Duterte Ajak Indonesia dan Malaysia Perangi ISIS di Marawi

RiauJOS.com, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, recanakan pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Pertemuan ini untuk membahas kemungkinan membuat satuan tugas (satgas) untuk memerangi militan ISIS.

"Kami telah sepakat bahwa kami akan berbicara, kami bertiga. Kami hanya menunggu waktu yang tepat," kata Duterte, dikutip Riau JOS dari laman detik yang dilansir Reuters, Senin, 4 September 2017.

Duterte menyatakan kesediaannya untuk membuka perbatasan kepada pasukan Indonesia dan Malaysia untuk memburu militan ISIS.

"Kemungkinan besar, ini akan menjadi gabungan, satuan tugas. Dan saya akan membuka perbatasan saya ke pihak berwenang Malaysia dan pemerintah Indonesia, mereka akan diberi akses," ujarnya.

Negara-negara Asia Tenggara telah sepakat untuk menggunakan pesawat mata-mata dan pesawat tanpa awak untuk menghentikan pergerakan militan melintasi batas negara mereka. Pada bulan Juni lalu, ketiga negara sepakat untuk mengumpulkan intelijen dan memutuskan pembiayaan para militan.

November lalu, Filipina telah mengizinkan Indonesia dan Malaysia melakukan patroli di perairan teritorialnya untuk mengatasi penculikan dan pembajakan oleh kelompok Abu Sayyaf.

Menurut Duterte, pertemuannya dengan Jokowi dan Najib dapat dilakukan setelah dilakukan kota Marawi di Filipina Selatan telah dikepung.

Dikabarkan lebih dari 600 militan ISIS, 45 warga sipil, dan 136 pasukan Filipina dari tentara dan polisi tewas dalam pertempuran di Marawi yang telah lebih dari 100 hari. Militer Filipina yakin pertempuran ini akan segera berakhir.

Wakil Komandan Militer Satgas Marawi, Romeo Brawne rmengatakan daerah yang dikuasai pemberontak semakin menyusut. Dan ada tanda-tanda para militan ISIS kekurangan makanan dan amunisi.

"Mudah-mudahan, pengepungan Marawi akan selesai dalam beberapa minggu ke depan. Kekuatan mereka terus menurun, kami menimpakan korban hampir setiap hari," katanya kepada wartawan.

Duterte Ajak Indonesia dan Malaysia Perangi ISIS di Marawi

Duterte Ajak Indonesia dan Malaysia Perangi ISIS di Marawi

RiauJOS.com, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, recanakan pertemuan dengan Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Pertemuan ini untuk membahas kemungkinan membuat satuan tugas (satgas) untuk memerangi militan ISIS.

"Kami telah sepakat bahwa kami akan berbicara, kami bertiga. Kami hanya menunggu waktu yang tepat," kata Duterte, dikutip Riau JOS dari laman detik yang dilansir Reuters, Senin, 4 September 2017.

Duterte menyatakan kesediaannya untuk membuka perbatasan kepada pasukan Indonesia dan Malaysia untuk memburu militan ISIS.

"Kemungkinan besar, ini akan menjadi gabungan, satuan tugas. Dan saya akan membuka perbatasan saya ke pihak berwenang Malaysia dan pemerintah Indonesia, mereka akan diberi akses," ujarnya.

Negara-negara Asia Tenggara telah sepakat untuk menggunakan pesawat mata-mata dan pesawat tanpa awak untuk menghentikan pergerakan militan melintasi batas negara mereka. Pada bulan Juni lalu, ketiga negara sepakat untuk mengumpulkan intelijen dan memutuskan pembiayaan para militan.

November lalu, Filipina telah mengizinkan Indonesia dan Malaysia melakukan patroli di perairan teritorialnya untuk mengatasi penculikan dan pembajakan oleh kelompok Abu Sayyaf.

Menurut Duterte, pertemuannya dengan Jokowi dan Najib dapat dilakukan setelah dilakukan kota Marawi di Filipina Selatan telah dikepung.

Dikabarkan lebih dari 600 militan ISIS, 45 warga sipil, dan 136 pasukan Filipina dari tentara dan polisi tewas dalam pertempuran di Marawi yang telah lebih dari 100 hari. Militer Filipina yakin pertempuran ini akan segera berakhir.

Wakil Komandan Militer Satgas Marawi, Romeo Brawne rmengatakan daerah yang dikuasai pemberontak semakin menyusut. Dan ada tanda-tanda para militan ISIS kekurangan makanan dan amunisi.

"Mudah-mudahan, pengepungan Marawi akan selesai dalam beberapa minggu ke depan. Kekuatan mereka terus menurun, kami menimpakan korban hampir setiap hari," katanya kepada wartawan.

Comments
0 Comments