Menakjubkan, Pria ini Menyusun Skripsi 170 Halaman dengan Tulisan Tangan

RiauJOS.com, Sains - Kemajuan teknologi membuat penyusunan skripsi jauh lebih mudah. Namun, berbeda dengan skripsi yang disusun ayah Seorang pemuda, Randel Tablada yang belakangan mengunggah foto skripsi ayahnya melalui akun Twitter-nya.

Skripsi tersebut terdiri dari 170 halaman. Pada sampulnya yang berwarna hijau, tertulis nama ayah Randel yaitu, Almar D. Tablada.

Skripsi ini ditulis pada 1982 silam. Sekilas dilihat dari sampulnya memang terlihat biasa, namun saat skripsi membuka tiap halaman isinya, bukanlah hasil print out/cetak komputer melainkan tulisan tangan.

Tulisan tangan Almar terlihat seragam dan rapi.

Tulisan tangan Almar terlihat seragam dan rapi. Ia juga menulis dengan tangan semua rumus dan angka. Karya tulisnya ini terlihat indah tanpa coretan dan kesalahan.

Ia juga menulis dengan tangan semua rumus dan angka

Hal itu tentu bukan kejadian yang biasa di masa lalu. Namun, pada masa itu, inilah pilihan satu-satunya bagi ayah Randel.

Almar menulis skripsinya dengan tulisan tangannya sendiri di waktu malam di akhir pekan, mulai pukul 10 malam hingga 2 dini hari.

Almar mengaku itu adalah proses yang sangat lamban. Ayah Randel harus memastikan ia tak membuat kesalahan apapun.

Bagi Almar membuat coretan atau kesalahan berarti ia harus mengulang satu halaman penuh. Kini, pria berusia 57 tahun ini telah bekerja di Biro Peralatan Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya.

Kbknews

Menakjubkan, Pria ini Menyusun Skripsi 170 Halaman dengan Tulisan Tangan

Menakjubkan, Pria ini Menyusun Skripsi 170 Halaman dengan Tulisan Tangan

RiauJOS.com, Sains - Kemajuan teknologi membuat penyusunan skripsi jauh lebih mudah. Namun, berbeda dengan skripsi yang disusun ayah Seorang pemuda, Randel Tablada yang belakangan mengunggah foto skripsi ayahnya melalui akun Twitter-nya.

Skripsi tersebut terdiri dari 170 halaman. Pada sampulnya yang berwarna hijau, tertulis nama ayah Randel yaitu, Almar D. Tablada.

Skripsi ini ditulis pada 1982 silam. Sekilas dilihat dari sampulnya memang terlihat biasa, namun saat skripsi membuka tiap halaman isinya, bukanlah hasil print out/cetak komputer melainkan tulisan tangan.

Tulisan tangan Almar terlihat seragam dan rapi.

Tulisan tangan Almar terlihat seragam dan rapi. Ia juga menulis dengan tangan semua rumus dan angka. Karya tulisnya ini terlihat indah tanpa coretan dan kesalahan.

Ia juga menulis dengan tangan semua rumus dan angka

Hal itu tentu bukan kejadian yang biasa di masa lalu. Namun, pada masa itu, inilah pilihan satu-satunya bagi ayah Randel.

Almar menulis skripsinya dengan tulisan tangannya sendiri di waktu malam di akhir pekan, mulai pukul 10 malam hingga 2 dini hari.

Almar mengaku itu adalah proses yang sangat lamban. Ayah Randel harus memastikan ia tak membuat kesalahan apapun.

Bagi Almar membuat coretan atau kesalahan berarti ia harus mengulang satu halaman penuh. Kini, pria berusia 57 tahun ini telah bekerja di Biro Peralatan Departemen Pekerjaan Umum dan Jalan Raya.

Kbknews