ads Kisah Memilukan.. Awalnya Mengeluh Sakit Gigi, Anggota Paskibraka asal Palu Meninggal Dunia - Riau Jos
Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

RiauJOS.com, Palu - Seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Aritya Syamsuddin meninggal dunia. Sebelumnya, dia mengeluh sakit sesak nafas.

Jelang upacara bendera peringatan HUT RI ke-72, pada Kamis, 17 Agustus 2017, Aritya anggota Paskibraka asal Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Palu, Sulawesi Selatan meninggal pada senin, 14 Agustus 2017 sekitar pukul 20.30 WITA di RSUD Undata Palu.

Aritya meninggal dua hari setelah merayakan hari lahirnya yang ke-16 tahun. Dia terbaring di rumah sakit, dan sempat memposting status melalui akun Facebooknya pada 27 Juli 2017 yang lalu.


Waktu itu, Aritya menuliskan curhatan rindu kembali berlatih berbaris bersama teman-temannya. “PENGEN pulang ke rumah, Aknes rindu latihan. Saya tidak mau di rumah sakit. Ya Allah, cepat sembuhkan saya dari penyakit ini.” tulisnya.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, Aknes awalnya hanya sakit gigi, selanjutnya orang tua Aknes membawanya ke rumah sakit dan divonis menderita radang tenggorokan. Meski sakit gigi, namun keinginannya untuk ikut berlatih di Paskibraka sangat kuat. Namun, Tuhan berkehendak lain, memanggilnya terlebih dahulu.

Pemakaman Aritya Syamsuddin berlangsung khidmat, pada Selasa, 15 Agustus 2017. Puluhan anggota Paskibraka Mangkutana dengan berseragam Paskibraka turut menggotong dan mengiringi keranda menuju tempat peristirahatan terakhirnya.


Rasa haru dan tangis sesama anggota Paskibraka, teman, sahabat hingga keluarga pun mengirisi proses pemakaman Aritya.

Sementara, Camat Mangkutana, Awaluddin mengatakan, pada hari Sabtu, 12 Agustus 2017, Aritya masih aktif mengikuti latihan. Namun, pada hari Minggu dini hari, 13 Agustus, Aritya dilarikan ke rumah sakit. 

Saat itu Aritya mengeluh sesak nafas. Meskipun dia sudah berlatih keras untuk acara upacara HUT RI ke-72. Namun, takdir tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan, Aritya tidak bisa ikut menjadi bagian anggota Paskibraka yang mengibarkan bendera di istana tahun ini

Kisah Memilukan.. Awalnya Mengeluh Sakit Gigi, Anggota Paskibraka asal Palu Meninggal Dunia

GA
Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

RiauJOS.com, Palu - Seorang anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), Aritya Syamsuddin meninggal dunia. Sebelumnya, dia mengeluh sakit sesak nafas.

Jelang upacara bendera peringatan HUT RI ke-72, pada Kamis, 17 Agustus 2017, Aritya anggota Paskibraka asal Kecamatan Mangkutana, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Palu, Sulawesi Selatan meninggal pada senin, 14 Agustus 2017 sekitar pukul 20.30 WITA di RSUD Undata Palu.

Aritya meninggal dua hari setelah merayakan hari lahirnya yang ke-16 tahun. Dia terbaring di rumah sakit, dan sempat memposting status melalui akun Facebooknya pada 27 Juli 2017 yang lalu.


Waktu itu, Aritya menuliskan curhatan rindu kembali berlatih berbaris bersama teman-temannya. “PENGEN pulang ke rumah, Aknes rindu latihan. Saya tidak mau di rumah sakit. Ya Allah, cepat sembuhkan saya dari penyakit ini.” tulisnya.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, Aknes awalnya hanya sakit gigi, selanjutnya orang tua Aknes membawanya ke rumah sakit dan divonis menderita radang tenggorokan. Meski sakit gigi, namun keinginannya untuk ikut berlatih di Paskibraka sangat kuat. Namun, Tuhan berkehendak lain, memanggilnya terlebih dahulu.

Pemakaman Aritya Syamsuddin berlangsung khidmat, pada Selasa, 15 Agustus 2017. Puluhan anggota Paskibraka Mangkutana dengan berseragam Paskibraka turut menggotong dan mengiringi keranda menuju tempat peristirahatan terakhirnya.


Rasa haru dan tangis sesama anggota Paskibraka, teman, sahabat hingga keluarga pun mengirisi proses pemakaman Aritya.

Sementara, Camat Mangkutana, Awaluddin mengatakan, pada hari Sabtu, 12 Agustus 2017, Aritya masih aktif mengikuti latihan. Namun, pada hari Minggu dini hari, 13 Agustus, Aritya dilarikan ke rumah sakit. 

Saat itu Aritya mengeluh sesak nafas. Meskipun dia sudah berlatih keras untuk acara upacara HUT RI ke-72. Namun, takdir tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan, Aritya tidak bisa ikut menjadi bagian anggota Paskibraka yang mengibarkan bendera di istana tahun ini
GA
Comments
0 Comments