Jokowi Menangkan Lomba Balap Karung Melawan SBY dan Prabowo

RiauJOS.com, Malang - Perayaan HUT RI ke-72 dimeriahkan dengan berbagai lomba. Ada satu perlombaan yang menyedot masyarakat, dimana "Jokowi" mengikuti lomba balap karung, dan mampu mengalahkan "SBY" dan "Prabowo" sekaligus.

Para ‘Presiden’ yang kalah, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarno Putri, sedangkan calon presiden Prabowo Subianto, juga tak mampu mengalahkan kedigdayaan ‘Jokowi’ saat lomba balap karung dan nyunggih bola diatas tampah.

Lomba unik dengan memakai topeng berwajah Presiden dan sejumlah tokoh nasional ini, digelar muda-mudi di Jalan Melati, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu, 13 Agustus 2017.

Dalam lomba tersebut, seluruh peserta menggunakan topeng berwajah para Presiden dan tokoh nasional. Lomba balap karung, nyunggih bola dengan tempeh hingga tarik tambang, juga diikuti Mantan Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, Halim Iskandar, hingga si Raja Dandut Rhoma Irama.

“Ayo pak Jokowi. Ayo, ayo. Pak Prabowo jangan sampai tumbang,” teriak warga saat menyaksikan perlombaan.

Kepala Dusun Kemlaten, Desa Mangunrejo, Joko Prayitno menjelaskan, lomba dengan memakai topeng bergambar wajah Presiden dan tokoh nasional, bertujuan membangkitkan rasa nasionalisme dan persatuan sesama anak bangsa.

“Kami berharap para tokoh, dan seluruh Presiden ini bisa bersatu. Tidak lagi ribut-ribut. Karena kita semua adalah anak bangsa,” ungkapnya.

Kata dia, semangat persaudaraan hendaknya tetap dijunjung tinggi oleh seluruh tokoh nasional. Mereka adalah orang-orang hebat.

“Kita ingin menumbuhkan rasa nasionalisme dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI Ke 72 tahun ini. Sehingga rasa nasionalisme kita tumbuh kembali, dengan memakai topeng wajah Presiden dan tokoh nasional, supaya anak-anak bangsa mengenal mereka dan menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat sesama anak bangsa,” ujar Joko.

Ia menambahkan, dengan menampilkan topeng bergambar Pak Jokowi, Pak SBY, Pak Prabowo kami rakyat kecil ini berkeinginan mereka tetap bersatu menjaga kebersamaan dalam persatuan dan kesatuan.

“Perbedaan pendapat antara para tokoh diatas boleh saja, tapi kami rakyat kecil berharap mereka tetap menjaga persatuan dan kesatuan untuk NKRI tercinta ini,” pungkasnya.


'Jokowi' Menangkan Lomba Balap Karung Melawan 'SBY' dan 'Prabowo'

Jokowi Menangkan Lomba Balap Karung Melawan SBY dan Prabowo

RiauJOS.com, Malang - Perayaan HUT RI ke-72 dimeriahkan dengan berbagai lomba. Ada satu perlombaan yang menyedot masyarakat, dimana "Jokowi" mengikuti lomba balap karung, dan mampu mengalahkan "SBY" dan "Prabowo" sekaligus.

Para ‘Presiden’ yang kalah, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarno Putri, sedangkan calon presiden Prabowo Subianto, juga tak mampu mengalahkan kedigdayaan ‘Jokowi’ saat lomba balap karung dan nyunggih bola diatas tampah.

Lomba unik dengan memakai topeng berwajah Presiden dan sejumlah tokoh nasional ini, digelar muda-mudi di Jalan Melati, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu, 13 Agustus 2017.

Dalam lomba tersebut, seluruh peserta menggunakan topeng berwajah para Presiden dan tokoh nasional. Lomba balap karung, nyunggih bola dengan tempeh hingga tarik tambang, juga diikuti Mantan Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, Halim Iskandar, hingga si Raja Dandut Rhoma Irama.

“Ayo pak Jokowi. Ayo, ayo. Pak Prabowo jangan sampai tumbang,” teriak warga saat menyaksikan perlombaan.

Kepala Dusun Kemlaten, Desa Mangunrejo, Joko Prayitno menjelaskan, lomba dengan memakai topeng bergambar wajah Presiden dan tokoh nasional, bertujuan membangkitkan rasa nasionalisme dan persatuan sesama anak bangsa.

“Kami berharap para tokoh, dan seluruh Presiden ini bisa bersatu. Tidak lagi ribut-ribut. Karena kita semua adalah anak bangsa,” ungkapnya.

Kata dia, semangat persaudaraan hendaknya tetap dijunjung tinggi oleh seluruh tokoh nasional. Mereka adalah orang-orang hebat.

“Kita ingin menumbuhkan rasa nasionalisme dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI Ke 72 tahun ini. Sehingga rasa nasionalisme kita tumbuh kembali, dengan memakai topeng wajah Presiden dan tokoh nasional, supaya anak-anak bangsa mengenal mereka dan menumbuhkan rasa persaudaraan yang kuat sesama anak bangsa,” ujar Joko.

Ia menambahkan, dengan menampilkan topeng bergambar Pak Jokowi, Pak SBY, Pak Prabowo kami rakyat kecil ini berkeinginan mereka tetap bersatu menjaga kebersamaan dalam persatuan dan kesatuan.

“Perbedaan pendapat antara para tokoh diatas boleh saja, tapi kami rakyat kecil berharap mereka tetap menjaga persatuan dan kesatuan untuk NKRI tercinta ini,” pungkasnya.