Wanita Dewasa, Ternyata Wajib Lakukan Imunisasi Vaksin Rubella

RiauJOS.comRubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO, pada tahun 2016 di Indonesia terdapat lebih dari 800 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Meski sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Penyakit ini biasanya lebih ringan dibandingkan dengan campak, tetapi jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan.

WHO memperkirakan tiap tahun terdapat sekitar 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini. Untuk itu, bukan hanya anak-anak saja yang dianjurkan untuk melakukan vaksin Rubella. Vaksin ini, juga bisa diberikan pada wanita dewasa. Kapan waktu tepat melakukan imunisasi vaksin rubella?

Dr.dr Irawan, SpK(A) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) mengatakan, baiknya wanita melakukan imunisasi vaksin Rubella atau MR saat memasuki usia reproduksi dan sebelum melahirkan.

"Usia menstruasi sebelum hamil kalau sudah hamil enggak boleh imunisasi akan sebabkan keguguran," ungkapnya di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa 15 Agustus 2017 dikutip Riau JOS dari laman Viva.

dr Irawan juga menyebut, imunisasi MR pada wanita dewasa, harus dilakukan sebelum menikah dengan tujuan agar adanya kekebalan terhadap rubella.

"Karena waktu hamil daya tahan tubuh wanita akan menurun pasti kena rubella timbul merah-merah. Tinggal dilihat beratnya seperti apa. Ada yang semuanya berat," paparnya.

Dijelaskan pula olehnya, tidak masalah jika wanita yang dahulunya pernah diimunisasi dengan vaksin campak kemudian melakukan vaksin MR ini sebelum menikah. "Kalau sudah vaksin campak, terus vaksin MR tidak apa-apa karena waktu kecil enggak dapat rubella," ujarnya.

dr Irawan menegaskan, sangat penting bagi seseorang terutama wanita untuk melakukan vaksin ini, mengingat sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung kongenital, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipertiroidisme, serta pembengkakan otak. Rubella juga dapat berkembang pada anak dengan kondisi ibu yang pada saat hamil menderita sindrom ini. "Kalau kena dia pasti kena anaknya dan kita enggak bisa apa-apa," pungkasnya.

Wanita Dewasa, Ternyata Wajib Lakukan Imunisasi Vaksin Rubella

Wanita Dewasa, Ternyata Wajib Lakukan Imunisasi Vaksin Rubella

RiauJOS.comRubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO, pada tahun 2016 di Indonesia terdapat lebih dari 800 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Meski sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Penyakit ini biasanya lebih ringan dibandingkan dengan campak, tetapi jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan.

WHO memperkirakan tiap tahun terdapat sekitar 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini. Untuk itu, bukan hanya anak-anak saja yang dianjurkan untuk melakukan vaksin Rubella. Vaksin ini, juga bisa diberikan pada wanita dewasa. Kapan waktu tepat melakukan imunisasi vaksin rubella?

Dr.dr Irawan, SpK(A) dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) mengatakan, baiknya wanita melakukan imunisasi vaksin Rubella atau MR saat memasuki usia reproduksi dan sebelum melahirkan.

"Usia menstruasi sebelum hamil kalau sudah hamil enggak boleh imunisasi akan sebabkan keguguran," ungkapnya di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa 15 Agustus 2017 dikutip Riau JOS dari laman Viva.

dr Irawan juga menyebut, imunisasi MR pada wanita dewasa, harus dilakukan sebelum menikah dengan tujuan agar adanya kekebalan terhadap rubella.

"Karena waktu hamil daya tahan tubuh wanita akan menurun pasti kena rubella timbul merah-merah. Tinggal dilihat beratnya seperti apa. Ada yang semuanya berat," paparnya.

Dijelaskan pula olehnya, tidak masalah jika wanita yang dahulunya pernah diimunisasi dengan vaksin campak kemudian melakukan vaksin MR ini sebelum menikah. "Kalau sudah vaksin campak, terus vaksin MR tidak apa-apa karena waktu kecil enggak dapat rubella," ujarnya.

dr Irawan menegaskan, sangat penting bagi seseorang terutama wanita untuk melakukan vaksin ini, mengingat sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung kongenital, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipertiroidisme, serta pembengkakan otak. Rubella juga dapat berkembang pada anak dengan kondisi ibu yang pada saat hamil menderita sindrom ini. "Kalau kena dia pasti kena anaknya dan kita enggak bisa apa-apa," pungkasnya.