Social Items

Ini Makna Logo Bawaslu yang Menuai Kontroversi

RiauJOS.com, Pekanbaru - Logo Bawaslu yang baru, sempat menuai kontroversi pasca diluncurkan pada 20 September 2017 yang lalu. Kontroversi logo Bawaslu yang baru, disebabkan karena hilangnya lambang Garuda, warna merah putih, dan tulisan "Republik Indonesia".

Beberapa pengamat politik, dan pegiat Pemilu menyayangkan logo baru Bawaslu karena lebih mirip dengan logo sebuah perusahaan. Namun, berbeda dengan pendapat para pakar desain logo, yang menilai filosofi logo baru Bawaslu syarat dengan makna, sesuai dengan semangat baru Bawaslu yang mempunyai tagline "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu".


Bahkan warga internet (netizen) pasca diluncurkan logo Bawaslu yang baru sempat heboh, sehingga muncul beragam pendapat, ada juga yang mengkait-kaitkan dengan isu paham komunis, karena diluncurkan pada bulan September, sama seperti tragedi G30 S/PKI yang terjadi pada bulan September. Namun, setelah menelusuri makna logo, baru terungkap mengapa Bawaslu membuat logo yang menuai kontroversi itu.



Penelusuran Riau JOS, Selasa, 26 September 2017 di laman resmi website Bawaslu Riau dan beberapa media online, terungkap makna logo Bawaslu yang baru, sebagai berikut:



Makna Logo Bawaslu

Bentuk logo adalah simplifikasi dari bentuk dua buah telapak tangan dalam posisi melindungi atau menjaga. Filosofis ini mempresentasikan peran Bawaslu bersama dengan seluruh rakyat Indonesia dalam menjaga dan mengawasi berlangsungnya penyelenggaraan Pemilu di Indonesia agar berjalan sukses, adil dan transparan sesuai slogan baru yang dimiliki Bawaslu.

Konfigurasi kedua bentuk tangan menciptakan hexagon atau kubus bervolume. Ini sebagai representasi dari bentuk kotak suara Pemilu, ikon yang umum digunakan sebagai simbolisasi visual dari penyelenggaraan Pemilu di Indonesia.

Selain itu terdapat juga visual tersembunyi berupa anak panah yang mengarah ke atas yang menyimbolkan tegaknya keadilan Pemilu, semangat Pemilu, integritas, cita-cita mulia Bawaslu dan optimisme.

Sedangkan jenis huruf utama yang digunakan adalah Gotham Pro Narrow Bold, dipilih karena memiliki kesan modern, solid, resmi namun masih berkarakter formal dan memiliki tingkat readability yang baik meskipun logo mengalami pengecilan ukuran.

Secara visual, logo Bawaslu terdiri dari beberapa bagian, yaitu:


  • 1. Kotak suara pemilihan umum;
  • 2. Dua buah telapak tangan konfigurasi untuk menggambarkan kedua bentuk tangan yang menciptakan hexagon (segi enam) atau kubus bervolume;
  • 3. Dua telapak tangan berwarna merah dan emas;
  • 4. Visual tersembunyi berupa anak panah yang mengarah ke atas; dan
  • 5. Tulisan Bawaslu/Provinsi/Kabupaten/Kota berwarna hitam.


Adapun, makna Logo Pengawas Pemilu adalah:


  • a. Kotak suara sebagai ikon umum dari penyelenggaraan Pemilu di Indonesia;
  • b. Dua buah telapak tangan dalam posisi melindungi atau menjaga kotak suara; mempresentasikan peran Pengawas Pemilu bersama dengan seluruh rakyat Indonesia dalam menjaga dan mengawasi berlangsungnya penyelenggaraan Pemilu di Indonesia agar berjalan sukses, adil dan transparan sesuai slogan baru yang dimiliki oleh Bawaslu.
  • c. Anak panah mengarah ke atas yang menyimbolkan tegaknya keadilan Pemilu; semangat Pemilu, integritas, cita-cita mulia Bawaslu dan optimisme.
  • d. Warna merah diadaptasi dari warna identitas bendera indonesia yang mempresentasikan semangat kebangsaan yang diaplikasikan dalam semangat berdemokrasi dalam Pemilu;
  • e. Warna emas menyimbolkan warna keagungan dan nilai kesucian yang harus dijunjung tinggi dalam penyelenggaraan pemilihan umum;
  • f. Huruf utama yang digunakan dalam logo adalah Gotham Pro Narrow Bold, dipilih karena memiliki kesan modern, solid, resmi namun masih berkarakter formal dan memiliki tingkat keterbacaan yang baik meskipun logo mengalami pengecilan ukuran.


Logo Bawaslu adalah kebutuhan atas internalisasi nilai dan semangat baru Bawaslu, yang ringkasnya dituang dalam slogan #BersamaRakyatawasiPemilu_BersamaBawaalutegakkankeadilanPemilu

Permen PAN/RB 8/2012 mengatur, setiap lembaga negara harus mempunyai logo sebagai identitas lembaganya.

Ini Makna Logo Bawaslu yang Menuai Kontroversi

Ini Makna Logo Bawaslu yang Menuai Kontroversi

RiauJOS.com, Pekanbaru - Logo Bawaslu yang baru, sempat menuai kontroversi pasca diluncurkan pada 20 September 2017 yang lalu. Kontroversi logo Bawaslu yang baru, disebabkan karena hilangnya lambang Garuda, warna merah putih, dan tulisan "Republik Indonesia".

Beberapa pengamat politik, dan pegiat Pemilu menyayangkan logo baru Bawaslu karena lebih mirip dengan logo sebuah perusahaan. Namun, berbeda dengan pendapat para pakar desain logo, yang menilai filosofi logo baru Bawaslu syarat dengan makna, sesuai dengan semangat baru Bawaslu yang mempunyai tagline "Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu".


Bahkan warga internet (netizen) pasca diluncurkan logo Bawaslu yang baru sempat heboh, sehingga muncul beragam pendapat, ada juga yang mengkait-kaitkan dengan isu paham komunis, karena diluncurkan pada bulan September, sama seperti tragedi G30 S/PKI yang terjadi pada bulan September. Namun, setelah menelusuri makna logo, baru terungkap mengapa Bawaslu membuat logo yang menuai kontroversi itu.



Penelusuran Riau JOS, Selasa, 26 September 2017 di laman resmi website Bawaslu Riau dan beberapa media online, terungkap makna logo Bawaslu yang baru, sebagai berikut:



Makna Logo Bawaslu

Bentuk logo adalah simplifikasi dari bentuk dua buah telapak tangan dalam posisi melindungi atau menjaga. Filosofis ini mempresentasikan peran Bawaslu bersama dengan seluruh rakyat Indonesia dalam menjaga dan mengawasi berlangsungnya penyelenggaraan Pemilu di Indonesia agar berjalan sukses, adil dan transparan sesuai slogan baru yang dimiliki Bawaslu.

Konfigurasi kedua bentuk tangan menciptakan hexagon atau kubus bervolume. Ini sebagai representasi dari bentuk kotak suara Pemilu, ikon yang umum digunakan sebagai simbolisasi visual dari penyelenggaraan Pemilu di Indonesia.

Selain itu terdapat juga visual tersembunyi berupa anak panah yang mengarah ke atas yang menyimbolkan tegaknya keadilan Pemilu, semangat Pemilu, integritas, cita-cita mulia Bawaslu dan optimisme.

Sedangkan jenis huruf utama yang digunakan adalah Gotham Pro Narrow Bold, dipilih karena memiliki kesan modern, solid, resmi namun masih berkarakter formal dan memiliki tingkat readability yang baik meskipun logo mengalami pengecilan ukuran.

Secara visual, logo Bawaslu terdiri dari beberapa bagian, yaitu:


  • 1. Kotak suara pemilihan umum;
  • 2. Dua buah telapak tangan konfigurasi untuk menggambarkan kedua bentuk tangan yang menciptakan hexagon (segi enam) atau kubus bervolume;
  • 3. Dua telapak tangan berwarna merah dan emas;
  • 4. Visual tersembunyi berupa anak panah yang mengarah ke atas; dan
  • 5. Tulisan Bawaslu/Provinsi/Kabupaten/Kota berwarna hitam.


Adapun, makna Logo Pengawas Pemilu adalah:


  • a. Kotak suara sebagai ikon umum dari penyelenggaraan Pemilu di Indonesia;
  • b. Dua buah telapak tangan dalam posisi melindungi atau menjaga kotak suara; mempresentasikan peran Pengawas Pemilu bersama dengan seluruh rakyat Indonesia dalam menjaga dan mengawasi berlangsungnya penyelenggaraan Pemilu di Indonesia agar berjalan sukses, adil dan transparan sesuai slogan baru yang dimiliki oleh Bawaslu.
  • c. Anak panah mengarah ke atas yang menyimbolkan tegaknya keadilan Pemilu; semangat Pemilu, integritas, cita-cita mulia Bawaslu dan optimisme.
  • d. Warna merah diadaptasi dari warna identitas bendera indonesia yang mempresentasikan semangat kebangsaan yang diaplikasikan dalam semangat berdemokrasi dalam Pemilu;
  • e. Warna emas menyimbolkan warna keagungan dan nilai kesucian yang harus dijunjung tinggi dalam penyelenggaraan pemilihan umum;
  • f. Huruf utama yang digunakan dalam logo adalah Gotham Pro Narrow Bold, dipilih karena memiliki kesan modern, solid, resmi namun masih berkarakter formal dan memiliki tingkat keterbacaan yang baik meskipun logo mengalami pengecilan ukuran.


Logo Bawaslu adalah kebutuhan atas internalisasi nilai dan semangat baru Bawaslu, yang ringkasnya dituang dalam slogan #BersamaRakyatawasiPemilu_BersamaBawaalutegakkankeadilanPemilu

Permen PAN/RB 8/2012 mengatur, setiap lembaga negara harus mempunyai logo sebagai identitas lembaganya.