RiauJOS.com, Philadelphia - Ratusan pesepeda tanpa busana memenuhi jalan-jalan di kota Philadelphia. Rombongan pesepeda ini sedang merayakan Philly Naked Bike Ride (PNBR) yang berlangsung setiap tahunnya.

Musim panas ini merupakan yang ke tujuh kalinya para pesepeda itu berkeliling tanpa mengenakan busana, dan sebagian ber-body painting.

Salah seorang peserta, Debbie Kaighn yang hanya bersepatu dan sudah tiga kali mengikuti acara ini, mengatakan, “Saya menyukai dengan yang segala sesuatu yang alami, dan saya juga percaya kepada kebebasan jasmani. Bersamaan dengan acara ini saya juga seorang penggemar sepeda.” ujarnya.

Di punggung wanita itu tertulis, “Hiduplah dengan bebas, mari bersepeda t3l4nj4n9.”



Dilaporkan US News & World Report, jumlah peserta kegiatan yang dimulai pada tahun 2004 mencapai sekitar 3.000 orang. Mereka mengaku sedang melakukan kampanye penghematan bahan bakar dan citra diri yang positif.

Perjalanan mereka menempuh jarak sekitar 19 kilometer dimulai dari University City, menuju taman Rittenhouse Square, lanjut ke pusat kota, hingga Chinatown.

Sejumlah peserta kegiatan ini juga berasal dari luar kota, seperti Ed Blanton yang berasal dari Arlington, Virginia, ia mengaku telah mengikuti acara ini untuk yang ke empat kalinya.

“saya seorang pengendara sepeda dan ini menyenangkan.” ujarnya, dan di punggungnya tertulis, “Bumi ini milik Tuhan”.

Tulisan yang ada di antara pesepeda tanpa busana lainnya berbunyi, “Bakarlah lemak, bukan minyak.”

Penelusuran Riau JOS, di media sosial YouTube, video aksi para pesepeda tanpa busana semakin banyak, dan menyebar lintas batas, ini menjadi ancaman nyata bagi generasi mendatang, dan menjadi nyata tanda-tanda akhir zaman, dimana banyak orang sudah kehilangan rasa malu, dan bahkan aksi ini dirasionalisasi sebagai demonstrasi untuk menyelamatkan lingkungan.


Sebelumnya, Riau JOS juga pernah mewartakan, aksi sejenis dengan tema yang berbeda, dengan judul warta, "Wanita-Wanita tanpa Bra, Pawai di Jalanan Amerika"

Akhir Zaman!! Aksi Pesepeda Tanpa Busana, Makin Marak.. Beralasan Protes Isu Lingkungan??


RiauJOS.com, Philadelphia - Ratusan pesepeda tanpa busana memenuhi jalan-jalan di kota Philadelphia. Rombongan pesepeda ini sedang merayakan Philly Naked Bike Ride (PNBR) yang berlangsung setiap tahunnya.

Musim panas ini merupakan yang ke tujuh kalinya para pesepeda itu berkeliling tanpa mengenakan busana, dan sebagian ber-body painting.

Salah seorang peserta, Debbie Kaighn yang hanya bersepatu dan sudah tiga kali mengikuti acara ini, mengatakan, “Saya menyukai dengan yang segala sesuatu yang alami, dan saya juga percaya kepada kebebasan jasmani. Bersamaan dengan acara ini saya juga seorang penggemar sepeda.” ujarnya.

Di punggung wanita itu tertulis, “Hiduplah dengan bebas, mari bersepeda t3l4nj4n9.”



Dilaporkan US News & World Report, jumlah peserta kegiatan yang dimulai pada tahun 2004 mencapai sekitar 3.000 orang. Mereka mengaku sedang melakukan kampanye penghematan bahan bakar dan citra diri yang positif.

Perjalanan mereka menempuh jarak sekitar 19 kilometer dimulai dari University City, menuju taman Rittenhouse Square, lanjut ke pusat kota, hingga Chinatown.

Sejumlah peserta kegiatan ini juga berasal dari luar kota, seperti Ed Blanton yang berasal dari Arlington, Virginia, ia mengaku telah mengikuti acara ini untuk yang ke empat kalinya.

“saya seorang pengendara sepeda dan ini menyenangkan.” ujarnya, dan di punggungnya tertulis, “Bumi ini milik Tuhan”.

Tulisan yang ada di antara pesepeda tanpa busana lainnya berbunyi, “Bakarlah lemak, bukan minyak.”

Penelusuran Riau JOS, di media sosial YouTube, video aksi para pesepeda tanpa busana semakin banyak, dan menyebar lintas batas, ini menjadi ancaman nyata bagi generasi mendatang, dan menjadi nyata tanda-tanda akhir zaman, dimana banyak orang sudah kehilangan rasa malu, dan bahkan aksi ini dirasionalisasi sebagai demonstrasi untuk menyelamatkan lingkungan.


Sebelumnya, Riau JOS juga pernah mewartakan, aksi sejenis dengan tema yang berbeda, dengan judul warta, "Wanita-Wanita tanpa Bra, Pawai di Jalanan Amerika"