Fakta Mengejutkan!! Mantan Sopir Indria Kameswari pernah Diancam Mau Ditembak karena Mobil Lecet

RiauJOS.com, Jakarta - Amin, 36 tahun mantan sopir pribadi Indria Kameswari mengungkapkan fakta mengejutkan. Saat menjadi sopir Indria, dia kerap mendapatkan kata-kata kasar dan pernah diancam akan ditembak.

Pengalaman Amin setahun yang lalu, dia sedang mengemudikan mobil Indria lalu menyrepet trotora, akibatnya mobil Indria lecet, lantas Indria pun marah besar dan mengancam akan menembaknya.

"Hati-hati dong. Nanti saya bolongin kaki kamu," (sambil mengeluarkan gagang pistol)," ujar Amin menirukan ucapan Indria saat ditemui di Jalan Warakas I Gang A Nomor 11, Jakarta Utara, Rabu malam, 6 September 2017 dikutip Riau JOS dari laman Merdeka.

Setelah kejadian ancaman mau ditembak, Amin langsung mengundurkan diri sebagai sopir pribadi Indria. Menurut pengakuannya, selama dua tahun menjadi sopir pribadi Indria, gaya berbicaranya sangat kasar.

Diwartakan sebelumnya, Indria tewas ditembak suaminya sendiri, Abdul Malik. Polisi masih menyelidiki soal kepemilikan senjata api, karena pelaku hingga saat ini belum memberikan informasi dimana disembunyikan senjata api itu.

Sementara, BNN menepis senjata api merupakan inventaris untuk digunakan Indria. Kepala BNN Budi Waseso menegaskan, secara prosedural, hanya pegawai BNN di bagian penindakan saja yang diperbolehkan memiliki senjata api, sedangkan Indria merupakan pegawai bagian rehabilitasi.

"Kalau bagian rehabilitasi tidak bisa. Tapi, kalau bagian penindakan baru boleh senjata lengkap," ujarnya.

Fakta Mengejutkan!! Mantan Sopir Pribadi Indria Kameswari pernah Diancam Mau Ditembak karena Mobil Lecet

Fakta Mengejutkan!! Mantan Sopir Indria Kameswari pernah Diancam Mau Ditembak karena Mobil Lecet

RiauJOS.com, Jakarta - Amin, 36 tahun mantan sopir pribadi Indria Kameswari mengungkapkan fakta mengejutkan. Saat menjadi sopir Indria, dia kerap mendapatkan kata-kata kasar dan pernah diancam akan ditembak.

Pengalaman Amin setahun yang lalu, dia sedang mengemudikan mobil Indria lalu menyrepet trotora, akibatnya mobil Indria lecet, lantas Indria pun marah besar dan mengancam akan menembaknya.

"Hati-hati dong. Nanti saya bolongin kaki kamu," (sambil mengeluarkan gagang pistol)," ujar Amin menirukan ucapan Indria saat ditemui di Jalan Warakas I Gang A Nomor 11, Jakarta Utara, Rabu malam, 6 September 2017 dikutip Riau JOS dari laman Merdeka.

Setelah kejadian ancaman mau ditembak, Amin langsung mengundurkan diri sebagai sopir pribadi Indria. Menurut pengakuannya, selama dua tahun menjadi sopir pribadi Indria, gaya berbicaranya sangat kasar.

Diwartakan sebelumnya, Indria tewas ditembak suaminya sendiri, Abdul Malik. Polisi masih menyelidiki soal kepemilikan senjata api, karena pelaku hingga saat ini belum memberikan informasi dimana disembunyikan senjata api itu.

Sementara, BNN menepis senjata api merupakan inventaris untuk digunakan Indria. Kepala BNN Budi Waseso menegaskan, secara prosedural, hanya pegawai BNN di bagian penindakan saja yang diperbolehkan memiliki senjata api, sedangkan Indria merupakan pegawai bagian rehabilitasi.

"Kalau bagian rehabilitasi tidak bisa. Tapi, kalau bagian penindakan baru boleh senjata lengkap," ujarnya.