ads Pencuri Bisa Menghilang Hebohkan Warga Kubang, Ada Tulisan Arab Gundul di Tas Pelaku - Riau Jos


RiauJOS.com, Kampar - Warga Perumahan Mutiara RT. 03 RW. 05, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar mendadak heboh dengan terjadinya peristiwa percobaan pencurian, Minggu siang, 13 Agustus 2017.

Hal yang membuat warga heran, pelaku yang saat itu dikepung, tiba-tiba menghilang. Warga hanya menemukan tas sandang ransel yang diduga milik pelaku.

Saat dicek, isinya pun cukup mencurigakan, yakni obeng serta tulisan arab gundul dengan berbagai motif. Atas hal tersebut, wargapun ada yang berpendapat jika sang pelaku memiliki ilmu tertentu sehingga dapat menghilang.

Peristiwa percobaan pencurian ini terjadi dirumah milik orang tua Leni, blok F nomor 16, rumah warna hijau berpagar coklat itu menjadi sasaran percobaan pencurian yang dilakukan seorang tak dikenal.

Dikisahkan Leni, sekitar pukul 11.00 WIB, dia saat itu sedang berada dirumah yang hanya berbeda blok dengan rumah orangtuanya. Tiba-tiba dia mendapat kabar ada seorang pria tak dikenal yang mencoba membobol pintu rumah orangtuanya.

"Rumah itu memang ditinggal dalam keadaan kosong, tak berpenghuni hanya saja, sesekali orangtuanya datang berkunjung ke rumah itu. Waktu itu, ada anak-anak kecil yang tinggal dekat situ memberitahu. Saya pun langsung bergegas kesana," jelasnya.

Setiba dilokasi Leni melihat pintu dalam kondisi rusak dan terbuka, namun pagar rumah masih terkunci, diduga pelaku masuk dengan cara memanjat pagar. 

"Saya tidak berani mengecek langsung, saya telepon keluarga yang lain, kata anak-anak yang melihat malingnya masuk dalam rumah," tutur Leni.

Tak berapa lama pihak keluarga yang lain pun datang. Warga sekitar langsung ramai berkumpul, "Warga sudah banyak yang ngumpul, malah ada yang bawa parang, kayu dan lain-lain. Beberapa orang masuk dalam rumah, tapi pelakunya sudah tidak ada," katanya.

Ia melanjutkan, "warga hanya mendapati tas milik pelaku yang ditinggalkan di depan pintu rumah. Penasaran, warga pun membuka isi tas tersebut. "Itulah Bang, pas dicek ada kayak tulisan-tulisan gitu, ndak jelas apa arti dan maksudnya, seperti tulisan arab gundul. Warga bilang, itu semacam jimat atau mantra-mantra khusus. Selain itu, ada juga obeng," paparnya.


"Pas ketemu benda-benda itulah warga ada yang berpendapat mungkin si pelaku menuntut ilmu hitam dan bisa menghilang, karena pas dicari di dalam rumah, memang tidak ketemu apa-apa," ungkap Leni.

Leni mengatakan, beruntung tidak ada yang hilang di dalam rumah setelah diperiksa, "rumahnya memang ditinggal kosong, orangtua hanya sekali-sekali kesana, kadang seminggu sekali," tuturnya.

Menurut keterangan anak-anak sekitar lokasi kejadian, pelakunya memakai baju hitam, penutup wajah dan topi.

Saat itu, kondisi sekitar cukup ramai anak-anak. Namun, mereka menyangka pelaku adalah bagian dari keluarga pemilik rumah.

"Entah itu betul atau tidak pelaku bisa menghilang, tak tahu juga lah kita, karena memang menurut anak-anak yang melihat, pelaku masuk ke dalam rumah. Tapi pas dicari tidak ada," ulasnya.

Kejadian ini memang tidak dilaporkan Leni ke Polisi. Lantaran barang-barang juga tidak ada yang hilang dari dalam rumah.

warga sekitarpun berdatangan ke lokasi dan mencoba mencari pelakunya
Warga berdatangan ke lokasi untuk cari pelaku
Sementara itu, warga lain yang juga merupakan tetangga rumah yang menjadi sasaran pencuri memberikan sedikit cerita yang diketahuinya.

Jamaris, warga yang sudah 18 tahun tinggal di Perumahan tersebut mengaku saat kejadia sedang mengupas pinang depan rumahnya. "Cucu saya yang memberitahu. Datuk, ada maling dirumah sana. saya sempat lihat kesana, memang pintu sudah terbuka. cuma ada tas depan pintu." akunya.

Selanjutnya, Jamaris menyebutkan, warga sekitarpun berdatangan ke lokasi dan mencoba mencari pelakunya. "Ya, itulah, tak ada ketemu siapa-siapa. Malah sampai di plafon, tak ada apa-apa," ungkapnya.

Laporan Tribun Pekanbaru di lokasi, pintu rumah tersebut sudah tampak diperbaiki. Namun, bekas pintu yang sempat dirusak, masih terlihat jelas. Rumah itu sendiri hanya memiliki satu pintu, yakni dibagian depan.

Kerap terjadi pencurian


Ketua RT setempat, Sudar Medi menceritakan, lokasi perumahan tersebut memang rawan akan aksi pencurian. Kebanyakan aksi pencurian, memang terjadi siang hari. Saat sang pemilik rumah bekerja diluar. "Kalau disini memang sering. Baru-baru ini ada yang hilang laptop. Ada juga sebelum puasa, tiga motor hilang sekaligus, waktu diparkiran masjid. Ada juga yang kehilangan burung," katanya.

Daerah perumahan tersebut menurutnya menjadi jalur lintas bagi sejumlah orang, tak mengherankan jika orang-orang asing kerap lalu lalang disana. "Beberapa kasus pencurian memang sudah dilaporkan, tapi belum ada tindak lanjut dari kepolisian," tandasnya.

Koran Tribun Pekanbaru

Pencuri Bisa Menghilang Hebohkan Warga Kubang, Ada Tulisan Arab Gundul di Tas Pelaku

GA


RiauJOS.com, Kampar - Warga Perumahan Mutiara RT. 03 RW. 05, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar mendadak heboh dengan terjadinya peristiwa percobaan pencurian, Minggu siang, 13 Agustus 2017.

Hal yang membuat warga heran, pelaku yang saat itu dikepung, tiba-tiba menghilang. Warga hanya menemukan tas sandang ransel yang diduga milik pelaku.

Saat dicek, isinya pun cukup mencurigakan, yakni obeng serta tulisan arab gundul dengan berbagai motif. Atas hal tersebut, wargapun ada yang berpendapat jika sang pelaku memiliki ilmu tertentu sehingga dapat menghilang.

Peristiwa percobaan pencurian ini terjadi dirumah milik orang tua Leni, blok F nomor 16, rumah warna hijau berpagar coklat itu menjadi sasaran percobaan pencurian yang dilakukan seorang tak dikenal.

Dikisahkan Leni, sekitar pukul 11.00 WIB, dia saat itu sedang berada dirumah yang hanya berbeda blok dengan rumah orangtuanya. Tiba-tiba dia mendapat kabar ada seorang pria tak dikenal yang mencoba membobol pintu rumah orangtuanya.

"Rumah itu memang ditinggal dalam keadaan kosong, tak berpenghuni hanya saja, sesekali orangtuanya datang berkunjung ke rumah itu. Waktu itu, ada anak-anak kecil yang tinggal dekat situ memberitahu. Saya pun langsung bergegas kesana," jelasnya.

Setiba dilokasi Leni melihat pintu dalam kondisi rusak dan terbuka, namun pagar rumah masih terkunci, diduga pelaku masuk dengan cara memanjat pagar. 

"Saya tidak berani mengecek langsung, saya telepon keluarga yang lain, kata anak-anak yang melihat malingnya masuk dalam rumah," tutur Leni.

Tak berapa lama pihak keluarga yang lain pun datang. Warga sekitar langsung ramai berkumpul, "Warga sudah banyak yang ngumpul, malah ada yang bawa parang, kayu dan lain-lain. Beberapa orang masuk dalam rumah, tapi pelakunya sudah tidak ada," katanya.

Ia melanjutkan, "warga hanya mendapati tas milik pelaku yang ditinggalkan di depan pintu rumah. Penasaran, warga pun membuka isi tas tersebut. "Itulah Bang, pas dicek ada kayak tulisan-tulisan gitu, ndak jelas apa arti dan maksudnya, seperti tulisan arab gundul. Warga bilang, itu semacam jimat atau mantra-mantra khusus. Selain itu, ada juga obeng," paparnya.


"Pas ketemu benda-benda itulah warga ada yang berpendapat mungkin si pelaku menuntut ilmu hitam dan bisa menghilang, karena pas dicari di dalam rumah, memang tidak ketemu apa-apa," ungkap Leni.

Leni mengatakan, beruntung tidak ada yang hilang di dalam rumah setelah diperiksa, "rumahnya memang ditinggal kosong, orangtua hanya sekali-sekali kesana, kadang seminggu sekali," tuturnya.

Menurut keterangan anak-anak sekitar lokasi kejadian, pelakunya memakai baju hitam, penutup wajah dan topi.

Saat itu, kondisi sekitar cukup ramai anak-anak. Namun, mereka menyangka pelaku adalah bagian dari keluarga pemilik rumah.

"Entah itu betul atau tidak pelaku bisa menghilang, tak tahu juga lah kita, karena memang menurut anak-anak yang melihat, pelaku masuk ke dalam rumah. Tapi pas dicari tidak ada," ulasnya.

Kejadian ini memang tidak dilaporkan Leni ke Polisi. Lantaran barang-barang juga tidak ada yang hilang dari dalam rumah.

warga sekitarpun berdatangan ke lokasi dan mencoba mencari pelakunya
Warga berdatangan ke lokasi untuk cari pelaku
Sementara itu, warga lain yang juga merupakan tetangga rumah yang menjadi sasaran pencuri memberikan sedikit cerita yang diketahuinya.

Jamaris, warga yang sudah 18 tahun tinggal di Perumahan tersebut mengaku saat kejadia sedang mengupas pinang depan rumahnya. "Cucu saya yang memberitahu. Datuk, ada maling dirumah sana. saya sempat lihat kesana, memang pintu sudah terbuka. cuma ada tas depan pintu." akunya.

Selanjutnya, Jamaris menyebutkan, warga sekitarpun berdatangan ke lokasi dan mencoba mencari pelakunya. "Ya, itulah, tak ada ketemu siapa-siapa. Malah sampai di plafon, tak ada apa-apa," ungkapnya.

Laporan Tribun Pekanbaru di lokasi, pintu rumah tersebut sudah tampak diperbaiki. Namun, bekas pintu yang sempat dirusak, masih terlihat jelas. Rumah itu sendiri hanya memiliki satu pintu, yakni dibagian depan.

Kerap terjadi pencurian


Ketua RT setempat, Sudar Medi menceritakan, lokasi perumahan tersebut memang rawan akan aksi pencurian. Kebanyakan aksi pencurian, memang terjadi siang hari. Saat sang pemilik rumah bekerja diluar. "Kalau disini memang sering. Baru-baru ini ada yang hilang laptop. Ada juga sebelum puasa, tiga motor hilang sekaligus, waktu diparkiran masjid. Ada juga yang kehilangan burung," katanya.

Daerah perumahan tersebut menurutnya menjadi jalur lintas bagi sejumlah orang, tak mengherankan jika orang-orang asing kerap lalu lalang disana. "Beberapa kasus pencurian memang sudah dilaporkan, tapi belum ada tindak lanjut dari kepolisian," tandasnya.

Koran Tribun Pekanbaru
GA
Comments
0 Comments