Social Items

Pengikut Dimas Kanjeng Pamer Uang dan Emas Gaib di Pengadilan

RiauJOS.com, Probolinggo - Seorang pengikut Dimas Kanjeng, Hasmiah 51 tahun, warga Makassar, datang ke Pengadilan Negeri Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada sidang vonis pembunuhan terdakwa Dimas Kanjeng. 

Dia memamerkan sejumlah mata uang asing  yang diakuinya sebagai uang gaib dikeluarkan Dimas Kanjeng, Selasa, 1 Agustus 2017. 

Hamsiah datang untuk  menyaksikan proses persidangan mahagurunya itu atas kasus pembunuhan Abdul Ghani. 

Saat di pengadilan, Hasmiah memamerkan sejumlah mata uang asing sebanyak 40 lembar. Ia mengaku mata uang asing itu berasal dari Irak, Iran, Kamboja, Korea, dan mata uang asing lainnya.

"Saya sengaja datang menyaksikan sidang Yang Mulia Dimas Kanjeng. Ini saya bawa mata uang asing yang diberikan oleh Yang Mulia. Beliau mengambil uang ini secara gaib. Saya sengaja membawa uang ini di persidangan biar semua percaya, bahwa Yang Mulia selama ini tidak pernah bohong dengan uang gaib," tutur Hasmiah dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Hasmiah mengaku, uang itu pemberian Dimas Kanjeng saat di rutan. Namun dia enggan memberitahukan di rutan mana mahagurunya itu memberikan sejumlah mata uang asing itu.

"Yang jelas, uang asing ini adalah uang gaib yang dikeluarkan Yang Mulia, ini bukan uang sembarangan. Ini siang diambil dari gaib, sebagaimana biasanya dikeluarkan di balik tubuh Yang Mulia Dimas Kanjeng," ujarnya.

Bersama pengikut lainnya, Hasmiah juga memamerkan gelang, kalung, dan cincin pemberian Dimas Kanjeng. Perhiasan yang dikenakannya itu adalah perhiasan jelmaan dari garam.

"Ini perhiasan gaib. Yang Mulia, waktu itu sebelum ditangkap polisi, mengambil garam yang kemudian dijadikan sebuah perhiasan. Para santri banyak yang mengenakan perhiasan semacam ini," ucapnya.

Pengikut Dimas Kanjeng Pamer Uang dan Emas Gaib di Pengadilan

Pengikut Dimas Kanjeng Pamer Uang dan Emas Gaib di Pengadilan

RiauJOS.com, Probolinggo - Seorang pengikut Dimas Kanjeng, Hasmiah 51 tahun, warga Makassar, datang ke Pengadilan Negeri Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada sidang vonis pembunuhan terdakwa Dimas Kanjeng. 

Dia memamerkan sejumlah mata uang asing  yang diakuinya sebagai uang gaib dikeluarkan Dimas Kanjeng, Selasa, 1 Agustus 2017. 

Hamsiah datang untuk  menyaksikan proses persidangan mahagurunya itu atas kasus pembunuhan Abdul Ghani. 

Saat di pengadilan, Hasmiah memamerkan sejumlah mata uang asing sebanyak 40 lembar. Ia mengaku mata uang asing itu berasal dari Irak, Iran, Kamboja, Korea, dan mata uang asing lainnya.

"Saya sengaja datang menyaksikan sidang Yang Mulia Dimas Kanjeng. Ini saya bawa mata uang asing yang diberikan oleh Yang Mulia. Beliau mengambil uang ini secara gaib. Saya sengaja membawa uang ini di persidangan biar semua percaya, bahwa Yang Mulia selama ini tidak pernah bohong dengan uang gaib," tutur Hasmiah dikutip Riau JOS dari laman Detik.

Hasmiah mengaku, uang itu pemberian Dimas Kanjeng saat di rutan. Namun dia enggan memberitahukan di rutan mana mahagurunya itu memberikan sejumlah mata uang asing itu.

"Yang jelas, uang asing ini adalah uang gaib yang dikeluarkan Yang Mulia, ini bukan uang sembarangan. Ini siang diambil dari gaib, sebagaimana biasanya dikeluarkan di balik tubuh Yang Mulia Dimas Kanjeng," ujarnya.

Bersama pengikut lainnya, Hasmiah juga memamerkan gelang, kalung, dan cincin pemberian Dimas Kanjeng. Perhiasan yang dikenakannya itu adalah perhiasan jelmaan dari garam.

"Ini perhiasan gaib. Yang Mulia, waktu itu sebelum ditangkap polisi, mengambil garam yang kemudian dijadikan sebuah perhiasan. Para santri banyak yang mengenakan perhiasan semacam ini," ucapnya.