Ada Niat Ngintip Istri Tetangga Lagi Mandi, Pria Ini Tewas Terjatuh dari Plafon

RiauJOS.com, Bekasi - Seorang laki-laki, Ajun 46 tahun ditemukan tewas dalam kondisi hanya mengenakan cel-dam di pintu dapur rumah tetangganya. Dia tewas mengenaskan karena terjatuh dari atas plafon  rumah kontrakan milik tetangganya, Yadi Badri 31 tahun.

Peristiwa naas itu terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kampung Sepat, RT 03/06, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat siang, 8 September 2017.

Berdasarkan data yang diperoleh, Ajun dan Yadi tinggal di deretan rumah kontrakan yang sama. Namun, Ajun berserta keluarganya menempati pintu kontrakan paling ujung.

Sementara, kontrakan Yadi Badri terpisah satu pintu dengan kontrakan yang lain atau berada di urutan nomor tiga. Saat siang hari, diam-diam Ajun menyelinap ke rumah kontrakan nomor tiga lewat plafon.

Kasus ini terungkap, saat anak Yadi Badri, yang baru saja pulang sekolah dan hendak masuk ke kamar mandi rumah. Saat itu, dia kesulitan membuka pintu dapur karena terganjal sebuah benda yang ada di balik dapur.

Siswa SMP itu lalu mendorong pintu dapur lebih kuat lagi, hingga pintu terbuka lebih lebar. Seketika dia histeris, karena dia mendapati tubuh pria tengah tertelungkup di ruang dapur.

Mendengar teriakan itu, warga berkerumun ke rumah Yadi Badri. Mereka kemudian melaporkan hal ini ke Polsek Bekasi Timur untuk ditindak lanjuti.

Yadi Badri mengaku heran mengapa Ajun bisa jatuh di dapurnya dalam keadaan nyaris bug1l, hanya memakai celana dalam. Padahal, letak kontrakannya dengan rumah Ajun terpisah satu rumah. Jaraknya kurang lebih 10 meter. Namun masih satu atap.

“Pas kejadian, di rumah enggak ada orang. Istri saya pergi, anak saya sekolah. Tapi saya kaget dan heran kenapa mayat Ajun bisa ada di dapur dengan keadaan telanjang,” imbuh Yadi.

Kepala Unit Reskrim Polsek Bekasi Timur Iptu Yusron membenarkan adanya kasus tersebut. Yusron juga tidak menampik, motif korban terjatuh di rumah kontrakan tetangganya hanya mengenakan celana dalam, kemungkinan dia ingin mengintip istri tetangga saat mandi.

“Bisa juga ada niat mengintip. Tapi untuk motif kan nggak ada yang tahu kecuali korban sendiri. Apalagi saat itu situasi sepi,” jelas Yusron pada Jumat petang

Yusron mengatakan saat kejadian, rumah tetangga itu dalam keadaan sepi. Sang suami, Yadi Badri sedang bekerja, sementara anaknya sedang sekolah dan istrinya tengah pergi ke rumah kerabatnya.

Menurut Yusron, korban tewas karena terjatuh dari atas plafon, bukan tersengat listrik dari instalasi yang dipasang di atas plafon.

Saat terjatuh, kemungkinan kepalanya mendarat lebih dulu, sehingga terjadi pendarahan hebat.

“Ada luka memar di bagian kepala dan beberapa tubuhnya,” katanya.

Oleh petugas, jenazah korban kemudian diserahkan ke keluarganya untuk dikebumikan. Keluarganya menolak, rencana polisi memvisum jenazah Ajun di rumah sakit.

“Keluarga mengikhlaskan kejadian ini dan telah membuat surat pernyataan atas penolakan visum,” ungkapnya.

Ketua RW setempat, Mustofa mengaku, korban Ajun cukup dikenal ramah oleh para tetangga. Dia juga sering tegur sapa bila berpapasan di tengah jalan.

“Terkait kasus ini, yang jelas kami menganggapnya sebagai musibah. Saya tahu ada kejadian ini juga dari warga,” tandas Mustofa.

Fajar/Pojoksatu

Ada Niat Ngintip Istri Tetangga Lagi Mandi, Pria Ini Tewas Terjatuh dari Plafon

Ada Niat Ngintip Istri Tetangga Lagi Mandi, Pria Ini Tewas Terjatuh dari Plafon

RiauJOS.com, Bekasi - Seorang laki-laki, Ajun 46 tahun ditemukan tewas dalam kondisi hanya mengenakan cel-dam di pintu dapur rumah tetangganya. Dia tewas mengenaskan karena terjatuh dari atas plafon  rumah kontrakan milik tetangganya, Yadi Badri 31 tahun.

Peristiwa naas itu terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kampung Sepat, RT 03/06, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jumat siang, 8 September 2017.

Berdasarkan data yang diperoleh, Ajun dan Yadi tinggal di deretan rumah kontrakan yang sama. Namun, Ajun berserta keluarganya menempati pintu kontrakan paling ujung.

Sementara, kontrakan Yadi Badri terpisah satu pintu dengan kontrakan yang lain atau berada di urutan nomor tiga. Saat siang hari, diam-diam Ajun menyelinap ke rumah kontrakan nomor tiga lewat plafon.

Kasus ini terungkap, saat anak Yadi Badri, yang baru saja pulang sekolah dan hendak masuk ke kamar mandi rumah. Saat itu, dia kesulitan membuka pintu dapur karena terganjal sebuah benda yang ada di balik dapur.

Siswa SMP itu lalu mendorong pintu dapur lebih kuat lagi, hingga pintu terbuka lebih lebar. Seketika dia histeris, karena dia mendapati tubuh pria tengah tertelungkup di ruang dapur.

Mendengar teriakan itu, warga berkerumun ke rumah Yadi Badri. Mereka kemudian melaporkan hal ini ke Polsek Bekasi Timur untuk ditindak lanjuti.

Yadi Badri mengaku heran mengapa Ajun bisa jatuh di dapurnya dalam keadaan nyaris bug1l, hanya memakai celana dalam. Padahal, letak kontrakannya dengan rumah Ajun terpisah satu rumah. Jaraknya kurang lebih 10 meter. Namun masih satu atap.

“Pas kejadian, di rumah enggak ada orang. Istri saya pergi, anak saya sekolah. Tapi saya kaget dan heran kenapa mayat Ajun bisa ada di dapur dengan keadaan telanjang,” imbuh Yadi.

Kepala Unit Reskrim Polsek Bekasi Timur Iptu Yusron membenarkan adanya kasus tersebut. Yusron juga tidak menampik, motif korban terjatuh di rumah kontrakan tetangganya hanya mengenakan celana dalam, kemungkinan dia ingin mengintip istri tetangga saat mandi.

“Bisa juga ada niat mengintip. Tapi untuk motif kan nggak ada yang tahu kecuali korban sendiri. Apalagi saat itu situasi sepi,” jelas Yusron pada Jumat petang

Yusron mengatakan saat kejadian, rumah tetangga itu dalam keadaan sepi. Sang suami, Yadi Badri sedang bekerja, sementara anaknya sedang sekolah dan istrinya tengah pergi ke rumah kerabatnya.

Menurut Yusron, korban tewas karena terjatuh dari atas plafon, bukan tersengat listrik dari instalasi yang dipasang di atas plafon.

Saat terjatuh, kemungkinan kepalanya mendarat lebih dulu, sehingga terjadi pendarahan hebat.

“Ada luka memar di bagian kepala dan beberapa tubuhnya,” katanya.

Oleh petugas, jenazah korban kemudian diserahkan ke keluarganya untuk dikebumikan. Keluarganya menolak, rencana polisi memvisum jenazah Ajun di rumah sakit.

“Keluarga mengikhlaskan kejadian ini dan telah membuat surat pernyataan atas penolakan visum,” ungkapnya.

Ketua RW setempat, Mustofa mengaku, korban Ajun cukup dikenal ramah oleh para tetangga. Dia juga sering tegur sapa bila berpapasan di tengah jalan.

“Terkait kasus ini, yang jelas kami menganggapnya sebagai musibah. Saya tahu ada kejadian ini juga dari warga,” tandas Mustofa.

Fajar/Pojoksatu