Social Items

Mulai Hari Ini Pemerintah Serentak Gelar Imunisasi Campak Rubela

RiauJOS.com, Solo - Wijayanti, seorang ibu di kota Solo yang sedang hamil anak kedua masih ingat betul penyakit rubella yang diderita kakak iparnya beberapa tahun lalu, yang menjangkiti bayi dalam kandungan dan menimbulkan keguguran. Hal yang sama terjadi pada teman dekatnya.

Dengan kejadian itu, Wijayanti kali ini tak ragu mendaftarkan anak pertamanya yang berusia 3,5 tahun untuk ikut vaksinasi campak rubella atau MR.

“Ya bagi saya, imunisasi ini sangat penting. Pengalaman saya, ada kakak ipar saya yang janin dalam kandungannya terkena rubella dan janinnya tidak terselamatkan. Begitu juga ada teman saya yang hamil dengan kondisi janin terkena rubella dan akhirnya bayi lahir kondisi kepala dan otaknya mengecil. Bagi saya sebagai seorang ibu dengan kondisi hamil dan punya anak balita, itu pengalaman yang berharga. Kalau ada yang menolak imunisasi karena keraguan kehalalan vaksin atau munculnya vaksin palsu, ya itu tidak beralasan, pemerintah sudah bekerja keras untuk menyelamatkan warganya agar terhindar dari penyakit menular atau mematikan. Pemerintah juga pasti sudah berkoordinasi dengan tokoh agama terkait kehalalan vaksin ini,” ungkapnya.

Mulai hari Selasa, 1 Agustus 2017 pemerintah secara serentak menggelar imunisasi campak dan rubella atau ‘’Measles-Rubella’’ MR di seluruh Pulau Jawa, untuk bayi usia sembilan bulan hingga anak usia 15 tahun. Vaksinasi dilakukan di sekolah, posyandu, hingga puskesmas. 

Kementerian Kesehatan menargetkan 95 persen dari 34 juta sasaran imunisasi tahun 2017 ini mendapat vaksin imunisasi MR. Tahun depan, pemerintah akan melanjutkan imunisasi MR untuk wilayah di luar Pulau Jawa.

Sekolah menjadi salah satu lokasi menggelar imunisasi MR atau Campak dan Rubella ini. Poster hingga selebaran penyelenggaraan imunisasi MR sudah terpasang di berbagai sekolah sejak akhir pekan lalu. Setiap murid juga diberi selebaran tentang Imunisasi MR. Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Solo, Etty Retnowati, mengatakan Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan yang akan menggelar imunisasi tersebut di seluruh sekolah di Solo.

Menurut Etty, pemerintah kota juga siap mengantisipasi penolakan sekolah untuk mendapat imunisasi, sebagaimana yang terjadi di kota Yogyakarta.

“Imunisasi Campak dan rubbela kan masih nanti Agustus dan September. Sampai saat ini belum ada laporan penolakan imunisasi yang akan digelar di sekolah. Ya nanti imunisasi Campak dan Rubella kan juga digelar di sekolah-sekolah. Kita sudah koordinasi dengan Dinas kesehatan, nanti mereka yang langsung ke sekolah-sekolah. Ya kita persilakan karena itu ranah Dinas Kesehatan. Memang sampai saat ini belum ada masukan munculnya penolakan imunisasi seperti yang terjadi di Yogyakarta.”

Pekan lalu delapan sekolah setara SMP dan SD di Yogyakarta menolak pemberian imunisasi di sekolah, karena ragu dengan kehalalan vaksinasi tersebut. Pemerintah setempat melakukan pendekatan dan mencob memberi pemahaman lewat tokoh agama dan tokoh masyarakat supaya orang tua murid di sekolah itu bersedia anaknya divaksinasi. Hingga kini belum jelas hasilnya. Tetapi vaksinasi di sekolah-sekolah lain dilaporkan tetap berlangsung.

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, antara lain radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. 

Sementara, Rubella akan menimbulkan penyakit ringan jika menjangkiti anak-anak, tetapi jika menjangkiti ibu hamil maka bisa menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut meliputi kelainan pada jantung dan mata, tuli dan keterlambatan perkembangan.

Mulai Hari Ini Pemerintah Serentak Gelar Imunisasi Campak Rubela

Mulai Hari Ini Pemerintah Serentak Gelar Imunisasi Campak Rubela

RiauJOS.com, Solo - Wijayanti, seorang ibu di kota Solo yang sedang hamil anak kedua masih ingat betul penyakit rubella yang diderita kakak iparnya beberapa tahun lalu, yang menjangkiti bayi dalam kandungan dan menimbulkan keguguran. Hal yang sama terjadi pada teman dekatnya.

Dengan kejadian itu, Wijayanti kali ini tak ragu mendaftarkan anak pertamanya yang berusia 3,5 tahun untuk ikut vaksinasi campak rubella atau MR.

“Ya bagi saya, imunisasi ini sangat penting. Pengalaman saya, ada kakak ipar saya yang janin dalam kandungannya terkena rubella dan janinnya tidak terselamatkan. Begitu juga ada teman saya yang hamil dengan kondisi janin terkena rubella dan akhirnya bayi lahir kondisi kepala dan otaknya mengecil. Bagi saya sebagai seorang ibu dengan kondisi hamil dan punya anak balita, itu pengalaman yang berharga. Kalau ada yang menolak imunisasi karena keraguan kehalalan vaksin atau munculnya vaksin palsu, ya itu tidak beralasan, pemerintah sudah bekerja keras untuk menyelamatkan warganya agar terhindar dari penyakit menular atau mematikan. Pemerintah juga pasti sudah berkoordinasi dengan tokoh agama terkait kehalalan vaksin ini,” ungkapnya.

Mulai hari Selasa, 1 Agustus 2017 pemerintah secara serentak menggelar imunisasi campak dan rubella atau ‘’Measles-Rubella’’ MR di seluruh Pulau Jawa, untuk bayi usia sembilan bulan hingga anak usia 15 tahun. Vaksinasi dilakukan di sekolah, posyandu, hingga puskesmas. 

Kementerian Kesehatan menargetkan 95 persen dari 34 juta sasaran imunisasi tahun 2017 ini mendapat vaksin imunisasi MR. Tahun depan, pemerintah akan melanjutkan imunisasi MR untuk wilayah di luar Pulau Jawa.

Sekolah menjadi salah satu lokasi menggelar imunisasi MR atau Campak dan Rubella ini. Poster hingga selebaran penyelenggaraan imunisasi MR sudah terpasang di berbagai sekolah sejak akhir pekan lalu. Setiap murid juga diberi selebaran tentang Imunisasi MR. Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Solo, Etty Retnowati, mengatakan Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan yang akan menggelar imunisasi tersebut di seluruh sekolah di Solo.

Menurut Etty, pemerintah kota juga siap mengantisipasi penolakan sekolah untuk mendapat imunisasi, sebagaimana yang terjadi di kota Yogyakarta.

“Imunisasi Campak dan rubbela kan masih nanti Agustus dan September. Sampai saat ini belum ada laporan penolakan imunisasi yang akan digelar di sekolah. Ya nanti imunisasi Campak dan Rubella kan juga digelar di sekolah-sekolah. Kita sudah koordinasi dengan Dinas kesehatan, nanti mereka yang langsung ke sekolah-sekolah. Ya kita persilakan karena itu ranah Dinas Kesehatan. Memang sampai saat ini belum ada masukan munculnya penolakan imunisasi seperti yang terjadi di Yogyakarta.”

Pekan lalu delapan sekolah setara SMP dan SD di Yogyakarta menolak pemberian imunisasi di sekolah, karena ragu dengan kehalalan vaksinasi tersebut. Pemerintah setempat melakukan pendekatan dan mencob memberi pemahaman lewat tokoh agama dan tokoh masyarakat supaya orang tua murid di sekolah itu bersedia anaknya divaksinasi. Hingga kini belum jelas hasilnya. Tetapi vaksinasi di sekolah-sekolah lain dilaporkan tetap berlangsung.

Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius, antara lain radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. 

Sementara, Rubella akan menimbulkan penyakit ringan jika menjangkiti anak-anak, tetapi jika menjangkiti ibu hamil maka bisa menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut meliputi kelainan pada jantung dan mata, tuli dan keterlambatan perkembangan.