RiauJOS.com, Pekanbaru - TNI dan Polisi seharusnya menjaga keamanan dan ketertiban, nah ini.. dikenyataan malah berantem, lantas bagaimana masyarakat bisa aman dan tentram? sedangkan aparat keamanan, TNI dan Polisi saling berantem?.

Sekitar satu jam yang lalu, beredar di media sosial video yang bisa dibilang memalukan, seorang oknum yang diduga anggota TNI memukuli anggota Polisi. Sampai warta ini diketik, video itu sudah dikomentari ribuan warga internet.

Terlihat dan terbaca aneka ragam komentar di video unggahan akun Facebook, Yuni Rusmini yang dikenal dikalangan pengguna facebook sebagai Bupati Facebook, entah dari mana asal muasal video itu, sedangkan akun Facebook, Mak Lambe Turah juga mengunggah video yang sama, cuman beda dikit di deskripsi video.

Penelusuran Riau JOS, pukul 23:39 WIB Kamis malam, 10 Agustus 2017 di media sosial Facebook sudah banyak warga internet yang membagikan video rekaman itu, 1,9 ribu kali dibagikan warga Facebook, belum lagi yang di YouTube, diperkirakan lebih masif.


Yuni diunggahan videonya menuliskan:


Seorang anggota TNI di kota Pekanbaru. Tidak menggunakan helm, di ajak menggunakan helm, kaca spion juga gak ada, oleh anggota Polisi Lantas Polres Pekanbaru malah ngamuk ngamuk. Bukannya ngakui salah malah marah marah dan menampar anggota Lalu Lintas.

Lokasi kejadian di depan Ramayana Jalan Sudirman Kota Pekanbaru hari Kamis, 10 agustus 2017 sekitar pukul 14.00 wib






Mak Lambe Turah, menuliskan:


Ya alloh Gusti, pak polisinya digituin sama oknum😭😭😭😭😭

kasiaaan pak polisinya😭😭😭😭😭

Padahal orang Pekanbaru ramah-ramah...., om oknum orang mana yaaa mak jadi baper😭😭😭😭😭

tambahan info dari lokasi:


Seorang anggota TNI di kota Pekanbaru. Tidak menggunakan helm, di ajak menggunakan helm, kaca spion juga gak ada, oleh anggota Polisi Lantas Polres Pekanbaru malah ngamuk ngamuk. Bukannya ngakui salah malah marah marah dan menampar anggota Lalu Lintas.

Lokasi kejadian di depan Ramayana Jalan Sudirman Kota Pekanbaru hari Kamis, 10 agustus 2017 sekitar pukul 14.00 wib

Sementara, di media sosial, YouTube channel Saran Saya, beberapa menit yang lalu mengupload video dengan peristiwa yang sama, namun beda judul, "Seorang polisi di pukuli tentara, di jl sudirman pekanbaru", tidak ada deskripsi pada unggahan video itu.

Selangkapnya, simak video unggahan YouTube channel Saran Saya, berikut ini.



Berdasarkan informasi yang dirangkum Riau JOS, Polisi lalu lintas tersebut bernama Yoga Vernando berpangkat Bripda. Ia merupakan personel Lalu Lintas dari Polresta Pekanbaru. Ketika kejadian dirinya sedang berpatroli di jalan.

"Personel Polantas tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm," ungkap Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardi dalam pesan Whatsappnya, terkait klarifikasi insiden itu, Kamis malam.

Berikut video yang didapatkan dari tim videografer Riau JOS, ada dua versi video, versi pertama dari sisi luar ruangan, dan yang kedua video direkam dari dalam mobil.


Informasi yang beredar di masyarakat sekitar Kota Pekanbaru, pihak anggota TNI dan Polisi sudah saling memaafkan, namun konfirmasi dari kedua belah pihak sampai warta ini diketik, Jumat, 11 Agustus 2017 sekitar pukul 8:38 WIB belum juga didapatkan.


Serda Wira Sinaga
Serda Wira Sinaga

Serda Wira Sinaga Pukul Anggota Polantas, Kapten Latief Minta Maaf


Aksi koboi seorang oknum TNI Sersan Dua (Serda) Wira Sinaga di wilayah hukum Pekanbaru, Riau, viral melalui video di pesan berantai aplikasi pesan singkat elektronik WhatsApp, Kamis, 10 Agustus 2017.

Dilaporkan RMOL, Korbannya, personel polisi lalulintas (Polantas) Polresta Riau Brigadir Dua (Bripda) Yoga Vernando. Yoga diduga mendapat perlakuan kasar dari oknum anggota TNI tersebut.

"Ya benar. Ada insiden dugaan pemukulan personel Polantas oleh oknum anggota TNI yang tidak pakai helm," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto saat dikonfirmasi, Kamis malam, 10 Agustus 2017.

Menurut Susanto, aksi koboi tersebut terjadi sekira pukul 17.30 WIB. Saat itu, Yoga tengah melaksanakan patroli rutin dengan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman.

Tiba-tiba Yoga melihat seorang pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm. Menyadari hal tersebut, Yoga lantas berinisiatif memberhentikan pengendara yang belakangan diketahui sebagai oknum TNI, Serda Wira.

Yoga pun mencoba mengingatkan dan menegur Wira. Namun, bukannya patuh, Wira justru emosi dan balik menyerang Yoga.

"Lalu oknum anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Selanjutnya memukul helm Bripda Yoga empat kali," terang Susanto.

Setelah dikomunikasikan dengan instansi terkait dengan satuan TNI, diketahui oknum tersebut bernama Wira Sinaga dengan pangkat Serda. Oknum TNI koboi itu, merupakan personel TNI yang berdinas di Korem 031 Wira Bima Riau.

Selang beberapa jam kemudian, Kasie Intel Korem 031 Wira Bima Kapten Infanteri Abdul Latief pun menemui Bripda Yoga.

"Selanjutnya, sekira pukul 19.30 WIB Kapten Latief, mendatangi Bripda Yoga untuk meminta maaf terkait insiden tersebut," ungkap Kapolres

Memalukan.. Beredar Video Anggota TNI Pukuli Polisi di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru jadi Tontonan Warga


RiauJOS.com, Pekanbaru - TNI dan Polisi seharusnya menjaga keamanan dan ketertiban, nah ini.. dikenyataan malah berantem, lantas bagaimana masyarakat bisa aman dan tentram? sedangkan aparat keamanan, TNI dan Polisi saling berantem?.

Sekitar satu jam yang lalu, beredar di media sosial video yang bisa dibilang memalukan, seorang oknum yang diduga anggota TNI memukuli anggota Polisi. Sampai warta ini diketik, video itu sudah dikomentari ribuan warga internet.

Terlihat dan terbaca aneka ragam komentar di video unggahan akun Facebook, Yuni Rusmini yang dikenal dikalangan pengguna facebook sebagai Bupati Facebook, entah dari mana asal muasal video itu, sedangkan akun Facebook, Mak Lambe Turah juga mengunggah video yang sama, cuman beda dikit di deskripsi video.

Penelusuran Riau JOS, pukul 23:39 WIB Kamis malam, 10 Agustus 2017 di media sosial Facebook sudah banyak warga internet yang membagikan video rekaman itu, 1,9 ribu kali dibagikan warga Facebook, belum lagi yang di YouTube, diperkirakan lebih masif.


Yuni diunggahan videonya menuliskan:


Seorang anggota TNI di kota Pekanbaru. Tidak menggunakan helm, di ajak menggunakan helm, kaca spion juga gak ada, oleh anggota Polisi Lantas Polres Pekanbaru malah ngamuk ngamuk. Bukannya ngakui salah malah marah marah dan menampar anggota Lalu Lintas.

Lokasi kejadian di depan Ramayana Jalan Sudirman Kota Pekanbaru hari Kamis, 10 agustus 2017 sekitar pukul 14.00 wib






Mak Lambe Turah, menuliskan:


Ya alloh Gusti, pak polisinya digituin sama oknum😭😭😭😭😭

kasiaaan pak polisinya😭😭😭😭😭

Padahal orang Pekanbaru ramah-ramah...., om oknum orang mana yaaa mak jadi baper😭😭😭😭😭

tambahan info dari lokasi:


Seorang anggota TNI di kota Pekanbaru. Tidak menggunakan helm, di ajak menggunakan helm, kaca spion juga gak ada, oleh anggota Polisi Lantas Polres Pekanbaru malah ngamuk ngamuk. Bukannya ngakui salah malah marah marah dan menampar anggota Lalu Lintas.

Lokasi kejadian di depan Ramayana Jalan Sudirman Kota Pekanbaru hari Kamis, 10 agustus 2017 sekitar pukul 14.00 wib

Sementara, di media sosial, YouTube channel Saran Saya, beberapa menit yang lalu mengupload video dengan peristiwa yang sama, namun beda judul, "Seorang polisi di pukuli tentara, di jl sudirman pekanbaru", tidak ada deskripsi pada unggahan video itu.

Selangkapnya, simak video unggahan YouTube channel Saran Saya, berikut ini.



Berdasarkan informasi yang dirangkum Riau JOS, Polisi lalu lintas tersebut bernama Yoga Vernando berpangkat Bripda. Ia merupakan personel Lalu Lintas dari Polresta Pekanbaru. Ketika kejadian dirinya sedang berpatroli di jalan.

"Personel Polantas tersebut beriringan dengan oknum anggota TNI yang tidak pakai helm," ungkap Wakapolresta Pekanbaru AKBP Edi Sumardi dalam pesan Whatsappnya, terkait klarifikasi insiden itu, Kamis malam.

Berikut video yang didapatkan dari tim videografer Riau JOS, ada dua versi video, versi pertama dari sisi luar ruangan, dan yang kedua video direkam dari dalam mobil.


Informasi yang beredar di masyarakat sekitar Kota Pekanbaru, pihak anggota TNI dan Polisi sudah saling memaafkan, namun konfirmasi dari kedua belah pihak sampai warta ini diketik, Jumat, 11 Agustus 2017 sekitar pukul 8:38 WIB belum juga didapatkan.


Serda Wira Sinaga
Serda Wira Sinaga

Serda Wira Sinaga Pukul Anggota Polantas, Kapten Latief Minta Maaf


Aksi koboi seorang oknum TNI Sersan Dua (Serda) Wira Sinaga di wilayah hukum Pekanbaru, Riau, viral melalui video di pesan berantai aplikasi pesan singkat elektronik WhatsApp, Kamis, 10 Agustus 2017.

Dilaporkan RMOL, Korbannya, personel polisi lalulintas (Polantas) Polresta Riau Brigadir Dua (Bripda) Yoga Vernando. Yoga diduga mendapat perlakuan kasar dari oknum anggota TNI tersebut.

"Ya benar. Ada insiden dugaan pemukulan personel Polantas oleh oknum anggota TNI yang tidak pakai helm," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto saat dikonfirmasi, Kamis malam, 10 Agustus 2017.

Menurut Susanto, aksi koboi tersebut terjadi sekira pukul 17.30 WIB. Saat itu, Yoga tengah melaksanakan patroli rutin dengan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman.

Tiba-tiba Yoga melihat seorang pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm. Menyadari hal tersebut, Yoga lantas berinisiatif memberhentikan pengendara yang belakangan diketahui sebagai oknum TNI, Serda Wira.

Yoga pun mencoba mengingatkan dan menegur Wira. Namun, bukannya patuh, Wira justru emosi dan balik menyerang Yoga.

"Lalu oknum anggota TNI tersebut mengejar Bripda Yoga dan menabrak motornya dari belakang. Selanjutnya memukul helm Bripda Yoga empat kali," terang Susanto.

Setelah dikomunikasikan dengan instansi terkait dengan satuan TNI, diketahui oknum tersebut bernama Wira Sinaga dengan pangkat Serda. Oknum TNI koboi itu, merupakan personel TNI yang berdinas di Korem 031 Wira Bima Riau.

Selang beberapa jam kemudian, Kasie Intel Korem 031 Wira Bima Kapten Infanteri Abdul Latief pun menemui Bripda Yoga.

"Selanjutnya, sekira pukul 19.30 WIB Kapten Latief, mendatangi Bripda Yoga untuk meminta maaf terkait insiden tersebut," ungkap Kapolres