Menikah dengan Saudara Sendiri, Perempuan Ini Lahirkan Bayi Laki-laki Bertampang Aneh

RiauJOS.com, Bangladesh - Tripti, seorang gadis 13 tahun, menikah dengan sepupunya, Hossain karena jumlah lelaki di Bangladesh, relatif sedikit, tidak jarang saudara sepupu justru saling menikah.

Tiga tahun setelah menikah, mereka akhirnya dikaruniai seorang bayi laki-laki. Namun, bayinya terlahir dengan kondisi yang aneh.

Semua orang kaget dan ketakutan saat melihat wajah bayi laki-laki yang diberi nama Bayezid. Ia terlahir dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Penampilannya terlihat seperti orang berumur 80 tahun.

Bayyezid mengidap penyakit langka yang menyebabkan usianya tampak lebih tua. Kulitnya kendur, giginya keropos dan sendi-sendinya lemah.

Tripti, sempat tidak percaya bahwa ia melahirkan anak ini. Namun setelah tes DNA dilakukan, barulah ia menerima kenyataan, bahwa bayinya dinyatakan mengidap penyakit Progeria.

Pada kasus ini, usia maksimal yang bisa dijalani pengidapnya hanyalah sampai 13 tahun. Hal ini disebabkan ketika dua orang yang masih memiliki relasi persaudaraan yang dekat atau hubungan darah masih memiliki genetik yang hampir sama sehingga kelebihan dan kekurangannya hampir sama atau sama persis.

Kekurangan yang sama dapat memperbesar kemungkinan terjadinya kelainan genetik pada keturunannya. Progeria yang diderita Hossain membuat wajahnya membengkak. Penampilannya terlihat sangat lusuh dengan mata yang mencekung, kulit yang mengendur, serta adanya penuaan pada fungsi sendi

Bayezid juga diketahui kesulitan buang air dan kondisi gigi-giginya pun keropos. “Dia tidak seperti anak-anak lainnya, dia seperti orang tua. Sebagai orang yang baru saja menjadi ibu, saya tidak tahan melihat anak saya seperti ini,” ujar Tripti dikutip Riau JOs dari laman Serambi Indonesia yang dilansir dari Metro.

Para penduduk Desa Magura, Bangladesh, yang juga tempat Hossain tinggal, sering menjaga jarak dengan Bayezid dan keluarganya.

Para penduduk Desa Magura, Bangladesh, yang juga tempat Hossain tinggal, sering menjaga jarak dengan Bayezid dan keluarganya. Bahkan, anak-anak seusianya pun tak berani bermain dengannya.

Ayah Hossain, Lovelu, mengaku jika keluarganya sudah menghabiskan uang senilai Rp.58 juta untuk mengobati anaknya. Semua itu dilakukan bahkan sejak Bayezid lahir ke dunia. “Namun kondisinya tetap sama, dan mungkin lebih buruk dari hari ke hari, " jelas Lovelu.

“Putraku bukan anak yang normal, dan itu tragis sekali bagi para orang tua untuk mengetahui anaknya tidak akan hidup lama,” ucap Lovelu.

Menikah dengan Saudara Sendiri, Perempuan Ini Lahirkan Bayi Laki-laki Berwajah Aneh

Menikah dengan Saudara Sendiri, Perempuan Ini Lahirkan Bayi Laki-laki Bertampang Aneh

RiauJOS.com, Bangladesh - Tripti, seorang gadis 13 tahun, menikah dengan sepupunya, Hossain karena jumlah lelaki di Bangladesh, relatif sedikit, tidak jarang saudara sepupu justru saling menikah.

Tiga tahun setelah menikah, mereka akhirnya dikaruniai seorang bayi laki-laki. Namun, bayinya terlahir dengan kondisi yang aneh.

Semua orang kaget dan ketakutan saat melihat wajah bayi laki-laki yang diberi nama Bayezid. Ia terlahir dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Penampilannya terlihat seperti orang berumur 80 tahun.

Bayyezid mengidap penyakit langka yang menyebabkan usianya tampak lebih tua. Kulitnya kendur, giginya keropos dan sendi-sendinya lemah.

Tripti, sempat tidak percaya bahwa ia melahirkan anak ini. Namun setelah tes DNA dilakukan, barulah ia menerima kenyataan, bahwa bayinya dinyatakan mengidap penyakit Progeria.

Pada kasus ini, usia maksimal yang bisa dijalani pengidapnya hanyalah sampai 13 tahun. Hal ini disebabkan ketika dua orang yang masih memiliki relasi persaudaraan yang dekat atau hubungan darah masih memiliki genetik yang hampir sama sehingga kelebihan dan kekurangannya hampir sama atau sama persis.

Kekurangan yang sama dapat memperbesar kemungkinan terjadinya kelainan genetik pada keturunannya. Progeria yang diderita Hossain membuat wajahnya membengkak. Penampilannya terlihat sangat lusuh dengan mata yang mencekung, kulit yang mengendur, serta adanya penuaan pada fungsi sendi

Bayezid juga diketahui kesulitan buang air dan kondisi gigi-giginya pun keropos. “Dia tidak seperti anak-anak lainnya, dia seperti orang tua. Sebagai orang yang baru saja menjadi ibu, saya tidak tahan melihat anak saya seperti ini,” ujar Tripti dikutip Riau JOs dari laman Serambi Indonesia yang dilansir dari Metro.

Para penduduk Desa Magura, Bangladesh, yang juga tempat Hossain tinggal, sering menjaga jarak dengan Bayezid dan keluarganya.

Para penduduk Desa Magura, Bangladesh, yang juga tempat Hossain tinggal, sering menjaga jarak dengan Bayezid dan keluarganya. Bahkan, anak-anak seusianya pun tak berani bermain dengannya.

Ayah Hossain, Lovelu, mengaku jika keluarganya sudah menghabiskan uang senilai Rp.58 juta untuk mengobati anaknya. Semua itu dilakukan bahkan sejak Bayezid lahir ke dunia. “Namun kondisinya tetap sama, dan mungkin lebih buruk dari hari ke hari, " jelas Lovelu.

“Putraku bukan anak yang normal, dan itu tragis sekali bagi para orang tua untuk mengetahui anaknya tidak akan hidup lama,” ucap Lovelu.