Kota Pekalongan sekitar pukul 15.30 WIB. 

“Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun telah meninggal dunia Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid,” tulis sebuah pesan di sejumlah grup whatsapp.

Klarifikasi Pemkot Pekalongan soal Penyegelan Masjid

Diwartakan Tribun, Kamis, 14 September 2017, Walikota Pekalongan, Alf Arslan Junaid, wafat beberapa saat setelah menghadiri kegiatan di Makassar beberapa waktu lalu.

Duka mendalam masih dirasakan oleh seluruh jajaran Pemkot Pekalongan. Belum kering tanah makam sang walikota, masyarakat Kota Pekalongan dibuat geram oleh beredarnya meme yang memojokkan almarhum pria yang akrab disapa Alex itu.

Meme yang berlatar foto Alex itu diberi tulisan keterangan almarhum wafat setelah menyegel sebuah masjid di Kota Pekalongan.

Hal ini membuat Pemkot Pekalongan angkat bicara. Kabag Humas Setda Kota Pekalongan, Arif Karyadi, mengatakan, isu tersebut adalah fitnah yang kejam.

Arif mengatakan, Masjid yang diisukan disegel itu berada di Kelurahan Krapyak. "Itu fitnah, yang disegel itu adalah gedung serba guna yang tidak memiliki IMB. Bukan pembangunan masjid," kata Arif, Kamis, 14 September 2017.

"Justru Pemkot Pekalongan selama ini sangat fokus terhadap pembangunan masjid. Memakmurkan masjid, masyarakat sekitar Masjid. Isu ini sangat kejam dan menyesatkan," katanya.

Arif menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing isu sesat yang sengaja dihembuskan untuk memecah belah persatuan.

Pembangunan dan rehabilitasi Masjid Al-Arqom, di Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan
Pembangunan dan rehabilitasi Masjid Al-Arqom, di Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan (ngelmu[dot]id)
Segel Masjid

Sementar, delikpantura[dot]com melaporkan, dua pekan sebelum meninggal, Pemerintah Kota Pekalongan melalui dinas Pekerjaan Umum ( PU ) akhirnya mengeluarkan surat peringatan (SP) sampai Surat Penyatan resmi Pemberhentian Pembangunan agar yayasan menghentikan pembangunan masjid karena tidak memiliki ijin mendirikan bangunan (IMB).

Ironisnya pihak yayasan tetap melanjutkan pembangunan masjid tersebut, dan sama sekali tidak mengindahkan Surat pemberhentian dari pihak Pemerintah Kota Pekalongan.

Maka pihak Pemerintah kota Pekalongan, melalui Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) melakukan tindakan penyegelan penghentian pembangunan Masjid Al-Arqom (25/8)

Nasrullah ketua Yayasan Al – Iman selaku penyelenggara Pembangunan Masjid Al-Arqom , ketika ditemui tidak memberikan jawaban


Komentar Netizen Soal Video Viral Penyegelan Masjid

Beberapa saat setelah warta ini diterbitkan, bermunculan komentar netizen yang mengklarifikasi soal isu penyegelan Masjid. Berikut screenshot komentar netizen di grup Facebook, Dr. Zakir Naik Fans Indonesia.

Berita HOAX


Hati Seribu Masjid



Video Penyegelan di YouTube



Abadikini/Serujambi/Tribun/DelikPantura