Pekanbaru RICUH!! Ojek Online Vs Konvensional Saling Hantam

RiauJOS.com, Pekanbaru - Baru saja, sekitar dua jam yang lalu, Minggu, 20 Agustus 2017 sekitar pukul 23:00 WIB, beredar video kericuhan antara para pengemudi ojek online dan angkutan konvensional.

Video diunggah di instagram @pkucity, menampilkan pemandangan yang kurang enak dipandang, karena baru saja kita merayakan hari kemerdekaan RI ke-72, seharusnya bahu membahu mengisi kemerdekaan dengan kerja bersama, ini sebaliknya, mengisi kemerdekaan dengan "perang" saudara, mereka saling berlawanan untuk mencari peruntungan di bidang transportasi.

Pekanbaru RICUH!! Ojek Online Vs Konvensional Saling Hantam

Video itu, saat ini menjadi viral, dan sudah ditonton lebih dari 10 ribu tayang. Selengkapnya, simak kejadian panas itu dalam video ini.


Diwartakan Riau JOS, sebelumnya Dishub Pekanbaru memasang imbauan kepada warga, bahwa ojek online dilarang beroperasi. Hal ini memicu banyak pertanyaan warga, pasalnya masyarakat menilai ojek online sangat membantu, tapi mengapa malah dilarang.

Dilaporkan Tribun Pekanbaru, ada juga sebuah video kiriman Rio, warga Pekanbaru, yang diterima Tribun Pekanbaru, Minggu, 20 Agustus 2017, terlihat seorang sopir taksi online dipukul oleh sopir taksi konvensional. Bahkan, ban mobilnya juga dikempeskan.

salah satu korban yang mengalami luka dibagian kepala yakni sopir taksi bernama Irza Syandra.
Salah satu korban yang mengalami luka dibagian kepala yakni sopir taksi bernama Irza Syandra.

Aksi pemukulan itu terjadi di seberang mal SKA Pekanbaru, Jalan Soekarno-Hatta (Arengka), Pekanbaru, Minggu, 20 Agustus sekitar pukul 16.30.

Menurut Rio, pemukulan itu terjadi dalam sebuah aksi sweeping terhadap taksi online. Ia menyayangkan adanya aksi ini karena masyarakat jadi terbantu dengan adanya taksi online serta tidak susah lagi mencari kendaraan.

Pemicu Keributan

Menurut kepolisian, awalnya terjadi keributan dan pengeroyokan oleh oknum supir taksi konvensional terhadap driver GoJek, pada Minggu sore, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta depan pintu masuk SKA CoEX. Itu disebabkan keberadaan taksi online yang menganggu aktivitas mereka sebagai angkutan penumpang.

Menurut mereka, para penumpang banyak beralih ke ojek online (GoCar, GoJek, GoGrab dan Uber, red), serta dianggap belum diizinkan operasionalnya oleh Pemko Pekanbaru. Itu lah yang ditenggarai jadi pemicu utama keributan antara dua kubu tersebut.

Dari peristiwa ini, seorang Driver GoJek berinisial AS (29 tahun, red) jadi korban. Selain dirinya, kabarnya juga ada supir GoCar juga jadi sasaran. Terkait itu, polisi sampai saat ini masih menyelidiki kasusnya. Hal itu dibenarkan Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto.

Usut punya usut, oknum supir taksi konvensional ini sengaja memancing dengan mengorder taksi online dan berpura-pura sebagai pemesan. Itu dilakukan untuk memastikan GoJek dan GoCar masih beroperasi. Tak lama, orderan itu pun datang ke Mal SKA Pekanbaru.

Masuk jebakan, oknum supir taksi konvensional yang sudah berkumpul dan menunggu, langsung bertindak. Mereka melampiaskan kekesalan dengan memukuli dan menggembosi ban mobil GoCar, serta menyetop GoJek yang melintas di sana.

Tak ayal, driver GoJek (berinisial AS, red) pun jadi sasaran kemarahan. Beruntung AS segera diselamatkan lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau Jalan Kartini. Nah, karena tak terima rekan mereka dikeroyok, ratusan massa GoJek pun membalas.

Mereka mendatangi lokasi dan mensweeping taksi konvensional yang melintas. Massa juga melampiaskan kemarahan dengan merusak taksi tersebut, membuat sebagian mobil rusak, diantaranya kaca, spion dan bodinya penyok dihantam helm dan kayu.

Tribun Pekanbaru/Go Riau

Pekanbaru RICUH!! Ojek Online Vs Konvensional Saling Hantam, Ternyata Ini Pemicunya..

Pekanbaru RICUH!! Ojek Online Vs Konvensional Saling Hantam

RiauJOS.com, Pekanbaru - Baru saja, sekitar dua jam yang lalu, Minggu, 20 Agustus 2017 sekitar pukul 23:00 WIB, beredar video kericuhan antara para pengemudi ojek online dan angkutan konvensional.

Video diunggah di instagram @pkucity, menampilkan pemandangan yang kurang enak dipandang, karena baru saja kita merayakan hari kemerdekaan RI ke-72, seharusnya bahu membahu mengisi kemerdekaan dengan kerja bersama, ini sebaliknya, mengisi kemerdekaan dengan "perang" saudara, mereka saling berlawanan untuk mencari peruntungan di bidang transportasi.

Pekanbaru RICUH!! Ojek Online Vs Konvensional Saling Hantam

Video itu, saat ini menjadi viral, dan sudah ditonton lebih dari 10 ribu tayang. Selengkapnya, simak kejadian panas itu dalam video ini.


Diwartakan Riau JOS, sebelumnya Dishub Pekanbaru memasang imbauan kepada warga, bahwa ojek online dilarang beroperasi. Hal ini memicu banyak pertanyaan warga, pasalnya masyarakat menilai ojek online sangat membantu, tapi mengapa malah dilarang.

Dilaporkan Tribun Pekanbaru, ada juga sebuah video kiriman Rio, warga Pekanbaru, yang diterima Tribun Pekanbaru, Minggu, 20 Agustus 2017, terlihat seorang sopir taksi online dipukul oleh sopir taksi konvensional. Bahkan, ban mobilnya juga dikempeskan.

salah satu korban yang mengalami luka dibagian kepala yakni sopir taksi bernama Irza Syandra.
Salah satu korban yang mengalami luka dibagian kepala yakni sopir taksi bernama Irza Syandra.

Aksi pemukulan itu terjadi di seberang mal SKA Pekanbaru, Jalan Soekarno-Hatta (Arengka), Pekanbaru, Minggu, 20 Agustus sekitar pukul 16.30.

Menurut Rio, pemukulan itu terjadi dalam sebuah aksi sweeping terhadap taksi online. Ia menyayangkan adanya aksi ini karena masyarakat jadi terbantu dengan adanya taksi online serta tidak susah lagi mencari kendaraan.

Pemicu Keributan

Menurut kepolisian, awalnya terjadi keributan dan pengeroyokan oleh oknum supir taksi konvensional terhadap driver GoJek, pada Minggu sore, tepatnya di Jalan Soekarno Hatta depan pintu masuk SKA CoEX. Itu disebabkan keberadaan taksi online yang menganggu aktivitas mereka sebagai angkutan penumpang.

Menurut mereka, para penumpang banyak beralih ke ojek online (GoCar, GoJek, GoGrab dan Uber, red), serta dianggap belum diizinkan operasionalnya oleh Pemko Pekanbaru. Itu lah yang ditenggarai jadi pemicu utama keributan antara dua kubu tersebut.

Dari peristiwa ini, seorang Driver GoJek berinisial AS (29 tahun, red) jadi korban. Selain dirinya, kabarnya juga ada supir GoCar juga jadi sasaran. Terkait itu, polisi sampai saat ini masih menyelidiki kasusnya. Hal itu dibenarkan Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto.

Usut punya usut, oknum supir taksi konvensional ini sengaja memancing dengan mengorder taksi online dan berpura-pura sebagai pemesan. Itu dilakukan untuk memastikan GoJek dan GoCar masih beroperasi. Tak lama, orderan itu pun datang ke Mal SKA Pekanbaru.

Masuk jebakan, oknum supir taksi konvensional yang sudah berkumpul dan menunggu, langsung bertindak. Mereka melampiaskan kekesalan dengan memukuli dan menggembosi ban mobil GoCar, serta menyetop GoJek yang melintas di sana.

Tak ayal, driver GoJek (berinisial AS, red) pun jadi sasaran kemarahan. Beruntung AS segera diselamatkan lalu dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau Jalan Kartini. Nah, karena tak terima rekan mereka dikeroyok, ratusan massa GoJek pun membalas.

Mereka mendatangi lokasi dan mensweeping taksi konvensional yang melintas. Massa juga melampiaskan kemarahan dengan merusak taksi tersebut, membuat sebagian mobil rusak, diantaranya kaca, spion dan bodinya penyok dihantam helm dan kayu.

Tribun Pekanbaru/Go Riau