RiauJOS.com, Selangor - Pertandingan penentuan bagi Indonesia untuk lolos menuju semifinal cukup menyita emosi dan mental para pemain Indonesia. Dengan kekalahan Vietnam atas Thailand dan keberhasilan Indonesia memenangkan pertandingan seri kelima grup melawan Kamboja dengan skor 2 - 0, menjadi tiket bagi Indonesia untuk menuju Final Sepak Bola SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia.

Namun pada menit terakhir babak kedua, saat Gavin terjatuh didorong pemain Kamboja, dan saat Evan Dimas akan melakukan tendangan bebas, bola diambil pemain Kamboja. Suasana mulai panas, tiba-tiba terlihat Marinus memegang kepala, dia kesakitan sambil berjalan meninggalkan pemain Kamboja.

Usai waktu tambahan 8 menit, hasil memperlihatkan kemenangn bagi Timnas Garuda. Atas kemenangan itu, ternyata pemain Kamboja masih menyimpan dendam pada insiden tersebut.

Hal itu lantas membuat terjadinya keributan antara Indonesia dan Kamboja, bahkan terlihat Asisten Pelatih Indonesia, Bima Sakti yang berada ditengah keributan untuk melerai terhadap para pemain yang terlibat friksi mendapat dorongan dari seorang official dari Kamboja.

Penyebab Kericuhan Pemain Indonesia U-23 dengan Kamboja

Ternyata, kemarahan pemain Kamboja dipicu striker Indonesia, Marinus Wanewar. Kabarnya, Marinus melakukan provokasi terhadap pemain Kamboja dengan memegang (maaf) kemaluannya di depan pemain Kamboja.

“Pertama, saya mau minta maaf atas apa yang dilakukan Marinus di akhir pertandingan, saya sangat sedih atas perilakunya,” ujar Milla kepada para wartawan.

“Harusnya sebagai pemain nasional Marinus mesti menjaga diri, karena dia wajah tim nasional dan negara. Kami berhasil lolos semifinal kali ini, namun saya sedih atas apa yang terjadi di akhir pertandingan tadi,” kata Milla penuh penyesalan.

Ricuh Marinus pegang kemaluan

Selain melakukan tindakan tidak terpuji di akhir pertandingan, Marinus yang dimainkan Milla penuh selama 90 menit sempat beberapa kali menunjukkan sikap emosional. Bahkan di babak pertama penyerang Persipura Jayapura itu sempat berusaha mengejar salah satu pemain Kamboja setelah dilanggar.

Marinus sendiri merupakan salah satu dari tiga pemain Timnas Indonesia U-22 yang akan absen ketika melawan Malaysia karena akumulasi kartu kuning. Dua pemain lainnya, yaitu Hansamu Yama Pranata dan Muhammad Hargianto.

Soal penampilan Timnas Indonesia ketika mengalahkan Kamboja, Milla mengatakan sengaja memainkan tiga bek di babak kedua ketika memasukkan Ezra Walian dan menarik keluar Ricky Fajrin.

Keputusan itu diambil setelah Kamboja hanya tampil dengan sepuluh pemain dan Indonesia belum mampu mencetak gol.

“Formasi tiga bek di akhir, Ini salah satu cara main kami, dan juga saya ingin istirahatkan Septian. Pada 10 menit terakhir, saya mau perkuat lini tengah kami, sebagai pelatih kita harus cepat adaptasi,” ucap Milla.

CNN Indonesia/Kopieditor, Hendro JOS

Ternyata, Ini Penyebab Kericuhan antara Timnas U-22 Indonesia dengan Kamboja


RiauJOS.com, Selangor - Pertandingan penentuan bagi Indonesia untuk lolos menuju semifinal cukup menyita emosi dan mental para pemain Indonesia. Dengan kekalahan Vietnam atas Thailand dan keberhasilan Indonesia memenangkan pertandingan seri kelima grup melawan Kamboja dengan skor 2 - 0, menjadi tiket bagi Indonesia untuk menuju Final Sepak Bola SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia.

Namun pada menit terakhir babak kedua, saat Gavin terjatuh didorong pemain Kamboja, dan saat Evan Dimas akan melakukan tendangan bebas, bola diambil pemain Kamboja. Suasana mulai panas, tiba-tiba terlihat Marinus memegang kepala, dia kesakitan sambil berjalan meninggalkan pemain Kamboja.

Usai waktu tambahan 8 menit, hasil memperlihatkan kemenangn bagi Timnas Garuda. Atas kemenangan itu, ternyata pemain Kamboja masih menyimpan dendam pada insiden tersebut.

Hal itu lantas membuat terjadinya keributan antara Indonesia dan Kamboja, bahkan terlihat Asisten Pelatih Indonesia, Bima Sakti yang berada ditengah keributan untuk melerai terhadap para pemain yang terlibat friksi mendapat dorongan dari seorang official dari Kamboja.

Penyebab Kericuhan Pemain Indonesia U-23 dengan Kamboja

Ternyata, kemarahan pemain Kamboja dipicu striker Indonesia, Marinus Wanewar. Kabarnya, Marinus melakukan provokasi terhadap pemain Kamboja dengan memegang (maaf) kemaluannya di depan pemain Kamboja.

“Pertama, saya mau minta maaf atas apa yang dilakukan Marinus di akhir pertandingan, saya sangat sedih atas perilakunya,” ujar Milla kepada para wartawan.

“Harusnya sebagai pemain nasional Marinus mesti menjaga diri, karena dia wajah tim nasional dan negara. Kami berhasil lolos semifinal kali ini, namun saya sedih atas apa yang terjadi di akhir pertandingan tadi,” kata Milla penuh penyesalan.

Ricuh Marinus pegang kemaluan

Selain melakukan tindakan tidak terpuji di akhir pertandingan, Marinus yang dimainkan Milla penuh selama 90 menit sempat beberapa kali menunjukkan sikap emosional. Bahkan di babak pertama penyerang Persipura Jayapura itu sempat berusaha mengejar salah satu pemain Kamboja setelah dilanggar.

Marinus sendiri merupakan salah satu dari tiga pemain Timnas Indonesia U-22 yang akan absen ketika melawan Malaysia karena akumulasi kartu kuning. Dua pemain lainnya, yaitu Hansamu Yama Pranata dan Muhammad Hargianto.

Soal penampilan Timnas Indonesia ketika mengalahkan Kamboja, Milla mengatakan sengaja memainkan tiga bek di babak kedua ketika memasukkan Ezra Walian dan menarik keluar Ricky Fajrin.

Keputusan itu diambil setelah Kamboja hanya tampil dengan sepuluh pemain dan Indonesia belum mampu mencetak gol.

“Formasi tiga bek di akhir, Ini salah satu cara main kami, dan juga saya ingin istirahatkan Septian. Pada 10 menit terakhir, saya mau perkuat lini tengah kami, sebagai pelatih kita harus cepat adaptasi,” ucap Milla.

CNN Indonesia/Kopieditor, Hendro JOS