Penelitian: Spons Cuci Piring Membahayakan Kesehatan, Ini yang Perlu Dilakukan

RiauJOS.com, Jakarta - Mencuci alat makan dengan spons pembersih yang kita kira selama ini mampu membersihkan, ternyata salah. Justru sebaliknya, spons  mengandung ribuan kuman yang dapat menimbulkan penyakit.

Sebuah penelitian menemukan, bahwa spons pencuci piring yang selalu Anda gunakan dapat membahayakan kesehatan Anda.

Spons dapur yang bersifat mudah keropos dan memiliki kapasitas perendam air dapat menjadi inkubator untuk berbagai mikroorganisme.

Peneliti mengampil sampel DNA dari 14 spons dapur yang telah digunakan, kemudian menganalisa, dan menemukan adanya dominasi dari kelas bakteri bernama Gammaproteobacteria yang merupakan patogen manusia penyabab berbagai penyakit parah seperti tifus, wabah kolera, dan keracunan makanan.

Studi sebelumnya menyebutkan, bahwa metode sanitasi spons seperti memanaskan dan merebus spons kemungkinan dapat meningkatkan risiko munculnya 'bakteri kelompok 2' yang menyebabkan tuan rumah pada penyakit manusia.

Pada bagian ketebalan spons, para peneliti menemukan adanya potongan berukuran kotak gula yang terdiri daei 54 juta sel bakteri.

"Merebus, mencuci, dan penggunaan mesin cuci hanyalah metode perawatan yang secara signifikan berbeda dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang tidak melakukan perawatan. Secara kontras, memanaskan salam microwave selama 30 setik dan 60 detik tak menunjukkan hasil berbeda secara signifikan," kata peneliti.

Peneliti menyarankan agar rutin melakukan penggantian sposn dapur, misalnya seminggu sekali. Ada beberapa fakta spons yang dapat menularkan sumber penyakit. Simak ulasannya berikut ini, diwartakan Boldsky, Kamis, 3 Agustus 2017.

Spons rusak


Penting diingat, jika Anda menggunakan spons rusak untuk membersihkan piring dapat menularkan penyakit. spons tersebut menjadi sumber penularan bakteri. 

Begitu juga spons itu menjadi tempat berkembang biaknya mikroorganisme yang mengundang penyakit. Hati-hati! Jangan merendam dalam sabun Sesudah mencuci piring, jangan biarkan spons terendam dalam air. 

Meski sabun menjadi sumber proteksi diri dari kuman, merendam spons dalam air sabun malah sebaliknya. Anda dapat tertular bakteri berbahaya bila tak dicegah. 

Merendam ke dalam air panas sia-sia Percuma, jangan gunakan air panas untuk menghilangkan bau dari spons setelah direndam air sabun. Air panas tak bisa menghentikan perkembangbiakan bakteri. Maka dari itu, cegah penularan bakteri dari sumber benda yang berbahaya.

Sebabkan kolera 

Periset melakukan studi baru yang mempelajari beberapa spons bekas di bawah mikroskop. Mereka menemukan bakteri yang menyebabkan penyakit mematikan seperti kolera dan tifoid. Dalam kondisi ringan, Anda juga bisa mengalami keracunan makanan.

Penelitian: Spons Cuci Piring Membahayakan Kesehatan, Ini yang Perlu Dilakukan

Penelitian: Spons Cuci Piring Membahayakan Kesehatan, Ini yang Perlu Dilakukan

RiauJOS.com, Jakarta - Mencuci alat makan dengan spons pembersih yang kita kira selama ini mampu membersihkan, ternyata salah. Justru sebaliknya, spons  mengandung ribuan kuman yang dapat menimbulkan penyakit.

Sebuah penelitian menemukan, bahwa spons pencuci piring yang selalu Anda gunakan dapat membahayakan kesehatan Anda.

Spons dapur yang bersifat mudah keropos dan memiliki kapasitas perendam air dapat menjadi inkubator untuk berbagai mikroorganisme.

Peneliti mengampil sampel DNA dari 14 spons dapur yang telah digunakan, kemudian menganalisa, dan menemukan adanya dominasi dari kelas bakteri bernama Gammaproteobacteria yang merupakan patogen manusia penyabab berbagai penyakit parah seperti tifus, wabah kolera, dan keracunan makanan.

Studi sebelumnya menyebutkan, bahwa metode sanitasi spons seperti memanaskan dan merebus spons kemungkinan dapat meningkatkan risiko munculnya 'bakteri kelompok 2' yang menyebabkan tuan rumah pada penyakit manusia.

Pada bagian ketebalan spons, para peneliti menemukan adanya potongan berukuran kotak gula yang terdiri daei 54 juta sel bakteri.

"Merebus, mencuci, dan penggunaan mesin cuci hanyalah metode perawatan yang secara signifikan berbeda dibandingkan dengan kelompok kontrol, yang tidak melakukan perawatan. Secara kontras, memanaskan salam microwave selama 30 setik dan 60 detik tak menunjukkan hasil berbeda secara signifikan," kata peneliti.

Peneliti menyarankan agar rutin melakukan penggantian sposn dapur, misalnya seminggu sekali. Ada beberapa fakta spons yang dapat menularkan sumber penyakit. Simak ulasannya berikut ini, diwartakan Boldsky, Kamis, 3 Agustus 2017.

Spons rusak


Penting diingat, jika Anda menggunakan spons rusak untuk membersihkan piring dapat menularkan penyakit. spons tersebut menjadi sumber penularan bakteri. 

Begitu juga spons itu menjadi tempat berkembang biaknya mikroorganisme yang mengundang penyakit. Hati-hati! Jangan merendam dalam sabun Sesudah mencuci piring, jangan biarkan spons terendam dalam air. 

Meski sabun menjadi sumber proteksi diri dari kuman, merendam spons dalam air sabun malah sebaliknya. Anda dapat tertular bakteri berbahaya bila tak dicegah. 

Merendam ke dalam air panas sia-sia Percuma, jangan gunakan air panas untuk menghilangkan bau dari spons setelah direndam air sabun. Air panas tak bisa menghentikan perkembangbiakan bakteri. Maka dari itu, cegah penularan bakteri dari sumber benda yang berbahaya.

Sebabkan kolera 

Periset melakukan studi baru yang mempelajari beberapa spons bekas di bawah mikroskop. Mereka menemukan bakteri yang menyebabkan penyakit mematikan seperti kolera dan tifoid. Dalam kondisi ringan, Anda juga bisa mengalami keracunan makanan.