Sepulang dari Papua, Serda Wira Sinaga Sakit Jiwa

RiauJOS.com, Pekanbaru - Komandan Resor Militer 031 Wirabima, Brigjen Abdul Karim mengatakan, anggotanya Sersan Dua (Serda) Wira Sinaga mengalami gangguan kesehatan mental sepulang tugas dari Papua. Aksinya di jalanan memukul anggota Polantas Bripda Yoga Vernando tidak bisa ditolerir.

"Pulang dari Papua, pada 2014 mulai ada mengalami sakit. Kemudian pada April 2015, yang bersangkutan (Serda Wira) tidak masuk dinas tanpa izin," ujar Abdul saat jumpa pers di Markas Denpom Pekanbaru, Jumat, 11 Agustus 2017 dikutip Riau JOS dari laman Merdeka.

Karim menjelaskan, Wira mengalami depresi dan kini sedang proses rawat jalan. Setiap bulan, Wira dibawa ke Rumah Sakit TNI Putri Hijau di Medan, Sumatera Utara.

‎"Sekali sebulan, dirawat dan konsultasi di Rumah Sakit Putri Hijau dengan dokter jiwa di sana. Sampai sekarang dalam proses perawatan," ujarnya.

Selama perawatan upaya penyembuhan, Serda Wira biasanya selalu didampingi rekannya sesama prajurit TNI AD. Namun, saat insiden di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Wira mengamuk lepas dari pengawasan.

Menurut Karim, perilaku Wira m3n3mp3l3ng kep4l4  Bripda Yoga di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru pada Kamis sore, 10 Agustus 2017, tidak sepenuhnya lagi kumat karena depresi. Menurutnya, ada masa Serda Wira melakukan tindakan di luar kewajaran seperti yang dilakukannya terhadap Bripda Yoga.

"Serda WS telah menjadi anggota TNI sejak 2011 silam. Sebelum bertugas di Korem 031 Wirabima, sempat bertugas di Aceh, Sumatera Utara, Papua, dan Sumatera Barat," ungkap Karim.

Kini, Serda Wira telah ditahan dalam sel isolasi di Detasemen Polisi Militer 1/3 Pekanbaru. Wira diborgol, serta kakinya dirantai.

Menurut Karim, Serda Wirda mengalami gejala depresi. "Proses penyembuhan berupa rawat jalan terus dilakukan kepada yang bersangkutan," pungkasnya.

Sepulang Tugas dari Papua, Serda Wira Sinaga Terganggu Kesehatannya

Sepulang dari Papua, Serda Wira Sinaga Sakit Jiwa

RiauJOS.com, Pekanbaru - Komandan Resor Militer 031 Wirabima, Brigjen Abdul Karim mengatakan, anggotanya Sersan Dua (Serda) Wira Sinaga mengalami gangguan kesehatan mental sepulang tugas dari Papua. Aksinya di jalanan memukul anggota Polantas Bripda Yoga Vernando tidak bisa ditolerir.

"Pulang dari Papua, pada 2014 mulai ada mengalami sakit. Kemudian pada April 2015, yang bersangkutan (Serda Wira) tidak masuk dinas tanpa izin," ujar Abdul saat jumpa pers di Markas Denpom Pekanbaru, Jumat, 11 Agustus 2017 dikutip Riau JOS dari laman Merdeka.

Karim menjelaskan, Wira mengalami depresi dan kini sedang proses rawat jalan. Setiap bulan, Wira dibawa ke Rumah Sakit TNI Putri Hijau di Medan, Sumatera Utara.

‎"Sekali sebulan, dirawat dan konsultasi di Rumah Sakit Putri Hijau dengan dokter jiwa di sana. Sampai sekarang dalam proses perawatan," ujarnya.

Selama perawatan upaya penyembuhan, Serda Wira biasanya selalu didampingi rekannya sesama prajurit TNI AD. Namun, saat insiden di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Wira mengamuk lepas dari pengawasan.

Menurut Karim, perilaku Wira m3n3mp3l3ng kep4l4  Bripda Yoga di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru pada Kamis sore, 10 Agustus 2017, tidak sepenuhnya lagi kumat karena depresi. Menurutnya, ada masa Serda Wira melakukan tindakan di luar kewajaran seperti yang dilakukannya terhadap Bripda Yoga.

"Serda WS telah menjadi anggota TNI sejak 2011 silam. Sebelum bertugas di Korem 031 Wirabima, sempat bertugas di Aceh, Sumatera Utara, Papua, dan Sumatera Barat," ungkap Karim.

Kini, Serda Wira telah ditahan dalam sel isolasi di Detasemen Polisi Militer 1/3 Pekanbaru. Wira diborgol, serta kakinya dirantai.

Menurut Karim, Serda Wirda mengalami gejala depresi. "Proses penyembuhan berupa rawat jalan terus dilakukan kepada yang bersangkutan," pungkasnya.

Comments
0 Comments