Marak Isu Mayat Menempel diatas Kubah Hijau, akhirnya Pengelola Masjid Nabawi Angkat Bicara

RiauJOS.com, Madinah - Kubah hijau Masjid Nabawi, atap makam Nabi Muhammad SAW dan pemimpin Islam pertama, Umar bin Khattab, dalam beberapa tahun terakhir sempat jadi sasaran isu mayat menempel di atasnya. Pengelola masjid menepis isu tersebut. Mayat di atas kubah adalah kabar bohong.

Nabawi merupakan masjid yang dibangun Rasulullah setelah hijrah dari Mekah ke Madinah pada 622 M. Berdasarkan sejumlah literatur, awalnya hanya bangunan tanpa atap. Ukurannya sekitar 50 x 50 meter. Setelah Rasulullah wafat, masjid diperbaiki dan diperluas. Bekas rumah Rasulullah jadi bagian masjid.

Perluasan Nabawi dilakukan beberapa kali. Kini, luas bangunan masjid mencapai 100 ribu meter persegi, sedangkan lantai atas yang seluas 67 ribu meter persegi, dan luas pelataran masjid mencapai 135 ribu meter persegi. Daya tampungnya lebih dari setengah juta jemaah.

Khusus untuk kubah, bagian itu dibangun pada tahun 1279 M. Dari waktu ke waktu terus diperbarui,selanjutnya mulai dicat hijau pada 1837 M. Sejak itu, atap masjid tersebut dikenal dengan sebutan kubah hijau.

Beberapa tahun belakangan, kubah hijau jadi perbincangan di dunia maya. Beredar kabar di sejumlah blog, ada benda aneh menempel di kubah beredar. Tak jelas siapa yang memulai. Isu terus direproduksi hingga saat ini.

Dikisahkan, berdasarkan penuturan Syekh az-Zubaidi yang disebut ahli sejarah Madinah—ada juga yang menuliskan nama Syekh az-Zabidi, ada seseorang yang hendak menghancurkan kubah. Ia naik dan disambar petir. Jasadnya tidak diturunkan sebagai pelajaran.

Isu itu memancing perdebatan. Di blog yang dikutip Tim Media Center Haji (MCH) 2012 dan ditulis dalam buku 'Talbiyah di Tanah Haram', banyak warganet berkomentar. Mayoritas tak percaya. Bahkan salah satu di antaranya mengaku warga Madinah dan tak pernah mendengar informasi itu.

Di blog juga disebutkan PT Bin Ladin sebagai salah satu perusahaan yang bertanggung jawab mengelola 2 Kota Suci, Mekah dan Madinah, pernah mengklarifikasi isu itu. Dijelaskan gundukan di kubah hijau bukan mayat, melainkan semacam jendela atau Alrosenh yang berfungsi untuk membersihkan bagian dalam kubah. Saat ini jendela ditutup dan tidak dipakai lagi.

Setelah sekian tahun isu 'mayat' beredar, pengelola Masjid Nabawi buka suara. "Tidak benar, itu cerita bohong," kata Direktur Humas Masjid Nabawi, Abdul Wahid Al-Hetab, saat menemui Tim Media Center Haji 2017 pada Selasa, 26 September 2017 dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Al-Hetab menunjuk museum di salah satu sudut masjid Nabawi. "Kalau ingin mengetahui detail soal Masjid Nabawi, silakan berkunjung ke sana. Sejarah hingga informasi apapun tentang Nabawi, ada," kata Al-Hetab yang tak ingin terlalu jauh mengomentari kabar yang tak bisa dipertanggungjawabkan tersebut.

Di sekeliling Nabawi, selain hotel, memang banyak museum berisi sejarah sejarah Madinah dan masjid. Perkembangan Nabawi termasuk bagian penting yang dikisahkan via gambar atau maket. Tidak ada cerita orang tersambar petir sebagaimana ditulis di dunia maya.

Marak Isu Mayat Menempel diatas Kubah Hijau, akhirnya Pengelola Masjid Nabawi Angkat Bicara

Marak Isu Mayat Menempel diatas Kubah Hijau, akhirnya Pengelola Masjid Nabawi Angkat Bicara

RiauJOS.com, Madinah - Kubah hijau Masjid Nabawi, atap makam Nabi Muhammad SAW dan pemimpin Islam pertama, Umar bin Khattab, dalam beberapa tahun terakhir sempat jadi sasaran isu mayat menempel di atasnya. Pengelola masjid menepis isu tersebut. Mayat di atas kubah adalah kabar bohong.

Nabawi merupakan masjid yang dibangun Rasulullah setelah hijrah dari Mekah ke Madinah pada 622 M. Berdasarkan sejumlah literatur, awalnya hanya bangunan tanpa atap. Ukurannya sekitar 50 x 50 meter. Setelah Rasulullah wafat, masjid diperbaiki dan diperluas. Bekas rumah Rasulullah jadi bagian masjid.

Perluasan Nabawi dilakukan beberapa kali. Kini, luas bangunan masjid mencapai 100 ribu meter persegi, sedangkan lantai atas yang seluas 67 ribu meter persegi, dan luas pelataran masjid mencapai 135 ribu meter persegi. Daya tampungnya lebih dari setengah juta jemaah.

Khusus untuk kubah, bagian itu dibangun pada tahun 1279 M. Dari waktu ke waktu terus diperbarui,selanjutnya mulai dicat hijau pada 1837 M. Sejak itu, atap masjid tersebut dikenal dengan sebutan kubah hijau.

Beberapa tahun belakangan, kubah hijau jadi perbincangan di dunia maya. Beredar kabar di sejumlah blog, ada benda aneh menempel di kubah beredar. Tak jelas siapa yang memulai. Isu terus direproduksi hingga saat ini.

Dikisahkan, berdasarkan penuturan Syekh az-Zubaidi yang disebut ahli sejarah Madinah—ada juga yang menuliskan nama Syekh az-Zabidi, ada seseorang yang hendak menghancurkan kubah. Ia naik dan disambar petir. Jasadnya tidak diturunkan sebagai pelajaran.

Isu itu memancing perdebatan. Di blog yang dikutip Tim Media Center Haji (MCH) 2012 dan ditulis dalam buku 'Talbiyah di Tanah Haram', banyak warganet berkomentar. Mayoritas tak percaya. Bahkan salah satu di antaranya mengaku warga Madinah dan tak pernah mendengar informasi itu.

Di blog juga disebutkan PT Bin Ladin sebagai salah satu perusahaan yang bertanggung jawab mengelola 2 Kota Suci, Mekah dan Madinah, pernah mengklarifikasi isu itu. Dijelaskan gundukan di kubah hijau bukan mayat, melainkan semacam jendela atau Alrosenh yang berfungsi untuk membersihkan bagian dalam kubah. Saat ini jendela ditutup dan tidak dipakai lagi.

Setelah sekian tahun isu 'mayat' beredar, pengelola Masjid Nabawi buka suara. "Tidak benar, itu cerita bohong," kata Direktur Humas Masjid Nabawi, Abdul Wahid Al-Hetab, saat menemui Tim Media Center Haji 2017 pada Selasa, 26 September 2017 dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Al-Hetab menunjuk museum di salah satu sudut masjid Nabawi. "Kalau ingin mengetahui detail soal Masjid Nabawi, silakan berkunjung ke sana. Sejarah hingga informasi apapun tentang Nabawi, ada," kata Al-Hetab yang tak ingin terlalu jauh mengomentari kabar yang tak bisa dipertanggungjawabkan tersebut.

Di sekeliling Nabawi, selain hotel, memang banyak museum berisi sejarah sejarah Madinah dan masjid. Perkembangan Nabawi termasuk bagian penting yang dikisahkan via gambar atau maket. Tidak ada cerita orang tersambar petir sebagaimana ditulis di dunia maya.