Zubaidah Meyakini, Suaminya yang Dibakar Hidup-hidup Tidak Bersalah

RiauJOS.com, Bekasi - Siti Zubaidah, 25 tahun begitu terguncang mendengar kabar suaminya, MA yang dibakar hidup-hidup karena dituduh mencuri amplifier mushola. Menurut Zubaidah, seharusnya suaminya tidak diperlakukan seperti hewan.

"Ya kalaupun dia maling, kan nggak pantas diperlakukan seperti itu. Dia diperlakukan kayak binatang aja," kata Zubaidah saat ditemui detikcom di kediamannya di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis malam, 3 Agustus 2017 dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Peristiwa keji main hakim sendiri itu terjadi pada Selasa lalu, 1 Agustus 2017. MA dibakar hidup-hidup setelah dituduh warga melakukan pencurian amplifier mushola Al Hidayah, Babelan, Bekasi.

Sementara, di media sosial beredar informasi bahwa MA merupakan korban salah sasaran yang hanya numpang salat di musala tersebut. Polisi menyatakan, berdasarkan keterangan dan alat bukti yang ada, memang benar terjadi pencurian.

Zubaidah meyakini suaminya tidak bersalah. Apalagi suaminya memang merupakan tukang reparasi peralatan elektronik. Zubaidah mengakui, suaminya memang kerap mencari ampli bekas. Dia menduga MA memang sedang membawa amplifier untuk direparasi ketika salat di Musala Al Hidayah.

"Saya sempat lihat di Youtube, ada videonya. Ada yang bilang di video itu kalau ampli musalanya itu masih ada di tempatnya. Tapi suami saya sudah dihakimi. Sekarang videonya sudah hilang," kata Zubaidah.

Polisi kini tengah mencari sosok pembakar MA. Zubaidah berharap pelaku mendapatkan keadilan yang setimpal.

"Mudah-mudahan terungkap yang membakar suami saya, cuma minta keadilan aja buat suami saya," kata Zubaidah.

Zubaidah Meyakini, Suaminya yang Dibakar Hidup-hidup Tidak Bersalah

Zubaidah Meyakini, Suaminya yang Dibakar Hidup-hidup Tidak Bersalah

RiauJOS.com, Bekasi - Siti Zubaidah, 25 tahun begitu terguncang mendengar kabar suaminya, MA yang dibakar hidup-hidup karena dituduh mencuri amplifier mushola. Menurut Zubaidah, seharusnya suaminya tidak diperlakukan seperti hewan.

"Ya kalaupun dia maling, kan nggak pantas diperlakukan seperti itu. Dia diperlakukan kayak binatang aja," kata Zubaidah saat ditemui detikcom di kediamannya di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Kamis malam, 3 Agustus 2017 dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Peristiwa keji main hakim sendiri itu terjadi pada Selasa lalu, 1 Agustus 2017. MA dibakar hidup-hidup setelah dituduh warga melakukan pencurian amplifier mushola Al Hidayah, Babelan, Bekasi.

Sementara, di media sosial beredar informasi bahwa MA merupakan korban salah sasaran yang hanya numpang salat di musala tersebut. Polisi menyatakan, berdasarkan keterangan dan alat bukti yang ada, memang benar terjadi pencurian.

Zubaidah meyakini suaminya tidak bersalah. Apalagi suaminya memang merupakan tukang reparasi peralatan elektronik. Zubaidah mengakui, suaminya memang kerap mencari ampli bekas. Dia menduga MA memang sedang membawa amplifier untuk direparasi ketika salat di Musala Al Hidayah.

"Saya sempat lihat di Youtube, ada videonya. Ada yang bilang di video itu kalau ampli musalanya itu masih ada di tempatnya. Tapi suami saya sudah dihakimi. Sekarang videonya sudah hilang," kata Zubaidah.

Polisi kini tengah mencari sosok pembakar MA. Zubaidah berharap pelaku mendapatkan keadilan yang setimpal.

"Mudah-mudahan terungkap yang membakar suami saya, cuma minta keadilan aja buat suami saya," kata Zubaidah.