Inilah Akhir Hidup Para Penghina Nabi Muhammad SAW

RiauJOS.com- Baru-baru ini, media sosial, Facebook dihebohkan lagi dengan kasus penghinaan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh akun Facebook, Qiron Qiron. Seolah, mereka para penghina tidak berpikir azab pedih yang akan diterima dari Allahw SWT.

Dilansir dari kiblat.net, Sejarah telah mengabadikan peristiwa, kontra, dan akhir hidup orang-orang yang melecehkan Islam dan simbol-simbolnya. Hal ini telah terjadi sejak zaman Nabi saw sampai hari ini.

Kebanyakan dari mereka menjumpai ancaman pembunuhan, seperti dalam kasus Theo van Gogh, pembuat film Belanda yang menyebabkan kematiannya. Penolakan keras terhadap kartunis Denmark yang melecehkan Nabi Muhammad saw, telah menyebabkan boikot ekonomi produk Denmark yang berdampak kerugian besar bagi perekonomian Denmark.

Berikut ini nasib orang-orang yang melakukan kejahatan tersebut:



Sejarah tersebut mungkin bisa membuat orang berpikir apakah ada ruang untuk kebebasan berekspresi ketika itu menyangkut pelecehan dan penghinaan terhadap simbol-simbol agama. [Agus Abdullah]

kiblat.net

Inilah Akhir Hidup Para Penghina Nabi Muhammad SAW

Inilah Akhir Hidup Para Penghina Nabi Muhammad SAW

RiauJOS.com- Baru-baru ini, media sosial, Facebook dihebohkan lagi dengan kasus penghinaan Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh akun Facebook, Qiron Qiron. Seolah, mereka para penghina tidak berpikir azab pedih yang akan diterima dari Allahw SWT.

Dilansir dari kiblat.net, Sejarah telah mengabadikan peristiwa, kontra, dan akhir hidup orang-orang yang melecehkan Islam dan simbol-simbolnya. Hal ini telah terjadi sejak zaman Nabi saw sampai hari ini.

Kebanyakan dari mereka menjumpai ancaman pembunuhan, seperti dalam kasus Theo van Gogh, pembuat film Belanda yang menyebabkan kematiannya. Penolakan keras terhadap kartunis Denmark yang melecehkan Nabi Muhammad saw, telah menyebabkan boikot ekonomi produk Denmark yang berdampak kerugian besar bagi perekonomian Denmark.

Berikut ini nasib orang-orang yang melakukan kejahatan tersebut:



Sejarah tersebut mungkin bisa membuat orang berpikir apakah ada ruang untuk kebebasan berekspresi ketika itu menyangkut pelecehan dan penghinaan terhadap simbol-simbol agama. [Agus Abdullah]

kiblat.net
Comments
0 Comments