Belum Kooperatif Betul, Akbar Diduga Gangguan Jiwa

RiauJOS.com, Jakarta - Suami Indria Kameswari diduga mengalami gangguan kejiwaan, sampai saat ini, Mochamad Akbar masih menjalani tes kesehatan dan kejiwaan di RS Kramat Jati, Jakarta.

"Yang bersangkutan saat ini berada di RS Kramat Jati, hasil pemeriksaan awal si Akbar ini banyak keterangan yang tidak sesuai. Banyak alasan saat pemeriksaan, ada kemungkinan diduga gangguan jiwa," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat, 8 September 2017 dikutip Riau JOS dari laman Merdeka.

Yusri mengatakan, masih sulit memastikan motif penembakan yang dilakukan Akbar terhadap Indria, karena keterangan yang disampaikan selalu saja berlawanan. Namun, penyidik tetap berpegangan terhadap hasil pemeriksaan awal.

"Sampai saat ini belum koperatif betul. Yang dia lemparkan saat ini bahwa melakukan penembakan karena percekcokan dengan istri. Tapi ini juga masih kita dalami terus," ujarnya.

Penyidik Direskrimum Polda Jabar tetap menetapkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Tersangka memang diduga merencanakan aksinya lantaran kesal akibat cekcok.

"Ya sudah, di 340 (KUHP) sudah jelas. hasil pengakuan sama, keterangan pemeriksaan saksi pun sama. tetapi senjata sekarang masih kita kejar, dimana dia simpan," terangnya.

Belum Kooperatif Betul, Akbar Diduga Gangguan Jiwa

Belum Kooperatif Betul, Akbar Diduga Gangguan Jiwa

RiauJOS.com, Jakarta - Suami Indria Kameswari diduga mengalami gangguan kejiwaan, sampai saat ini, Mochamad Akbar masih menjalani tes kesehatan dan kejiwaan di RS Kramat Jati, Jakarta.

"Yang bersangkutan saat ini berada di RS Kramat Jati, hasil pemeriksaan awal si Akbar ini banyak keterangan yang tidak sesuai. Banyak alasan saat pemeriksaan, ada kemungkinan diduga gangguan jiwa," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat, 8 September 2017 dikutip Riau JOS dari laman Merdeka.

Yusri mengatakan, masih sulit memastikan motif penembakan yang dilakukan Akbar terhadap Indria, karena keterangan yang disampaikan selalu saja berlawanan. Namun, penyidik tetap berpegangan terhadap hasil pemeriksaan awal.

"Sampai saat ini belum koperatif betul. Yang dia lemparkan saat ini bahwa melakukan penembakan karena percekcokan dengan istri. Tapi ini juga masih kita dalami terus," ujarnya.

Penyidik Direskrimum Polda Jabar tetap menetapkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Tersangka memang diduga merencanakan aksinya lantaran kesal akibat cekcok.

"Ya sudah, di 340 (KUHP) sudah jelas. hasil pengakuan sama, keterangan pemeriksaan saksi pun sama. tetapi senjata sekarang masih kita kejar, dimana dia simpan," terangnya.