Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.. Ibu yang Kakinya Terlindas Truk, Akhirnya Meninggal Dunia

RiauJOS.com, Pangkalan Kerinci - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Siti Aminah (34 tahun), korban tabrakan maut dengan truk fuso di depan Pos II PT RAPP Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pangkalan Kerinci, akhirnya meninggal dunia.

Korban sempat mendapat pertolongan di RS Efarina Etaham, Rabu lalu, 23 Agustus 2017, sempat bertahan hidup di IGD RS Efarina dengan bantuan peralatan dan paramedis.

Diduga korban kehilangan banyak darah saat kecelakaan maut itu. Ia menghembuskan nafas terakhir menjelang azan Maghrib berkumandang.

"Padahal transfusi darah sudah sempat berhasil. Ada enam kantong sudah masuk," jelas Humas RS Efarina Pangkalan Kerinci, Hermanus, Kamis, 24 Agustus 2017 dikutip Riau JOS dari laman Tribun Pekanbaru.

Efarina menuturkan, pertolongan selama tiga jam ternyata tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Pihak keluarga langsung membawa jenazah korban ke kampung halaman di Lumajang, Jawa Barat.


Dalam rekaman video yang beredar di dunia maya, korban kehilangan banyak darah, dan terlihat warga tidak berani menolong korban sebelum polisi tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sebelumnya, Riau JOS mewartakan, peristiwa kecelakaan yang dialami seorang Ibu, hingga mengakibatkan kaki kanannya putus, dan hancur, namun masih bertahan hidup.

Tribun Pekanbaru

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.. Ibu yang Kakinya Terlindas Truk, Akhirnya Meninggal Dunia

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.. Ibu yang Kakinya Terlindas Truk, Akhirnya Meninggal Dunia

RiauJOS.com, Pangkalan Kerinci - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Siti Aminah (34 tahun), korban tabrakan maut dengan truk fuso di depan Pos II PT RAPP Jalan Lintas Timur (Jalintim) Pangkalan Kerinci, akhirnya meninggal dunia.

Korban sempat mendapat pertolongan di RS Efarina Etaham, Rabu lalu, 23 Agustus 2017, sempat bertahan hidup di IGD RS Efarina dengan bantuan peralatan dan paramedis.

Diduga korban kehilangan banyak darah saat kecelakaan maut itu. Ia menghembuskan nafas terakhir menjelang azan Maghrib berkumandang.

"Padahal transfusi darah sudah sempat berhasil. Ada enam kantong sudah masuk," jelas Humas RS Efarina Pangkalan Kerinci, Hermanus, Kamis, 24 Agustus 2017 dikutip Riau JOS dari laman Tribun Pekanbaru.

Efarina menuturkan, pertolongan selama tiga jam ternyata tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Pihak keluarga langsung membawa jenazah korban ke kampung halaman di Lumajang, Jawa Barat.


Dalam rekaman video yang beredar di dunia maya, korban kehilangan banyak darah, dan terlihat warga tidak berani menolong korban sebelum polisi tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sebelumnya, Riau JOS mewartakan, peristiwa kecelakaan yang dialami seorang Ibu, hingga mengakibatkan kaki kanannya putus, dan hancur, namun masih bertahan hidup.

Tribun Pekanbaru
Comments
0 Comments