Social Items

Dituding Dalangi Demo YLBHI, Kivlan Zen: Bukan Saya yang Mengerahkan

RiauJOS.com, Jakarta - Mayor Jenderal TNI Purnawirawan Kivlan Zen membantah tudingan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang menyatakan demonstrasi yang berujung chaos itu didalangi oleh dirinya.

"Demo LBH bapak yang ngerahkan? Enggak, bukan saya yang mengerahkan. Saya di luar kota kok. Mereka terinspirasi sama saya," ucapnya di Jakarta, Senin, 18 September 2017 dikutip Riau JOS dari laman Indopos.

Mantan Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) ABRI ini mengaku banyak berbicara mengenai penolakannya terhadap PKI. Partai berlambang palu arit itu menurutnya sudah sangat jelas salah, dalam Pengadilan Mahmilub juga sudah dinyatakan bersalah.

"Saya ngomong, berdiskusi dalam satu acara, boleh aja dong. Mereka melawan hukum, saya dalam rangka menegakkan hukum, masak nggak boleh," tegasnya.

Kivlan Zein juga mengungkit perjalanan PKI di masa Orde Baru dan orde lama. Menurutnya, PKI telah melakukan pemberontakan pada tahun 1948 dan dilanjutkan pada tahun 1965. 

”Mereka bunuh para jenderal. Tidak hanya para jenderal, tetapi para ulama, pesantren mereka serbu, anak Ansor mereka juga serbu, mereka bunuh anak Persis, IMM, Muhammadiyah semuanya yang ada di Solo, Banyuwangi, Medan, dan di mana-mana mereka melakukan pembunuhan,” kata dia mengingatkan.

Dia juga berpesan kepada pengikut PKI dan eks-PKI supaya jangan membangkitkan luka lama karena bisa memicu perang saudara. ”Kita sudah sepakat Pancasila adalah Dasar Negara. Jangan buka kembali luka lama. Musuh kita sudah banyak, sekarang komunis bangkit lagi, dan itu lawan kita," tukasnya.

Dituding Dalangi Demo YLBHI, Kivlan Zen: Bukan Saya yang Mengerahkan

Dituding Dalangi Demo YLBHI, Kivlan Zen: Bukan Saya yang Mengerahkan

RiauJOS.com, Jakarta - Mayor Jenderal TNI Purnawirawan Kivlan Zen membantah tudingan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang menyatakan demonstrasi yang berujung chaos itu didalangi oleh dirinya.

"Demo LBH bapak yang ngerahkan? Enggak, bukan saya yang mengerahkan. Saya di luar kota kok. Mereka terinspirasi sama saya," ucapnya di Jakarta, Senin, 18 September 2017 dikutip Riau JOS dari laman Indopos.

Mantan Kepala Staf Kostrad (Kas Kostrad) ABRI ini mengaku banyak berbicara mengenai penolakannya terhadap PKI. Partai berlambang palu arit itu menurutnya sudah sangat jelas salah, dalam Pengadilan Mahmilub juga sudah dinyatakan bersalah.

"Saya ngomong, berdiskusi dalam satu acara, boleh aja dong. Mereka melawan hukum, saya dalam rangka menegakkan hukum, masak nggak boleh," tegasnya.

Kivlan Zein juga mengungkit perjalanan PKI di masa Orde Baru dan orde lama. Menurutnya, PKI telah melakukan pemberontakan pada tahun 1948 dan dilanjutkan pada tahun 1965. 

”Mereka bunuh para jenderal. Tidak hanya para jenderal, tetapi para ulama, pesantren mereka serbu, anak Ansor mereka juga serbu, mereka bunuh anak Persis, IMM, Muhammadiyah semuanya yang ada di Solo, Banyuwangi, Medan, dan di mana-mana mereka melakukan pembunuhan,” kata dia mengingatkan.

Dia juga berpesan kepada pengikut PKI dan eks-PKI supaya jangan membangkitkan luka lama karena bisa memicu perang saudara. ”Kita sudah sepakat Pancasila adalah Dasar Negara. Jangan buka kembali luka lama. Musuh kita sudah banyak, sekarang komunis bangkit lagi, dan itu lawan kita," tukasnya.