Kunjungan Kerja ke Armenia, Fadli Zon Produksi Puisi Berjudul  'Kaos dan Sepeda', Ini Komentar Netizen..

RiauJOS.com, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon kembali memproduksi puisi. Kali ini, puisinya berjudul "Kaos dan Sepeda". Bagaimana reaksi netizen? Baca sampai paragraf terakhir.

Fadli membuat puisi ini saat kunjungan kerja di Yerevan, Armenia, Minggu, 3 Agustus 2017, membahas soal pemimpin yang kerap membagi-bagikan kaos dan sepeda.

Namun, hal tersebut tak membuat hidup masyarakat semakin sejahtera. Hidup warga justru makin sulit karena tak mendapat lapangan pekerjaan hingga harga bahan pokok yang meroket tajam.

Masih seperti model puisi sebelumnya, Fadli tidak menyebutkan secara jelas siapa pemimpin yang dimaksudkannya dalam puisi kali ini.

"Biasanya penulis puisi itu kan memang tidak pernah menyebutkan siapa yang dimaksud dalam puisinya," kata Fadli Minggu malam, 3 September 2017 dikutip Riau JOS dari laman Kompas. Berikut kata-kata yang dirangkai Fadli jadi Puisi.

Kaos dan Sepeda

dimanakah kesejahteraan?
ketika ekonomi susah
lapangan kerja makin punah
kesenjangan kaya miskin mewabah
kau lempar kaos di jalanan
keluar dari mobil kebesaran jas lengkap penuh pengawalan
kaos berhamburan jadi rebutan
inikah jalan menuju kemakmuran?

kemanakah kesejahteraan?
ketika utang terus bertambah
daya beli rakyat makin lemah
harga kebutuhan pokok meroket tajam
kau buat sepeda jadi hiburan
kuis pertanyaan asal-asalan hadiah sepeda bertaburan
inikah jalan menuju kemakmuran?

seperti apakah kesejahteraan?
ketika kaos dan sepeda selalu ada dalam berita
dari soal ikan tongkol sampai Raisa
inilah cerita negara keempat terbesar di dunia
tak ada derita apalagi sengsara
karena dibunuh statistik angka-angka dan media digenggam kuasa

aku bayangkan Bung Karno dan Bung Hatta
pikiran-pikiran besar merekat Indonesia
narasi menyatukan tanah pusaka
pidato dan tulisan heroik penuh makna
perdebatan menyelami substansi wacana
teladan kepemimpinan luar biasa
mereka tak bagi kaos dan sepeda
kaos dan sepeda bukan sekadar tanda mata

ini ironi zaman penuh dagelan
menjadikan kita bahan lawakan


Fadli Zon, Yerevan, 3 Sep 2017


Reaksi Netizen terhadap Puisi Bikinan Fadli Zon

Berikut reaksi netizen yang dicopas dari laman kompas pada kolom komentar:

Narkovic ZabuZa Senin, 04 September 2017 | 14:02
halaaah ... si doraemon ! lagi belajar bikin puisi , gini kok jadi wakil dpr ...

Bedjo Hutagalung Senin, 04 September 2017 | 13:55
ketika yang ngakunya wakil rakyat dengan jas dan kemewahannya tp sayangnya minus otak dan penuh prasangka. selalu berfikir soal diri sendiri dan partainya .. selalu merasa paling benar walau kenyataannya lbh banyak salah dan omong kosong saja.. seolah bermoral padahal bejad.. inikah wakil rakyat....

Iwan Hermawan Senin, 04 September 2017 | 13:32
setuju bang fadli.....gak jelas nih negara mau dibawa kemana...

Redii Ajalah Senin, 04 September 2017 | 13:25
fadli zon cangkem asu,jls2 nyindir presiden jokowi,coba wowo yg jdi presiden kira2 becus gk??? perlu diberi pelajaran fadli zon ini biar mulutnya dan klo nguap gk sembarangan

Abdi Dalem Senin, 04 September 2017 | 13:00
bangsa ini akan semakin maju apabila orang-orang seperti si zongos ini musnah dari muka bumi,kerjanya gak jelas,otaknya busuk dipenuhi belatung kebencian dan kejahatan,apa sih sedikit prestasinya untuk bangsa ini?

hery suta Senin, 04 September 2017 | 12:41
zong waraaaas zoong

Hidayat Sarif Senin, 04 September 2017 | 12:37
coba, fadli zonk, jadi presiden, kaya apa, apa bagi - bagi sindiran ?

Rimba Hijau Senin, 04 September 2017 | 12:23
legislator gunanya untuk bikin undang2, bukan bikin puisi picisan spt ini dul, eksekutif sdh bikin jalan tol ribuan km, bikin bendungan dmn mana, bikin jalur rel kereta api, bikin bandara, pelabuhan......nah loe....kok bikin puisi?????? kerjaan loe tuh sebenernya apa sih????????????

zian tiq Senin, 04 September 2017 | 12:19
ente hanya berpuisi sentil sana sini.., kapan kerja nyata diiringi bukti?puisi tanpa makna, itu percuma. lebih baik kerja nyata utk negara !

zian tiq Senin, 04 September 2017 | 12:13
lebih mulai raisa yg telah mengumandangkan mars perjuangan di istana negara...kalo pengin dpt sepeda jgn hanya banyak bicara, hayo kerja nyata !apalagi hanya berpuisi tanpa isi !!!

Jujur Atma Senin, 04 September 2017 | 12:08
jadi ingat raja gandara... wkwkwk !!

Agus Wisnu Senin, 04 September 2017 | 11:52
dpr itu seharusnya membuat undang-undang sebagai hasilnya kerja. tetapi ironisnya, undang-undang tidak dihasilkan tetapi puisi jadi fokus yang utama bagi dpr. ini membuktikan kerja dpr tidak ada nilai tambah untuk rakyat indonesia. jadi walaupun dpr tidak bekerja pemerintah tetap lancar. apa guna ?

akhiruddin harahap Senin, 04 September 2017 | 11:28
mending kau bikin iklan vitality aja zonk.. karna pas dgn rupa mu

Pedro Magenta Senin, 04 September 2017 | 11:13
@pisangsoleh..., puisi "anjing dan kuda" dijamin akan lebih keren karena bisa menjiwai langsung.., daripd ngarang tentang orang lain..

Zainal Abidin Bay Senin, 04 September 2017 | 11:07
pendidikan politik paling buruk, menghasut dengan puisi adalah modus baru, saya pikir negeri ini janganlah di adu domba dengan friksi antar lembaga, friksi dalam kpk kalian anggap buruk padahal kalian juga sedang bangun friksi antar lembaga dalam negara ini..

Akal Sehat Senin, 04 September 2017 | 11:05
@tohap.lubis. setuju. jangan selalu diberitakan ini yg macam ginian. gak ada manfaatnya buat publik.

Giyo Bodong Senin, 04 September 2017 | 11:04
tai asuu

Akal Sehat Senin, 04 September 2017 | 11:04
puisi hoax ini. coba pak buktikan 'harga2 kebutuhan pokok meroket tajam' itu yg jelas dan konkrit pak? nyatanya harga2 menjelang lebaran kemarin aja stabil. jauh situasinya dibanding jamannya sby dulu yg naik2 terus. juga harga bbm, semen pertama kali dlm sejarah turun di papua.

Giyo Bodong Senin, 04 September 2017 | 11:01
kami rakyat gk butuh puisi anda..gk ad guna nyaa

Giyo Bodong Senin, 04 September 2017 | 11:01
kami rakyat gk butuh puisi anda..gk ad guna nyaa

Zainal Abidin Bay Senin, 04 September 2017 | 11:00
bila seorang pemimpin lembaga berkoar-koar koreksi lembaga lain sementara didalam lembaganya sendiri penuh dengan kotor, apakah puisi tersebut memiliki nilai ??? janganlah kita gunakan bahasa lembut untuk menilai orang lain sementara hati kita penuh benci, tidak bagus bagi rakyat, ironis..

Fetrik Sitompul Senin, 04 September 2017 | 10:27
mantap puisinya pak@fadli zon..mending fokus bikin puisi pak..mundur jadi anggota dewan,kayanya lebih bermanfaat pak..

tohap lubis Senin, 04 September 2017 | 09:59
tolong kompas. muatlah berita yang baik. jika tokoh hanya menjelekan pemerintah maka = kompas menyebarkan hal negatif. saring saja. supaya tokoh yg berbicara tdk besar kepala.

Ahong Dju Senin, 04 September 2017 | 09:27
slama in kamu ngapain donk? jalan2 ke arab pake duit rakyat, lalu menjenguk dpo

eris Basri Senin, 04 September 2017 | 09:13
saya mau bikin puisi..siburung yg hilang digigit kuda besi..

EZolla TriXendo Senin, 04 September 2017 | 09:03
lantas yg korupsi dari anggota dewan termasuk apa ya? kok seperti bilang anjing ke diri sendiri

George Tambani Senin, 04 September 2017 | 08:55
daripada kamu zon? apa yg kamu buat untuk rakyat? cuma puisi dengan balutan kebencian, tidak berguna untuk rakyat, walaupun jokowi hanya sepeda dan buku tulis tapi rakyat menikmatinya.... ah... biarlah si zon ini berkicau, anggap saja nyanyian borung beo.....

evert maringka Senin, 04 September 2017 | 08:48
@karyadi.karsono /anda benar, namun menurut saya berita ini perlu disebar , supaya rakyat tau dan dapat menilai para wakil2 dari d.p.r. yg ternyata pecundang &pengkhianat. menebar berita2 negatif tentang pemimpin republik ini diluar negeri dan membawa2 , mewakili rakyat indonesia. itu sdh dapat kita sebut fadli zonk seorang pengkhianat.

Pisang Soleh Senin, 04 September 2017 | 08:47
ditunggu puisimu dgn judul 'anjing dan kuda'...

Cakz Primz Senin, 04 September 2017 | 08:46
perut buncitmu adalah gambaran kesenjangan kaya dan miskin. makin lama makin tidak berkualitas !!!

Toke Mambal Senin, 04 September 2017 | 08:41
penggalian puisi tetangga.... naik kuda sambil bawa keris mengibaratkan diri sebagai dipinegorodari atas kuda dia klaim sebagai macan asiadari atas kuda dia teriak.... bocor ribuan triliunnwahai engkau pujaan hati... masih kah engkau punya ambizitidakkah usianya sudah uzurjangan lagi megalomania

evert maringka Senin, 04 September 2017 | 08:36
go to hell you wowo..! penghasut..pengkhianat..!

Braga Moko Senin, 04 September 2017 | 08:35
manusia yg lagi sakit jiwa jauh r dermawan.....jauh hatinya dr dermawan.....fh gerindra.....keok lagi...keok lagi...hidup sekali mempermalukan keluarga besar.

evert maringka Senin, 04 September 2017 | 08:34
hasil kerja & karya2 ente utk rakyat indonesia apa..?? nihil...kalian di d.p.r. hanya makan gaji buta, yg notabene uang kami, rakyat. sekali lagi saya ajak seluruh rakyat indonesia utk membubarkan d.p.r. ini. useless, tak bermanfaat d.p.r.ini. hanya mengatasnamakan rakyat demi ambisi2 pribadi dan tujuan2 negatif kalian di d.p.r.

Adna Adi Senin, 04 September 2017 | 08:33
rak mutu blass

Bony Boy Senin, 04 September 2017 | 08:33
bagi zonk hanya wowo yg paling bener.manusia kampret jahanam

Raja Ngawur Senin, 04 September 2017 | 08:33
betapa munafiknya fadli, ngomong masalah kesejahteraan masyarakat. tapi kenyataannya menyalahgunakan kekuasaan, tanpa malu menyuruh duta besar indonesia jadi bodyguard buat gadis kecilnya jalan jalan di amrik..... ironis......

evert maringka Senin, 04 September 2017 | 08:28
manusia satu ini tak pantas menjadi perwakilan kita rakyat, manusia jahanam, menjelek2kan kepemimpinan pak jokowi diluar negeri, dgn puisi2 kampungan tak bermoral. dan sekali lagi saya rakyat indonesia sama sekali tidak mau diwakili oleh ente fadli zonkok..!! pecundang..pengkhianat bangsa..seenaknya membawa2 diri sebagai wakil rakyat. elu ke jalan2 keluar negeri memakai dana siapa/uang siapa.? pertanggungjawabkan dong pada rakyat.!!

Bimo Senin, 04 September 2017 | 08:26
alhamdulilah. saya berhasil melewati puisi tanpa membacanya.

Iswanto Yan Senin, 04 September 2017 | 08:24
hahaha mnusia sakit hati lg ngmng

wieranta sala Senin, 04 September 2017 | 08:11
kenapa sih selalu berseberangan dengan presiden? apa semua semua jekek di matamu?

Andrian Senin, 04 September 2017 | 08:01
gagal paham.

Tedi Pratama Nathanael Senin, 04 September 2017 | 07:59
dasar kaga tau diri nih orang

Central Vitality Senin, 04 September 2017 | 07:52
tlp / wa : o81 226 481 009 >> jual cream tittan gell & hanm3r of th0er asli produk terbaik utk pembesar, kuat tahan lama, lebih bagus dr produk merk lain, hasil terjamin,aman tnp efek samping, ''pastikan anda beli iklan & website resmi bukan asal >> selengkapnya klik wbsite : pembesar terbaik. c 0m

Arie Mega Senin, 04 September 2017 | 07:51
etang

Arie Mega Senin, 04 September 2017 | 07:50
etanf

abraham umar Senin, 04 September 2017 | 07:50
bosan tdk mutu

Matt Bento Senin, 04 September 2017 | 07:49
mendinganlah, asal jangan menculik, bikin kerusuhan dan kaya sendiri

Hayang Modol Senin, 04 September 2017 | 07:48
lalu, apa yang telah kau lakukan untuk negara ini zonk?

Johanes Mustopo Senin, 04 September 2017 | 07:46
lo lagi,lo lagi kampreee..ttttt!!!!

Akik Asli Senin, 04 September 2017 | 07:37
bagus juga njablak lewat puisi, dari pada njablak asalan komentar tak bermutu di publik bro

Agen Herbal Senin, 04 September 2017 | 07:36
jual cream tittan gell & tittan kapsull asli, produk terbaik utk pembesar, kuat tahan lama, aman tnp efek samping tlp / wa : o81 222 229 383

Elfrano Simbolon Senin, 04 September 2017 | 07:29
inilah manusia yang hidupnya julid sma jokowi,antek nya prabawo yang slalu tidak bisa mengimbangi pemerintahan jokowi..kasiaaannn

Karyadi Karsono Senin, 04 September 2017 | 07:29
kompas, jadilah inspirasi untuk memberitakan hal positif. klo mau numpang tenar dengan hal negatif apa perlu dimasukkan ke dalam berita?

Jika anda berkesempatan membaca semua komentar diatas, dapat disimpulkan, hampir semua komentar negatif, kecuali komentar dari akun Central Vitality, dia tidak menghiraukan puisi bikinan Fadli, tapi fokus dengan barang dagangannya.

Sampai warta ini diterbitkan, Senin, 4 September 2017 puluhan netizen berkomentar, dan akan terus bertambah komentar dari netizen, seiring waktu.

Kunjungan Kerja ke Armenia, Fadli Zon Produksi Puisi Berjudul 'Kaos dan Sepeda', Ini Komentar Netizen..

Kunjungan Kerja ke Armenia, Fadli Zon Produksi Puisi Berjudul  'Kaos dan Sepeda', Ini Komentar Netizen..

RiauJOS.com, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon kembali memproduksi puisi. Kali ini, puisinya berjudul "Kaos dan Sepeda". Bagaimana reaksi netizen? Baca sampai paragraf terakhir.

Fadli membuat puisi ini saat kunjungan kerja di Yerevan, Armenia, Minggu, 3 Agustus 2017, membahas soal pemimpin yang kerap membagi-bagikan kaos dan sepeda.

Namun, hal tersebut tak membuat hidup masyarakat semakin sejahtera. Hidup warga justru makin sulit karena tak mendapat lapangan pekerjaan hingga harga bahan pokok yang meroket tajam.

Masih seperti model puisi sebelumnya, Fadli tidak menyebutkan secara jelas siapa pemimpin yang dimaksudkannya dalam puisi kali ini.

"Biasanya penulis puisi itu kan memang tidak pernah menyebutkan siapa yang dimaksud dalam puisinya," kata Fadli Minggu malam, 3 September 2017 dikutip Riau JOS dari laman Kompas. Berikut kata-kata yang dirangkai Fadli jadi Puisi.

Kaos dan Sepeda

dimanakah kesejahteraan?
ketika ekonomi susah
lapangan kerja makin punah
kesenjangan kaya miskin mewabah
kau lempar kaos di jalanan
keluar dari mobil kebesaran jas lengkap penuh pengawalan
kaos berhamburan jadi rebutan
inikah jalan menuju kemakmuran?

kemanakah kesejahteraan?
ketika utang terus bertambah
daya beli rakyat makin lemah
harga kebutuhan pokok meroket tajam
kau buat sepeda jadi hiburan
kuis pertanyaan asal-asalan hadiah sepeda bertaburan
inikah jalan menuju kemakmuran?

seperti apakah kesejahteraan?
ketika kaos dan sepeda selalu ada dalam berita
dari soal ikan tongkol sampai Raisa
inilah cerita negara keempat terbesar di dunia
tak ada derita apalagi sengsara
karena dibunuh statistik angka-angka dan media digenggam kuasa

aku bayangkan Bung Karno dan Bung Hatta
pikiran-pikiran besar merekat Indonesia
narasi menyatukan tanah pusaka
pidato dan tulisan heroik penuh makna
perdebatan menyelami substansi wacana
teladan kepemimpinan luar biasa
mereka tak bagi kaos dan sepeda
kaos dan sepeda bukan sekadar tanda mata

ini ironi zaman penuh dagelan
menjadikan kita bahan lawakan


Fadli Zon, Yerevan, 3 Sep 2017


Reaksi Netizen terhadap Puisi Bikinan Fadli Zon

Berikut reaksi netizen yang dicopas dari laman kompas pada kolom komentar:

Narkovic ZabuZa Senin, 04 September 2017 | 14:02
halaaah ... si doraemon ! lagi belajar bikin puisi , gini kok jadi wakil dpr ...

Bedjo Hutagalung Senin, 04 September 2017 | 13:55
ketika yang ngakunya wakil rakyat dengan jas dan kemewahannya tp sayangnya minus otak dan penuh prasangka. selalu berfikir soal diri sendiri dan partainya .. selalu merasa paling benar walau kenyataannya lbh banyak salah dan omong kosong saja.. seolah bermoral padahal bejad.. inikah wakil rakyat....

Iwan Hermawan Senin, 04 September 2017 | 13:32
setuju bang fadli.....gak jelas nih negara mau dibawa kemana...

Redii Ajalah Senin, 04 September 2017 | 13:25
fadli zon cangkem asu,jls2 nyindir presiden jokowi,coba wowo yg jdi presiden kira2 becus gk??? perlu diberi pelajaran fadli zon ini biar mulutnya dan klo nguap gk sembarangan

Abdi Dalem Senin, 04 September 2017 | 13:00
bangsa ini akan semakin maju apabila orang-orang seperti si zongos ini musnah dari muka bumi,kerjanya gak jelas,otaknya busuk dipenuhi belatung kebencian dan kejahatan,apa sih sedikit prestasinya untuk bangsa ini?

hery suta Senin, 04 September 2017 | 12:41
zong waraaaas zoong

Hidayat Sarif Senin, 04 September 2017 | 12:37
coba, fadli zonk, jadi presiden, kaya apa, apa bagi - bagi sindiran ?

Rimba Hijau Senin, 04 September 2017 | 12:23
legislator gunanya untuk bikin undang2, bukan bikin puisi picisan spt ini dul, eksekutif sdh bikin jalan tol ribuan km, bikin bendungan dmn mana, bikin jalur rel kereta api, bikin bandara, pelabuhan......nah loe....kok bikin puisi?????? kerjaan loe tuh sebenernya apa sih????????????

zian tiq Senin, 04 September 2017 | 12:19
ente hanya berpuisi sentil sana sini.., kapan kerja nyata diiringi bukti?puisi tanpa makna, itu percuma. lebih baik kerja nyata utk negara !

zian tiq Senin, 04 September 2017 | 12:13
lebih mulai raisa yg telah mengumandangkan mars perjuangan di istana negara...kalo pengin dpt sepeda jgn hanya banyak bicara, hayo kerja nyata !apalagi hanya berpuisi tanpa isi !!!

Jujur Atma Senin, 04 September 2017 | 12:08
jadi ingat raja gandara... wkwkwk !!

Agus Wisnu Senin, 04 September 2017 | 11:52
dpr itu seharusnya membuat undang-undang sebagai hasilnya kerja. tetapi ironisnya, undang-undang tidak dihasilkan tetapi puisi jadi fokus yang utama bagi dpr. ini membuktikan kerja dpr tidak ada nilai tambah untuk rakyat indonesia. jadi walaupun dpr tidak bekerja pemerintah tetap lancar. apa guna ?

akhiruddin harahap Senin, 04 September 2017 | 11:28
mending kau bikin iklan vitality aja zonk.. karna pas dgn rupa mu

Pedro Magenta Senin, 04 September 2017 | 11:13
@pisangsoleh..., puisi "anjing dan kuda" dijamin akan lebih keren karena bisa menjiwai langsung.., daripd ngarang tentang orang lain..

Zainal Abidin Bay Senin, 04 September 2017 | 11:07
pendidikan politik paling buruk, menghasut dengan puisi adalah modus baru, saya pikir negeri ini janganlah di adu domba dengan friksi antar lembaga, friksi dalam kpk kalian anggap buruk padahal kalian juga sedang bangun friksi antar lembaga dalam negara ini..

Akal Sehat Senin, 04 September 2017 | 11:05
@tohap.lubis. setuju. jangan selalu diberitakan ini yg macam ginian. gak ada manfaatnya buat publik.

Giyo Bodong Senin, 04 September 2017 | 11:04
tai asuu

Akal Sehat Senin, 04 September 2017 | 11:04
puisi hoax ini. coba pak buktikan 'harga2 kebutuhan pokok meroket tajam' itu yg jelas dan konkrit pak? nyatanya harga2 menjelang lebaran kemarin aja stabil. jauh situasinya dibanding jamannya sby dulu yg naik2 terus. juga harga bbm, semen pertama kali dlm sejarah turun di papua.

Giyo Bodong Senin, 04 September 2017 | 11:01
kami rakyat gk butuh puisi anda..gk ad guna nyaa

Giyo Bodong Senin, 04 September 2017 | 11:01
kami rakyat gk butuh puisi anda..gk ad guna nyaa

Zainal Abidin Bay Senin, 04 September 2017 | 11:00
bila seorang pemimpin lembaga berkoar-koar koreksi lembaga lain sementara didalam lembaganya sendiri penuh dengan kotor, apakah puisi tersebut memiliki nilai ??? janganlah kita gunakan bahasa lembut untuk menilai orang lain sementara hati kita penuh benci, tidak bagus bagi rakyat, ironis..

Fetrik Sitompul Senin, 04 September 2017 | 10:27
mantap puisinya pak@fadli zon..mending fokus bikin puisi pak..mundur jadi anggota dewan,kayanya lebih bermanfaat pak..

tohap lubis Senin, 04 September 2017 | 09:59
tolong kompas. muatlah berita yang baik. jika tokoh hanya menjelekan pemerintah maka = kompas menyebarkan hal negatif. saring saja. supaya tokoh yg berbicara tdk besar kepala.

Ahong Dju Senin, 04 September 2017 | 09:27
slama in kamu ngapain donk? jalan2 ke arab pake duit rakyat, lalu menjenguk dpo

eris Basri Senin, 04 September 2017 | 09:13
saya mau bikin puisi..siburung yg hilang digigit kuda besi..

EZolla TriXendo Senin, 04 September 2017 | 09:03
lantas yg korupsi dari anggota dewan termasuk apa ya? kok seperti bilang anjing ke diri sendiri

George Tambani Senin, 04 September 2017 | 08:55
daripada kamu zon? apa yg kamu buat untuk rakyat? cuma puisi dengan balutan kebencian, tidak berguna untuk rakyat, walaupun jokowi hanya sepeda dan buku tulis tapi rakyat menikmatinya.... ah... biarlah si zon ini berkicau, anggap saja nyanyian borung beo.....

evert maringka Senin, 04 September 2017 | 08:48
@karyadi.karsono /anda benar, namun menurut saya berita ini perlu disebar , supaya rakyat tau dan dapat menilai para wakil2 dari d.p.r. yg ternyata pecundang &pengkhianat. menebar berita2 negatif tentang pemimpin republik ini diluar negeri dan membawa2 , mewakili rakyat indonesia. itu sdh dapat kita sebut fadli zonk seorang pengkhianat.

Pisang Soleh Senin, 04 September 2017 | 08:47
ditunggu puisimu dgn judul 'anjing dan kuda'...

Cakz Primz Senin, 04 September 2017 | 08:46
perut buncitmu adalah gambaran kesenjangan kaya dan miskin. makin lama makin tidak berkualitas !!!

Toke Mambal Senin, 04 September 2017 | 08:41
penggalian puisi tetangga.... naik kuda sambil bawa keris mengibaratkan diri sebagai dipinegorodari atas kuda dia klaim sebagai macan asiadari atas kuda dia teriak.... bocor ribuan triliunnwahai engkau pujaan hati... masih kah engkau punya ambizitidakkah usianya sudah uzurjangan lagi megalomania

evert maringka Senin, 04 September 2017 | 08:36
go to hell you wowo..! penghasut..pengkhianat..!

Braga Moko Senin, 04 September 2017 | 08:35
manusia yg lagi sakit jiwa jauh r dermawan.....jauh hatinya dr dermawan.....fh gerindra.....keok lagi...keok lagi...hidup sekali mempermalukan keluarga besar.

evert maringka Senin, 04 September 2017 | 08:34
hasil kerja & karya2 ente utk rakyat indonesia apa..?? nihil...kalian di d.p.r. hanya makan gaji buta, yg notabene uang kami, rakyat. sekali lagi saya ajak seluruh rakyat indonesia utk membubarkan d.p.r. ini. useless, tak bermanfaat d.p.r.ini. hanya mengatasnamakan rakyat demi ambisi2 pribadi dan tujuan2 negatif kalian di d.p.r.

Adna Adi Senin, 04 September 2017 | 08:33
rak mutu blass

Bony Boy Senin, 04 September 2017 | 08:33
bagi zonk hanya wowo yg paling bener.manusia kampret jahanam

Raja Ngawur Senin, 04 September 2017 | 08:33
betapa munafiknya fadli, ngomong masalah kesejahteraan masyarakat. tapi kenyataannya menyalahgunakan kekuasaan, tanpa malu menyuruh duta besar indonesia jadi bodyguard buat gadis kecilnya jalan jalan di amrik..... ironis......

evert maringka Senin, 04 September 2017 | 08:28
manusia satu ini tak pantas menjadi perwakilan kita rakyat, manusia jahanam, menjelek2kan kepemimpinan pak jokowi diluar negeri, dgn puisi2 kampungan tak bermoral. dan sekali lagi saya rakyat indonesia sama sekali tidak mau diwakili oleh ente fadli zonkok..!! pecundang..pengkhianat bangsa..seenaknya membawa2 diri sebagai wakil rakyat. elu ke jalan2 keluar negeri memakai dana siapa/uang siapa.? pertanggungjawabkan dong pada rakyat.!!

Bimo Senin, 04 September 2017 | 08:26
alhamdulilah. saya berhasil melewati puisi tanpa membacanya.

Iswanto Yan Senin, 04 September 2017 | 08:24
hahaha mnusia sakit hati lg ngmng

wieranta sala Senin, 04 September 2017 | 08:11
kenapa sih selalu berseberangan dengan presiden? apa semua semua jekek di matamu?

Andrian Senin, 04 September 2017 | 08:01
gagal paham.

Tedi Pratama Nathanael Senin, 04 September 2017 | 07:59
dasar kaga tau diri nih orang

Central Vitality Senin, 04 September 2017 | 07:52
tlp / wa : o81 226 481 009 >> jual cream tittan gell & hanm3r of th0er asli produk terbaik utk pembesar, kuat tahan lama, lebih bagus dr produk merk lain, hasil terjamin,aman tnp efek samping, ''pastikan anda beli iklan & website resmi bukan asal >> selengkapnya klik wbsite : pembesar terbaik. c 0m

Arie Mega Senin, 04 September 2017 | 07:51
etang

Arie Mega Senin, 04 September 2017 | 07:50
etanf

abraham umar Senin, 04 September 2017 | 07:50
bosan tdk mutu

Matt Bento Senin, 04 September 2017 | 07:49
mendinganlah, asal jangan menculik, bikin kerusuhan dan kaya sendiri

Hayang Modol Senin, 04 September 2017 | 07:48
lalu, apa yang telah kau lakukan untuk negara ini zonk?

Johanes Mustopo Senin, 04 September 2017 | 07:46
lo lagi,lo lagi kampreee..ttttt!!!!

Akik Asli Senin, 04 September 2017 | 07:37
bagus juga njablak lewat puisi, dari pada njablak asalan komentar tak bermutu di publik bro

Agen Herbal Senin, 04 September 2017 | 07:36
jual cream tittan gell & tittan kapsull asli, produk terbaik utk pembesar, kuat tahan lama, aman tnp efek samping tlp / wa : o81 222 229 383

Elfrano Simbolon Senin, 04 September 2017 | 07:29
inilah manusia yang hidupnya julid sma jokowi,antek nya prabawo yang slalu tidak bisa mengimbangi pemerintahan jokowi..kasiaaannn

Karyadi Karsono Senin, 04 September 2017 | 07:29
kompas, jadilah inspirasi untuk memberitakan hal positif. klo mau numpang tenar dengan hal negatif apa perlu dimasukkan ke dalam berita?

Jika anda berkesempatan membaca semua komentar diatas, dapat disimpulkan, hampir semua komentar negatif, kecuali komentar dari akun Central Vitality, dia tidak menghiraukan puisi bikinan Fadli, tapi fokus dengan barang dagangannya.

Sampai warta ini diterbitkan, Senin, 4 September 2017 puluhan netizen berkomentar, dan akan terus bertambah komentar dari netizen, seiring waktu.