Ulah si Raja TEGA!! Korban Melapor Penipuan First Travel, Tembus 1200 Orang.. Bareskrim Imbau Korban Melapor dan Bawa Dokumen

RiauJOS.com, Jakarta - Para korban yang melaporkan kasus penipuan Umroh yang dilakukan Biro Travel semakin bertambah. Polisi mencatat sedikitnya 1200 orang telah mendatangi posko pengaduan terkait kasus penipuan First Travel hingga Senin 21 Agustus 2017 pukul 16.00 WIB di kantor Bareskrim, Jakarta Pusat. 

Para pelapor umumnya atas nama perseorangan, tetapi ternyata ada juga yang datang atas nama perusahaan. 

Sungguh, Tega.. Rajanya Tega!!, sampai ribuan orang jadi korban ulah dari si Raja Tega.

Salah satu perusahaan yang menjadi korban ialah PT Moisani Manggala Wisata (M2), perusahaan yang begerak di bidang travel dan umroh ini sudah bekerja sama dengan pihak First Travel sejak 2014. “Sebelum-sebelumnya lancar-lancar aja, pernah ada keterlambatan pembayaran, tapi bisa diselesaikan. Baru di musim ini bermasalah,” kata Erwin, karyawan Moisani.

Total dana yang belum dibayarkan First Travel sebesar Rp 9,6 miliar. Ini adalah tunggakan pembayaran tiket dan visa para jamaah. Total utang yang harusnya dibayarkan sekitar Rp.70 miliar dan baru terbayarkan sekitar Rp.60,4 miliar.

“Kami minta pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak kurator yang sedang melakukan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Sehingga nanti saat ada proses pempailitan, aset-aset yang disita bisa dikembalikan ke pihak yang dihutangi,” ujar Bahrain, pengacara Moisani.

Mereka mengaku kebingungan harus menagih ke mana karena yang memiliki utang sedang ditahan. “Harapan kami tanggung jawab pengembalian bisa selesai dan tidak hanya hukum badan (penjara) saja,” tegas Bahrain.

Bagi masyarakat yang menjadi korban, pihak Bareskrim mengimbau untuk datang ke lantai 1 Bareskrim pada pukul 08.00 – 16.00 WIB di hari kerja dengan membawa dokumen asli identitas KTP/Paspor dan dokumen pendukung terkait pendaftaran Jamaah Fisrt Travel.

Tempo

Ulah si Raja TEGA!! Korban Melapor Penipuan First Travel, Tembus 1200 Orang.. Bareskrim Imbau Korban Melapor dan Bawa Dokumen

Ulah si Raja TEGA!! Korban Melapor Penipuan First Travel, Tembus 1200 Orang.. Bareskrim Imbau Korban Melapor dan Bawa Dokumen

RiauJOS.com, Jakarta - Para korban yang melaporkan kasus penipuan Umroh yang dilakukan Biro Travel semakin bertambah. Polisi mencatat sedikitnya 1200 orang telah mendatangi posko pengaduan terkait kasus penipuan First Travel hingga Senin 21 Agustus 2017 pukul 16.00 WIB di kantor Bareskrim, Jakarta Pusat. 

Para pelapor umumnya atas nama perseorangan, tetapi ternyata ada juga yang datang atas nama perusahaan. 

Sungguh, Tega.. Rajanya Tega!!, sampai ribuan orang jadi korban ulah dari si Raja Tega.

Salah satu perusahaan yang menjadi korban ialah PT Moisani Manggala Wisata (M2), perusahaan yang begerak di bidang travel dan umroh ini sudah bekerja sama dengan pihak First Travel sejak 2014. “Sebelum-sebelumnya lancar-lancar aja, pernah ada keterlambatan pembayaran, tapi bisa diselesaikan. Baru di musim ini bermasalah,” kata Erwin, karyawan Moisani.

Total dana yang belum dibayarkan First Travel sebesar Rp 9,6 miliar. Ini adalah tunggakan pembayaran tiket dan visa para jamaah. Total utang yang harusnya dibayarkan sekitar Rp.70 miliar dan baru terbayarkan sekitar Rp.60,4 miliar.

“Kami minta pihak kepolisian berkoordinasi dengan pihak kurator yang sedang melakukan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Sehingga nanti saat ada proses pempailitan, aset-aset yang disita bisa dikembalikan ke pihak yang dihutangi,” ujar Bahrain, pengacara Moisani.

Mereka mengaku kebingungan harus menagih ke mana karena yang memiliki utang sedang ditahan. “Harapan kami tanggung jawab pengembalian bisa selesai dan tidak hanya hukum badan (penjara) saja,” tegas Bahrain.

Bagi masyarakat yang menjadi korban, pihak Bareskrim mengimbau untuk datang ke lantai 1 Bareskrim pada pukul 08.00 – 16.00 WIB di hari kerja dengan membawa dokumen asli identitas KTP/Paspor dan dokumen pendukung terkait pendaftaran Jamaah Fisrt Travel.

Tempo
Comments
0 Comments